Dubes RI untuk Afghanistan: Saya berharap MER-C Bisa Berperan Lebih Aktif Pasca Perang

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA menyampaikan harapannya agar Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sudah memulai di Afghanistan saat perang dulu, kini bisa berperan lebih aktif pasca perang. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Tim MER-C di kediamannya, 5 September 2021. “Terima kasih, suatu kehormatan berjumpa lagi dengan MER-C setelah hampir 20 tahun lalu kita berpisah di Pakistan. Saya termasuk senang pada waktu itu, karena kedatangan MER-C di daerah tugas saya di Pakistan dan saya sempat melepas MER-C saat di Pakistan,” ungkap Duta Besar RI untuk Afghanistan, Arief Rachman. “Saya berharap MER-C yang sebelumnya dulu sudah pernah memulai di Afghanistan saat perangnya, saat ini pasca perang harus lebih aktif, karena tentunya banyak bicara tentang rekonsiliasi pasca perang apalagi kaitannya dengan orang sakit, korban yang tentunya banyak dan memerlukan pemeliharaan ke depan,” tambahnya. Dalam kesempatan kunjungan silaturahim tersebut, Tim MER-C terdiri dari dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium dan dr. Henry Hidayatullah selaku Presidium, keduanya merupakan relawan yang pernah bertugas dalam misi kemansnuiaan ke Afghanistan pada tahun 2001 dan 2002 silam, serta dr. Zackya Yahya, SpOk dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional MER-C). Kepada Duta Besar RI untuk Afghanistan, Ketua Presidium MER-C menyampaikan rencana MER-C ke depan untuk Afghanistan apabila sudah terbentuk pemerintahan yang efektif di sana. Sebagai lembaga sosial kegawatdaruratan medis, MER-C akan berfokus membantu pada bidang kesehatan berupa pembangunan klinik atau Rumah Sakit Indonesia di Afghanistan. “MER-C pernah diminta oleh Afghanistan untuk membangun sarana kesehatan di sana, setelah mereka melihat kami membangun RS Indonesia di Gaza, Palestina,” ujar Sarbini. “Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Tim MER-C pernah bertemu Menlu Afghanistan dan membahas mengenai hal ini,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Duta Besar RI untuk Afghanistan menyampaikan dukungannya kepada MER-C dalam melakukan second track diplomacy di Afghanistan. Ia juga yakin MER-C mempunyai kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang, apalagi kesehatan sangat diperlukan. “Untuk ke depan tentunya Afghanistan ini menarik buat semuanya. Tantangan-tantangan yang ada mesti disikapi untuk menjadi peluang. Salah satunya MER-C punya kemampuan untuk mengubah tantangan itu menjadi peluang, untuk menjadi satu peran atau kiprah Indonesia di Afghanistan. Kalau secara diplomasi ini disebut sebagai second track. Tidak hanya pemerintah, tapi semua pihak bisa mengambil bagian, agar diplomasi yang sudah menjadi amanat konstitusi kita betul-betul terus berkembang. Dan itu menjadi bagian dari kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya. Duta Besar Arief Rachman menambahkan pasca perang tentunya korban-korban ada yang penyelesaiannya butuh waktu satu bulan, tiga bulan bahkan mungkin tahunan. Dan apabila MER-C membangun rumah sakit adalah yang paling tepat di daerah-daerah yang belum ada RS, sehingga peluang untuk ikut dalam kemanfaatan apalagi kesehatan bisa lebih besar. Ia berharap agar semua upaya dapat dilakukan semaksimal mungkin sehingga dapat bermanfaat bagi masa depan yang berikutnya di Afghanistan.
Terima Daging Qurban, Warga Gaza Doakan Indonesia

MER-C Indonesia kembali mengadakan program qurban di Jalur Gaza, Palestina. Situasi pandemi tidak menyurutkan perhatian dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk turut berqurban dan berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara mereka di wilayah terblokade ini. Pada Hari Raya Idul Adha tahun 1442 H/2021 M ini, MER-C menerima amanah hewan qurban dari masyarakat Indonesia sebanyak tiga ekor sapi dan 29 ekor domba. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan amanah qurban untuk masyarakat Gaza melalui lembaga MER-C. Meski di tengah situasi pandemic yang cukup berat di negara kita, ternyata perhatian serta kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara mereka di Jalur Gaza Palestina senantiasa ada,” ujar Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C. Pelaksanaan program qurban dilakukan langsung oleh relawan Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza. Tiga relawan Indonesia di sana memimpin pelaksanaan program qurban dari Indonesia untuk Palestina, dibantu oleh warga lokal. Seluruh hewan qurban amanah dari masyarakat Indonesia sudah selesai didistribusikan kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Sasaran penerima daging qurban adalah keluarga faqir dan keluarga syuhada yang tersebar di Gaza bagian utara, tengah, selatan, barat, timur serta di lingkungan RS Indonesia. Masyarakat Gaza, Palestina penerima daging qurban sangat berbahagia dan antusias dalam menerima daging qurban dari saudara-saudara mereka di Indonesia. “Mereka menitipkan salam untuk saudara-saudara mereka di Indonesia dan mendoakan semoga warga Indonesia bisa segera diberikan kemampuan melalui cobaan pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda,” ujar Rima. Qurban adalah salah satu program rutin tahunan yang diselenggarakan MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza. Program qurban dan program-program kemanusiaan lainnya seperti bantuan Ramadhan, musim dingin, bantuan sekolah dan bantuan insidental lainnya sudah berjalan sekitar 10 tahun, sejak MER-C memulai melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah ini. Program Rumah Sakit Indonesia sampai saat ini masih terus berjalan dan terus mengalami pengembangan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Begitupun program-program kemanusiaan akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata dan berkesinambungan bagi rakyat Palestina, hingga Palestina meraih kemerdekaannya.
Qurban Peduli Gaza 2021
MER-C melalui Cabangnya di Jalur Gaza insya Allah siap menjalankan niat Bpk/Ibu/Sahabat yang ingin berqurban untuk saudara-saudara kita di Gaza – Palestina. Harga Hewan Qurban :???? Domba Kambing = Rp. 5.500.000,-???? Sapi = Rp. 33.500.000,- Konfirmasi : Call Center MER-C :0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C:BSM, Cab. TangerangNo. Rek. 700.2905.803A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Rabu, 15 Juli 2021 “Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al Hajj : 36-37) Wassalam,MER-C Indonesiawww.mer-c.org Info:Facebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #qurbanpeduligaza #savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#qurbangaza#donasipalestine#donasigaza#donasigazapalestina#amanahbagikemanusiaan
Ramadhan di Tengah Pandemi di Gaza

Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti semua umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Jalur Gaza, Palestina. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Gaza menyambut Ramadhan kali ini masih dengan berbagai krisis kemanusiaan yang melanda akibat blokade. Harga kebutuhan pokok meningkat. Beberapa warga yang masih cukup mampu, menghias rumah-rumah mereka dengan lampion Ramadhan dan lampu-lampu tali. Dari sektor keamanan masih kondusif. Tidak ada serangan meski pesawat tempur tanpa awak milik zionis Israel masih terus beroperasi di langit Gaza selama 24 jam. Tidak hanya krisis kemanusiaan, ramadhan di Gaza juga diwarnai dengan jumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah. Per tanggal 21 April 2021, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis penambahan kasus baru di Gaza dalam 24 jam terakhir sebanyak 1.268 sehingga total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Gaza sebanyak 93.910. Sementara kasus aktif 19.178, sembuh 73.924 dan sebanyak 808 meninggal dunia. Relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan menyampaikan bahwa Pemerintah Palestina di Gaza kembali menerapkan sejumlah pembatasan kepada warganya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah ini. Pembatasan yang diterapkan diantaranya pemberlakuan aturan jam malam untuk kendaraan bermotor selepas shalat maghrib setiap hari. Bahkan pada hari Jum’at dan Sabtu, penggunaan kendaraan bermotor dihentikan secara total. “Warga hanya boleh berkeliaran ke luar rumah tanpa kendaraan,” ujarnya. Sementara aktifitas ibadah di masjid untuk Ramadhan tahun ini masih diperbolehkan. “Pemerintah membolehkan warga sholat berjamaah di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu shaf berjarak, menggunakan masker dan membawa sajadah dari rumah,” ungkap Reza. Hal ini dimanfaatkan Reza dan dua relawan Indonesia lainnya untuk shalat taraweh berjamaah di masjid terdekat dengan Wisma dr. Joserizal Jurnalis, SpOT yang mereka tempati, yaitu masjid Glebo yang berjarak sekitar 200 meter dari Wisma.
Kepulangan 19 Relawan MER-C Al-Fatah dalam Misi Pembangunan RS Indonesia (RSI) Tahap 2 di Gaza, Palestina

PRESS RELEASE Sebanyak 19 relawan dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di tanah air pada Selasa, 29 September 2020 pukul 13.30 WIB. Para relawan kembali ke tanah air usai menunaikan tugas selama lebih dari 1,5 tahun di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan tahap 2, yaitu membangun lantai tiga dan empat- Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya, sembilan relawan sudah tiba di tanah air terlebih dahulu pada pertengahan Agustus 2020 lalu. Kepulangan mereka disambut oleh Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib dan dr. Arief Rachman, SpRad serta Imaam Yakhsyallah Mansur dan tim dari pondok pesantren Al-Fatah, Bogor. Tim relawan pembangunan tahap 2 RS Indonesia berangkat ke Jalur Gaza pada Februari 2019 silam, dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Seluruh relawan berasal dari jaringan pondok pesantren Al-Fatah yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Lampung, Palembang, Medan (Sumatera Utara), Pontianak (Kalimantan Barat), Samarinda (Kalimantan Timur) dan Wonogiri, Jawa Tengah. Berikut adalah nama-nama relawan yang pulang pada hari ini: 1. Ir. Edi Wahyudi Darta2. Abdul Hadi Bujang3. Ade Jalaluddin Didi4. Agus Manja Husaini5. Agus Supriyono6. Edy Siswanto7. Mustaqim Darkan8. Nasrullah Saukani9. Osamah Dakam M10. Parmo Abdurrahman11. Sobar Muslim12. Sumadi13. Wahyo14. Jamari Tamrin15. Luthfi Paimin16. Miyanto Modo17. Muhamad Gulam18. Mulkan Muhamad19. Mulyadi bin Sono Menyusul pembangunan fisik lantai 3 dan 4- RS Indonesia yang sudah selesai, proses pengadaan alat kesehatan dan furniture RS Indonesia telah dimulai untuk mengisi dua lantai tambahan tersebut. Sementara itu, saat ini sebanyak tiga relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza menunggu tim lanjutan datang dari Indonesia. Jakarta, 29 September 2020MER-C Indonesiawww.mer-c.orgCall Center : 0811990176
MER-C Gelar Qurban Peduli Gaza 2020

MER-C Indonesia terus berkomitmen membantu Palestina dalam berbagai program kemanusiaan. Di samping membangun Rumah Sakit Indonesia yang saat ini dalam proses pembangunan tahap 2 untuk menambah dua lantai lagi serta peralatan kesehatan yang dibutuhkan, bantuan kemanusiaan lainnya seperti bantuan sembako, bantuan perlengkapan sekolah, bantuan musim dingin, bantuan Ramadhan, dsb juga terus disalurkan. Menyambut hari raya Idul Adha yang akan datang tidak lama lagi, MER-C juga melaksanakan program Peduli Qurban di Jalur Gaza, Palestina. MER-C kembali mengajak kaum muslimin Indonesia untuk dapat berqurban di Jalur Gaza, Palestina, wilayah konflik yang sudah 13 tahun mengalami blokade Israel. “Ini adalah program rutin tahunan MER-C. Setiap Idul Adha, MER-C selalu mengajak umat Islam agar dapat menyisihkan rezeki untuk berqurban di Palestina,” ungkap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C. “Dengan berkurban di Palestina maka ikatan batin kita dengan saudara kita di Palestina akan semakin kuat. Bantuan ini sekaligus dapat menguatkan semangat saudara-saudara kita di Gaza di tengah kesulitan hidup yang mereka alami akibat tekanan Israel yang masih terus berlangsung,” tambahnya. Program Qurban MER-C di Jalur Gaza, Palestina akan dilaksanakan langsung oleh MER-C Cabang Gaza yang terdiri dari para relawan Indonesia yang tengah bertugas di wilayah konflik ini dibantu beberapa relawan lokal. Ir. Edy Wahyudi, salah satu relawan Indonesia di Gaza yang juga Site Manager Pembangunan RS Indonesia menyatakan, “Kami para relawan Indonesia di Gaza siap menjalankan niat Bapak/Ibu masyarakat Indonesia yang ingin berkurban di Jalur Gaza.” Edy memaparkan seperti tahun-tahun sebelumnya ada tiga jenis hewan qurban di Gaza yaitu domba/kambing, sapi dan juga unta. Informasi lebih lanjut mengenai Program Qurban Peduli Gaza, dapat menghubungi call center MER-C di 0811990176. Info:www.mer-c.org
Kemenkes Palestina di Gaza Lepas Gelombang I Kepulangan Relawan RS Indonesia

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melepas sembilan relawan Indonesia yang akan kembali ke tanah air usai bertugas selama hampir 1,5 tahun di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan tahap 2 RS Indonesia, Kamis/3 Juli 2020. Bertempat di Kantor Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, DR. Abdullatif Al Haj, selaku Direktur Hubungan Internasional mewakili Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza dalam sambutan pelepasannya menyampaikan apresiasi dan penghormatannya setinggi-tingginya kepada segenap relawan Indonesia yang telah melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Saya mewakili Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya untuk MER-C dengan segenap relawannya yang telah bersungguh-sungguh mempersembahkan Rumah Sakit Indonesia untuk rakyat Palestina khususnya yang berada di Gaza Utara. MER-C telah berhasil menjadi ujung tombak perantara tersampaikannya bantuan rakyat Indonesia pada rakyat Palestina,” katanya. Menurut Abdullatif, keberadaan RS Indonesia telah berhasil berfungsi menjadi rumah sakit pusat di Gaza bagian utara, memberikan layanan kesehatan untuk Gaza Utara yang berpenduduk padat. Terkait penambahan 2 lantai di RS Indonesia yang masih terus berlangsung, ia berharap dapat segera dilengkapi dengan alat-alat kesehatan. “Hari ini pembangunan dua lantai tambahan RS Indonesia terus dikebut. Kami berharap dapat segera dilengkapi dengan alat-alat kesehatan dan sebagainya,” ujarnya. Khusus kepada sembilan relawan yang akan kembali ke tanah air, Abdullatif mendokan agar perjalanan pulang relawan ke Indonesia diberikan kemudahan dan keselamatan. “Sekali lagi penghormatan kami yang setinggi-tingginya atas amal besar ini. Kalian telah mengukir sejarah melukis RS Indonesia dengan tangan-tangan kalian. Ini adalah suatu amal yang luar biasa, panjang dan sulit, jauh dari istri dan keluarga bahkan sampai ada yang ditinggal wafat istrinya, mudah-mudahan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan perjalanan kalian sampai di Indonesia hingga dapat berjumpa keluarga dengan selamat,” harapnya. Ini adalah kepulangan gelombang pertama relawan RS Indonesia ke tanah air dengan jumlah sebanyak sembilan relawan dari 31 relawan MER-C di Jalur Gaza. Kepulangan relawan akan dilalukan secara bertahap disesuaikan dengan volume pekerjaan yang mulai berkurang seiring pembangunan fisik RS Indonesia untuk lantai 3 dan 4 yang mulai memasuki tahap akhir. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan proses pengadaan alat kesehatan tambahan RS Indonesia yang akan mendatangkan relawan lainnya yang ahli dalam bidang ini. Bertugas di wilayah yang masih dalam blokade Israel, jadwal kepulangan relawan RS Indonesia gelombang pertama akan menyesuaikan dengan jadwal pembukaan pintu perbatasan Rafah, perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir. Ditengah wabah Covid-19 semua relawan juga telah mempersiapkan seluruh prosedur protokol kesehatan yang berlaku di negara setempat dan negara yang akan dilalui hingga ke tanah air. Mohon doa dari rakyat Indonesia untuk kelancaran perjalanan tim relawan dan penyelesaian pembangunan RS Indonesia. Info: www.mer-c.org
Program Ramadhan Saling Berbagi di Gaza Palestina

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jalur Gaza, Palestina kembali mengadakan program bantuan Ramadhan. Bantuan yang akan disalurkan berupa sembako sebanyak 1.000 paket dan bantuan makanan berbuka puasa sebanyak 1.000 paket. Bantuan disalurkan bertahap pada pekan terakhir ramadhan. “Ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kita adakan melalui Cabang MER-C di Jalur Gaza, untuk membantu saudara-saudara kita di sana yang masih hidup dalam blokade ditambah adanya pandemi corona. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 paket ifthar yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia untuk program Kemanusiaan Gaza,” ucap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C. “Meski bangsa kita juga sedang mengalami berbagai masalah dan kesulitan ditambah adanya wabah corona, namun kita berupaya tetap berbagi ditengah keterbatasan kita, sebagai bentuk dukungan dan perhatian kita kepada saudara-saudara kita di Gaza yang masih hidup dalam berbagai keterbatasan akibat blokade dan penjajahan zionis Israel. Semoga sedikit bantuan yang kita berikan dapat turut menguatkan dan meringankan beban mereka,” tambah dokter asal Aceh ini. Menurutnya, bantuan disiapkan dan disitribusikan oleh relawan Indonesia yang sedang bertugas di sana kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Ada 31 relawan yang saat ini masih bertugas di Jalur Gaza yang sedang menjalankan pembangunan tahap 2 RS Indonesia,” ungkapnya. Dr. Sarbini juga menyampaikan bahwa Cabang MER-C di Jalur Gaza telah resmi berdiri dan diakui oleh Pemerintah setempat sejak 10 tahun silam, tepatnya sejak Agustus 2010. Anggotanya terdiri dari relawan Indonssia yang tengah bertugas di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia dibantu beberapa relawan lokal. “Cabang MER-C di Gaza sudah resmi berdiri sejak Agustus 2010 ketika proses pembangunan RS Indonesia awal dimulai. Sejak saat itu, sampai saat ini Alhamdulillah cabang MER-C di Gaza masih aktif, menjembatani komunikasi antara MER-C Pusat dengan Pemerintah dan warga Palestina di Gaza dan menjalankan baik program Pembangunan RS Indonesia maupun program kemanusiaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat seperti bantuan ramadhan, bantuan musim dingin, dsb ” jelas dr. Ben, sapaan akrabnya. ——- MER-C masih membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
Ramadhan Saling Berbagi di Gaza – Palestina

Assalamu’alaikum Sahabat, Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Cabang Gaza kembali akan menyalurkan amanah Sahabat bagi saudara-saudara kita di wilayah terblokade Jalur Gaza – Palestina dalam bentuk : 1.000 Bantuan Paket Sembako1.000 Bantuan Paket Ifthar Bantuan akan disalurkan langsung oleh 31 relawan Indonesia yang saat ini tengah melaksanakan Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, kepada warga Gaza yang membutuhkan. Kami masih membuka kesempatan bagi Sahabat yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
RS Indonesia Gaza Tambah Satu Lift Passenger

RS Indonesia Gaza yang memasuki pembangunan tahap dua menambah satu unit lift passenger. Penambahan lift passenger merupakan kelanjutan hasil pertemuan antara Tim Supervisi MER-C Jakarta dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada saat kunjungan akhir Februari 2020 lalu. Dengan penambahan ini, total lift yang terdapat di RS Indonesia menjadi 4 unit, terdiri dari 3 unit lift kapasitas daya tampung tempat tidur pasien yang sebelumnya sudah ada dan 1 unit lift passenger yang baru selesai dibuat. Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia menyampaikan bahwa meski memasuki masa pandemi corona, pekerjaan instalasi lift baru ini memang tetap berjalan dengan pertimbangan lift adalah sarana darurat yang harus dipercepat untuk pelayanan pasien di RS Indonesia. Pada akhir April 2020 pekerjaan lift passenger RS Indonesia berukuran cabin 1,2 x 1 x 2,1 meter, memiliki daya tampung 6 orang dengan daya angkut max 450 kg, akhirnya selesai. Pada awal Mei 2020, lift passenger yang berada di lantai 1 (ground) dekat ruang bedah menghubungkan hingga lantai 4 RS Indonesia telah dilakukan pengetesan. Tes meliputi pengecekan kondisi dinding kabin, kelengkapan cabin tombol, intercome cabin, kelengkapan UPS, kesesuaian spesifikasi mesin dan panel control mesin, pengecekan car door, tes level penghentian lift per lantai, tes fungsi UPS saat mati lampu dan cabin dapat bergerak ke lantai yang terdekat. “Alhamdulillah semua fungsi lift berjalan dengan baik,” ujar Edy Sementara tiga unit lift yang sudah ada sebelumnya, sudah difungsikan kembali setelah adanya pekerjaan penambahan ketinggian dari 3 lantai menjadi 5 lantai termasuk lantai basement l, menyesuaikan penambahan lantai RS Indonesia pada pembangunan tahap dua yang tengah berlangsung. Edy mengatakan, berdasarkan data dari Pihak Managemen RSI sejak awal beroperasi awal tahun 2016 sudah lebih dari 450 ribu penduduk Gaza yang berobat ke RS Indonesia. Edy berharap penambahan lift baru bisa bermanfaat untuk menambah pelayanan RS Indonesia di Gaza. Be a part of history…. Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Infowww.mer-c.org+62 811 99 0176office@mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#kitasemuaada#rsindonesiagaza#fearnotgaza#mercindonesia#beapartofhistory#blessingforuniverse