MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Safari Kemanusiaan ke PDIP terkait Palestina

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, terus melanjutkan “Safari Kemanusiaan untuk Mendukung Kemerdekaan Palestina”. Setelah bertemu dengan berbagai Tokoh Lintas Agama, Pejabat Pemerintahan dan Ormas, Selasa (23/5), Sarbini bertemu dengan Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A di Kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun koalisi besar untuk menghadapi Israel dan juga mencapai kemerdekaan Palestina. “Ini adalah komunikasi awal. Kita ingin merangkul semua elemen anak bangsa, membangun koalisi besar untuk membela Palestina. Kita lihat komitmen PDI-P untuk Palestina cukup besar, untuk itu kita bertemu dengan Prof. Hamka Haq,” ujar Sarbini. Ia berharap dengan koalisi besar, sehingga ada sisa-sisa sejarah Palestina sebagai satu-satunya negara peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang belum merdeka bisa diperjuangkan bersama. Sementara itu, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi), sayap organisasi PDI-P, menyambut positif safari kemanusiaan MER-C. “Ini sangat positif dan perlu diteruskan,” kata Hamka. Ia juga menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan perjuangan ideologis Bung Karno yang hingga kini terus diperjuangkan oleh PDI-P. Lebih lanjut Hamka mengatakan bahwa selama ini banyak yang keliru bahwa perjuangan membela Palestina adalah perjuangan keislaman. Meskipun ada emosional keagamaan namun perjuangan membela Palestina merupakan perjuangan kemanusiaan dan perjuangan kebangsaan. Untuk itu, Hamka meminta agar safari kemanusiaan MER-C bisa lebih dari sekedar hanya bersafari. “Itu tadi permintaan saya, jangan hanya safari keliling-keliling, tapi organisasi atau lembaga yang dikunjungi diajak bersatu dalam satu lembaga bersama untuk solid memperjuangkan Palestina,” lanjutnya. Hal ini menurutnya, agar perjuangan tidak bersifat sporadis, namun bisa menjadi sebuah kekuatan yang besar. “Jalan satu-satunya membentuk panitia bersama. Mari kita kerjasama. Kita adakan pertemuan berkala untuk membahas isu-isu masalah Palestina,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Sarbini juga menyampaikan pandangannya bahwa bangsa Palestina mempunyai harapan besar kepada bangsa Indonesia. Ia berharap Indonesia sebagai bangsa yang besar bisa lebih berperan dalam persoalan Palestina, yaitu menjadi penengah dan menyatukan faksi-faksi yang ada di Palestina. “Indonesia mempunyai kemampuan untuk itu dan PDI-P bisa masuk mendamaikan faksi-faksi yang ada di Palestina,” ungkap Sarbini. Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Ketua PP Bamusi lainnya, yaitu Ulfah Mawardi, Nu’man Bashori, Indah Nataprawira, Irvansyah dan Yudi Sutarno.

Serangan Israel Rusak Fasilitas di RS Indonesia

Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina. Bahkan pada hari ke-5, Sabtu/13 Mei 2023, serangan ini turut merusak fasilitas Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Kerusakan disebabkan oleh bom dan rudal yang ditembakkan jet-jet tempur Israel yang membidik beberapa target di sekitar area RS Indonesia.   “Kerusakan cukup serius terjadi pada beberapa fasilitas RS Indonesia di Jalur Gaza bagian Utara akibat pasukan pendudukan Israel yang membidik beberapa daerah yang berdekatan dengan RSI pada pagi hari kelima agresi di Jalur Gaza,” ungkap Farid, salah satu relawan Indonesia di Gaza melalui pesan singkat yang dikirimkan ke MER-C Pusat Jakarta. Tampak plafond-plafond di sejumlah ruangan RS Indonesia berjatuhan berikut kabel -kabel instalasi RS. Relawan dan pihak manajemen RS Indonesia masih mendata kerusakan yang ada. Sementara, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak hari pertama agresi, Selasa/9 Mei 2023 lalu, sedikitnya 33 warga Palestina termasuk wanita, anak-anak dan lansia terbunuh, serta 150 orang lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban turut dibawa dan ditangani di RS Indonesia.Bahkan pada hari sebelumnya serangan udara Israel yang menyasar sebuah rumah dikabarkan juga menyebabkan kerusakan pada RS yang berada di dekatnya, yaitu RS Syuhada Al Aqsa. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengecam agresi Israel kepada warga Gaza serta serangan di sekitar fasilitas kesehatan. “Kami mengecam agresi Israel kepada rakyat sipil Gaza dan serangan yang merusak fasilitas Kesehatan yang dilindungi oleh hukum internasional. Kami meminta PBB, OKI dan dunia internasional untuk segera menghentikan kejahatan Israel yang membabi-buta,” ucap Sarbini. Ia juga menyatakan siap mengirimkan Tim Relawan ke Jalur Gaza apabila eskalasi serangan dan jumlah korban terus meningkat. “Apabila diperlukan, kami siap mengirimkan Tim ke Jalur Gaza!” pungkasnya.

Di Tengah Serangan, 4.000 Paket Bantuan Ramadhan Masyarakat Indonesia untuk Masyarakat Gaza Selesai Disalurkan

Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan di Gaza, Palestina, MER-C salurkan 2.000 paket sembako dan 2.000 paket ifthar (berbuka puasa) bantuan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Proses penyaluran bantuan Ramadhan sempat terkendala karena adanya serangan dari jet-jet tempur Israel ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada pertengahan Ramadhan lalu. Hal ini disampaikan oleh Reza Aldilla Kurniawan, salah satu relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza. “Kendala penyaluran bantuan tahun ini karena ada penyerangan. Namun Alhamdulillah selebihnya lancar dan semua bantuan akhirnya selesai kami distribusikan,” ujar Reza. Program Bantuan Ramadhan adalah rangkaian Program Rutin Kemanusiaan MER-C Cabang Gaza dalam rangka membantu memeriahkan suasana Ramadhan untuk warga Gaza yang masih hidup dalam blokade berkepanjangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, MER-C menyalurkan bantuan sebanyak 1000 paket sembako dan 1000 paket ifthar. Tahun ini, dengan donasi dan dukungan dari rakyat Indonesia, MER-C bisa melipat gandakan jumlah bantuan. “Di tahun ini Alhamdulillah dengan dukungan dan donasi dari rakyat Indonesia, kita bisa memberikan bantuan lebih banyak. Hal ini untuk memberikan pesan bahwa dukungan rakyat Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Palestina tidak akan pernah surut, bahkan terus menguat dari hari ke hari,” lanjutnya. Proses packing bantuan 2000 paket sembako sudah dimulai sejak awal Ramadhan. Lalu pada minggu ke-2 Ramadhan, relawan mulai bergerak mendistribusikan bantuan tersebut kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh relawan ke rumah-rumah warga Gaza yang sudah didata sebelumnya. Sebagian bantuan didistribusikan bekerja sama dengan beberapa yayasan dan lajnah zakat yang ada di Gaza. “Demi menjangkau seluas-luasnya penerima manfaat, bantuan logistik dan iftar bersama tahun ini disebarkan ke seluruh penjuru Jalur Gaza, dari kota Khan Younis, Qarara di Selatan, Deir Balah, Maghazi, Nusairot, Bureij di tengah hingga Jabaliya, Bait Lahiya dan Bait Hanun di utara Jalur Gaza dan Gaza City,” jelas Reza. Sementara untuk bantuan ifthar, MER-C Cabang Gaza juga menggelar acara buka puasa Bersama dengan mengundang lebih dari 600 anggota keluarga syuhada dan anak-anak yatim berlokasi di salah satu lapangan terbuka di Gaza Tengah. Acara ini awalnya akan digelar pada pertengahan Ramadhan, namun tertunda karena terjadi serangan Israel. Setelah mempertimbangkan situasi keamanan, acara buka puasa Bersama akhirnya tetap dapat dilaksanakan pada akhir ramadan tepatnya di hari ke-25 Ramadan. Saat acara buka puasa Bersama, para relawan juga membagikan paket sembako untuk setiap keluarga syuhada yang hadir, memberikan hadiah untuk ibu-ibu yang berhasil memenangkan permainan dan memberikan mini parcel untuk semua anak-anak yang hadir. Bahagia turut dirasakan para relawan melihat senyum anak-anak yatim dan para keluarga syuhada menerima bantuan dari saudara-saudaranya di Indonesia. “Warga Gaza sangat bahagia. Ucapan terima kasih dan doa untuk masyarakat Indonesia terus kami terima saat distribusi berlangsung. Semoga Allah membalas kebaikan para dermawan dan donatur Indonesia, semoga semakin lancar rezekinya, dijauhkan dari berbagai musibah dan bisa melaksanakan ifthar serta shalat berjamaah di Masjidil Al-Aqsa,” ungkap relawan yang telah menyelesaikan studinya di salah satu universitas di Gaza. Sementara itu, salah satu Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad menyampaikan terima kasih atas dukungan dan donasi dari masyarakat Indonesia. “Terima kasih atas bantuan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia sehingga program rutin ini dapat terus berlangsung. Kami berharap dengan bantuan dan dukungan dari masyarakat semua, maka kita bisa bersama-sama mengurangi penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Gaza,” tambah Arief.

Berawal Dari Tugas Sekolah, Naufal Galang Donasi untuk Bantu Palestina

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat sebuah project Primary Years Programme (PYP), Naufal seorang murid kelas 6 SD Paradisa Cendekia di Bekasi, tertarik memilih tema tentang konflik Palestina – Israel. Ia pun mulai mencari tahu lebih dalam salah satunya dengan mewawancara Tim MER-C untuk melengkapi data dan presentasinya tentang konflik ini. Selain fokus menyelesaikan tugas sekolahnya, keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di Palestina membuat Naufal tergerak untuk mengadakan aksi nyata. Ia pun melakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan membuat kotak donasi. “Saya tidak bisa menghentikan perang ini karena saya hanya anak kelas 6 SD. Saya hanya bisa membantu, caranya dengan berdonasi,” ucap Naufal saat menyambangi Kantor MER-C bersama kedua orang tuanya untuk menyerahkan donasi bagi Palestina, Sabtu/18 Maret 2023. “Tapi insya Allah, bisa saja saat saya besar nanti bisa menjadi orang yang dapat menghentikan perang itu,” tambah Naufal. Ia berharap donasi ini bisa membantu teman-temannya di Gaza, Palestina. “Semoga donasi ini bisa sedikit membantu teman-teman di Gaza Palestina sehari-hari supaya tidak kesusahan. Donasi bisa berupa uang atau barang. Barang misalnya dibelikan mainan untuk mereka main, selimut buat mereka bisa tidur lebih nyaman atau perlengkapan sekolah atau makanan dan minuman,” harap Naufal. Menurutnya, donasi total sebesar Rp 9.103.500,- dikumpulkan selama 2 minggu. Ia menggalang donasi ke sesama teman-teman di sekolah, teman-teman di luar sekolah, orang tua siswa dan juga keluarga. Puncaknya pada acara PYP Exhibition, disamping melakukan presentasi project tak lupa Naufal juga menaruh kotak donasi buatannya di booth-nya. Sementara itu, Luly Larissa (Ketua Divisi Penggalangan Dana) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) yang menerima donasi mewakili MER-C menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Naufal. “Keren dan luar biasa apa yang sudah Naufal lakukan. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah menaruh perhatian besar pada isu konflik Palestina – Israel dan mempresentasikan dengan sangat baik pada saat exhibition lalu dimana kami juga berkesempatan hadir. Ia juga sudah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata untuk membantu Palestina,” ujar Luly. Luly menjelaskan, MER-C sendiri mempunyai dua program untuk Gaza Palestina yang sudah berjalan selama belasan tahun sejak 2009, yaitu program pembangunan RS Indonesia dan program Kemanusiaan Gaza. “Sesuai harapan Naufal tadi, maka donasinya akan kami salurkan untuk program kemanusiaan Gaza. Setiap tahun secara rutin kami menyalurkan donasi dari para donator untuk program bantuan Ramadhan berupa paket sembako dan ifthar, bantuan paket sekolah, bantuan musim dingin, dan juga program qurban,” jelas Luly.

MER-C: Rakyat Suriah Menantikan Bantuan Rakyat Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyatakan bahwa rakyat Suriah menantikan bantuan rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan usai menerima laporan dari Tim Medis MER-C yang telah menunaikan misi kemanusiaan di Turki dan Suriah pada 12 Februari – 3 Maret 2023. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan donasinya bagi korban gempa di kedua negara melalui MER-C.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan bantuan yang telah diberikan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah melalui MER-C. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Turki maupun Pemerintah Suriah serta semua pihak yang telah membantu dan memfasilitasi Tim MER-C di lapangan sehingga misi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujar Sarbini. Sarbini memaparkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia telah disalurkan oleh MER-C dengan mengirimkan total 6 relawan medis dan 1 jurnalis ke 2 negara yang diguncang bencana gempa dahsyat, di Turki bagian Selatan dan Suriah bagian Utara.   Dengan lama misi hampir 3 minggu, Tim MER-C telah mengunjungi wilayah terdampak gempa di Turki, yaitu Adana, Kahramanmaras dan Hatay. Di sini, Tim memberikan bantuan dalam bentuk makanan dan kebutuhan logistic bagi para korban yang tinggal di tenda-tenda penampungan sementara.  Dari Turki, dengan izin visa yang ada, Tim MER-C melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Suriah melalui Damaskus. Tim mendatangi dua wilayah terdampak gempa terparah di Suriah, yaitu di Aleppo dan Latakia. Di negara ini, Tim menyalurkan bantuan berupa peralatan bedah, medis, bahan habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum untuk mendukung sektor kesehatan di Suriah dalam menangani warga korban gempa.“Kami berharap bantuan tahap awal yang diberikan ini berkah dan bermanfaat untuk menguatkan hubungan baik Indonesia dengan Turki dan Suriah,” ucap Sarbini. “Khusus untuk Suriah, dari laporan tim yang baru menyelesaikan tugas di sana, mereka mengharapkan dan menantikan bantuan lanjutan dari Indonesia, akibat perang yang lama ditambah dengan bencana alam,” lanjut Sarbini. Ia juga menambahkan, bantuan NGO asing yang sulit masuk ke Suriah karena situasi dan kondisi yang ada, maka bisa masuknya MER-C sebagai NGO Indonesia secara resmi ke Suriah diharapkan Indonesia bisa memberikan bantuan jangka panjang bagi Suriah. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176    

Tim MER-C bersama Kedubes RI Datangi Wilayah Gempa di Aleppo dan Latakia Suriah

Usai menyerahkan bantuan medis untuk korban gempa kepada Menteri Kesehatan Suriah, dr. Ahmad Ghabbash, Selasa/28 Feb 2023, Tim Medis MER-C bersama Kedutaan Besar RI menuju ke 2 wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa di Suriah, yakni Latakia dan Aleppo. Tim melakukan assessment langsung ke lapangan, yaitu ke rumah sakit dan tempat-tempat penampungan sementara warga korban gempa. Hasil assessment akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengiriman tim dan bantuan medis lanjutan. Di Latakia, Tim MER-C mendatangi Rumah Sakit Nasional Pemerintah Latakia, yaitu RS Hamzah Alinoval yang menanggani pasien korban gempa dan konflik di Latakia, Suriah.  Dari hasil diskusi dengan Tim Dokter rumah sakit, mereka mengatakan korban luka-luka pasca-gempa sudah dapat tertanggani. Namun mereka masih membutuhkan bantuan peralatan operasi dan alat rontgen portabel untuk dapat dapat melakukan penanganan pasien di lapangan.  Sementara itu, alat-alat operasi dibutuhkan untuk dapat memfungsikan semua ruang operasi yang ada di RS ini. Hal ini dikarenakan dari sembilan ruang operasi, baru empat ruang yang dapat digunakan. Lima ruang operasi lainnya belum dapat beroperasi karena belum ada peralatan.  Dalam kunjungan di Aleppo, Tim MER-C bersama Dubes RI untuk Suriah mengunjungi rumah sakit yang hancur karena gempa dan perang. Selain itu, MER-C juga menyambangi rumah sakit yang digunakan untuk merawat korban gempa.  Kondisi perlengkapan rumah sakit belum cukup memadai. Kepala Dinas Kesehatan Aleppo, Dokter Kiad Al Haj Taha berharap adanya bantuan penunjang kesehatan. Dalam kunjungan ini, Tim MER-C juga bertemu dan berdiskusi dengan Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Arab Red Crescent) untuk membicarakan bantuan jangka panjang. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400   Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176

MER-C Serahkan Bantuan Alat Medis dan Obat-obatan untuk Korban Gempa Suriah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyerahkan bantuan peralatan medis bedah dan obat-obatan bagi korban bencana gempa bumi di Suriah, Selasa/28 Februari 2023. Bantuan diterima oleh Menteri Kesehatan Suriah Dr. Hassan Ghabbash di kantor Kementerian Kesehatan Suriah di Damaskus. Acara serah terima bantuan turut dihadiri dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Suriah, Wajid Fauzi dan Wakil Menteri Kesehatan Suriah, Dr. Ahmad Dmerieh. Bantuan yang diberikan terdiri dari alat-alat operasi bedah tulang, perlengkapan operasi, bahan-bahan medis habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum. Ini merupakan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung sektor kesehatan Suriah dalam menangani masyarakat yang terkena dampak gempa dahsyat beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan Suriah dalam pertemuannya dengan delegasi MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi dokter Indonesia dengan dokter di Suriah untuk menghadapi dampak gempa dan bertukar pengalaman. Usai serah terima bantuan, Tim Medis MER-C bertolak menuju lokasi terdampak bencana gempa di Aleppo dan Latakia yang berjarak sekitar 3 – 5 jam dari Ibukota Damaskus. Tim akan melakukan assessment ke Rumah Sakit dan kamp-kamp pengungsian korban gempa untuk melihat secara langsung realitas dan kebutuhan di lapangan. Hal ini untuk mempertimbangkan pengiriman tim dan bantuan lanjutan. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Bantu Korban Gempa, Tim Medis MER-C Tiba di Suriah

Usai menunaikan Misi Kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Turki, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengarahkan Tim Medisnya untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Suriah. Hal ini dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di negara ini. Tim yang ditugaskan terdiri dari 5 orang relawan, yaitu dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, dr. T. Meaty Fransisca, Ita Muswita (perawat bedah), Thoyib Mirad (perawat bedah) dan Desi Fitriani (Jurnalis Metro TV). Mereka bertolak ke Suriah melalui Amman Yordania, setelah mengantongi izin visa dari Kementerian Luar Negeri Republik Arab Suriah. “Berbekal visa, kami berangkat dari Istanbul Turki pada Kamis malam/23 Februari 2023 menuju Amman Yordania. Dari Amman, Jum’at pagi/24 Februari 2023, kami langsung melanjutkan perjalanan darat ke Damaskus, Ibukota Suriah,” ucap dr. Wahyu Bimantoro, SpAn selaku Ketua Tim Medis MER-C untuk Suriah. Jarak dari Amman ke Damaskus sekitar 200 kilometer. Apabila lancar, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun hal ini tergantung dengan antrian pemeriksaan di sejumlah check point yang ada. Jum’at/24 Februari 2023, sekitar pkl 14.30 wib atau pkl 10.30 waktu setempat, Tim MER-C akhirnya mengabarkan sudah melewati perbatasan Yordania dan masuk ke wilayah Suriah. “Syukur Alhamdulillah, dengan izin visa yang ada, kami bisa melalui semua pemeriksaan check point yang cukup ketat sepanjang perbatasan Yordania – Suriah tanpa kendala yang berarti. Saat ini kami sudah masuk wilayah negara Suriah,” lanjut Wahyu. Tim Medis MER-C untuk Suriah rencananya akan bertugas selama satu minggu. Koordinasi dengan berbagai pihak sebelumnya telah dilakukan seperti Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Damaskus serta mitra medis lokal untuk menentukan wilayah gempa yang masih membutuhkan bantuan medis. “Mohon doanya agar kami bisa menunaikan amanah ini dengan baik dan misi kemanusiaan ini diberi kelancaran. Kami berharap bisa masuk ke wilayah-wilayah terdampak gempa di Suriah yang masih minim bantuan khususnya bantuan medis. Kami juga akan melakukan assessment untuk kebutuhan pengiriman tim lanjutan atau bantuan lainnya,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Tiba di Wilayah Gempa Turki, Tim MER-C Berikan Bantuan

Tim Relawan MER-C (Medical Emergency Resceue Committee) akhirnya tiba di wilayah terdampak gempa di Turki bagian Selatan, diantaranya Adana, Kahramanmaras, dan Hatay. Tampak bangunan di kota-kota tersebut yang sebagian besar berbentuk bangunan bertingkat dan tempat tinggal warga berbentuk apartemen mengalami kehancuran dan kerusakan parah pasca diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,8 dan 7,5 pada 6 Februari 2023 lalu.   Kamp-kamp pengungsian berupa tenda-tenda yang dibangun pemerintah menjadi tempat berlindung para warga penyintas gempa yang kehilangan tempat tinggal. Mereka tinggal bersama sanak keluarga yang masih tersisa. Selain menyapa warga di kamp-kamp pengungsian.  Ketua Tim Bedah MER-C untuk Turki, dr. Risa Dumastoro, SpOT mengatakan Timnya bisa mulai masuk ke lokasi terdampak gempa pada hari Kamis/16 Februari 2023, dengan bantuan dan koordinasi dari Lembaga kemanusiaan serta Lembaga medis local. Namun karena izin yang ketat, Tim tidak dapat mengunjungi RS.  “Berdasarkan informasi dari rekan sejawat dan NGO local, korban gempa di sini sebagian besar yang terluka atau memerlukan tindakan operasi langsung dibawa ke RS-RS di daerah sekitar yang tidak terkena bencana. Mereka dibawa ke RS-RS yang masih bisa beroperasi. Sedangkan para pengungsi atau para korban ringan biasanya langsung ditempatkan di tenda-tenda pengungsian,” ujar Risa.  Lebih lanjut Risa memaparkan bahwa di kamp-kamp pengungsian yang Tim datangi, mereka tidak menemukan warga atau korban-korban yang memerlukan perawatan luka atau penanganan medis khusus. “Alhamdulillah, saat kami berkunjung tidak ada warga yang memerlukan pelayanan medis,” lanjut Risa.  Tim berada di lokasi terdampak gempa di Turki bagian Selatan hingga hari Minggu/19 Februari 2023. Sementara itu, jumlah korban akibat gempa di Turki dan Suriah masih terus bertambah. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 46 ribu. Jumlah korban meninggal diperkirakan massih terus bertambah seiring 345 ribu apartemen di Turki yang telah hancur dan masih banyak warga yang dikabarkan hilang.

Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turkiye

Minggu/12 Februari 2023, Tim Bedah MER-C yang beranggotakan 7 orang bertolak ke Turkiye untuk menunaikan tugas kemanusiaan, pasca gempa dahsyat mengguncang bagian Tenggara negara tersebut yang berdasarkan data sementara telah  mengakibatkan sedikitnya 30,000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Tim Bedah MER-C terdiri dari 2 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter Spesialis Anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 Dokter Umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani. Berangkat pada Minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan. Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan. “Tim awal ini akan bertugas selama 2 pekan. Dari Istanbul kami akan menuju lokasi terdampak gempa, kemungkinan Kahramanmaras, salah satu wilayah gempa yang cukup parah. Target wilayah lainnya, akan sangat tergantung dari hasil koordinasi dan situasi di lapangan,” ucapnya. Untuk menunjang kerja di lapangan, Tim juga telah dilengkapi dengan alat-alat operasi serta sejumlah obat-obatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan bedah dan pengobatan.“Kami membawa sejumlah peralatan operasi yang sudah steril siap pakai, serta obat-obatan untuk menunjang tugas Tim di lapangan. Kami siap berkolaborasi dengan tenaga medis setempat di RS yang ditunjuk. Semoga keahlian yang kami miliki bisa bermanfaat maksimal untuk membantu saudara-saudara kita di Turki yang menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C. “Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera Tim Bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Silahkan bertanya?