Proses Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Gaza Dimulai

Gaza – Meski sesekali hujan rintik-rintik masih turun di sekitar RS Indonesia, relawan konstruksi tetap semangat memulai proses pembangunan. Di awali dengan sarapan bersama dan briefing saling menyemangati, para relawan berpencar sesuai dengan kompetensinya. Langkah awal adalah menutup sebagian lokasi RS Indonesia untuk digunakan sebagai akses masuk dan storage bahan bangunan yang akan dimasukkan. Jalan di depan Wisma Rakyat Indonesia -Kantor MER-C Cabang Gaza sekaligus tempat tinggal relawan selama bertugas- ditutup dengan seng seluas kurang lebih 300 meter persegi. Arus lalu lintas tidak bisa lagi memutari RS, namun harus keluar ke jalan di depan pintu IGD. Dalam tiga hari terakhir sejak kedatangan relawan konstruksi dari Indonesia, berita tentang RS Indonesia sudah menjadi trending topic lokal, baik di dunia maya maupun obrolan warga. Mereka penasaran kapan akan dimulai pembangunan RS Indonesia yang menurut mereka spektakuler sudah memberikan layanan kesehatan terbaik di Gaza Utara. Dua hari sebelumnya, Selasa/26 Februari 2019, Tim MER-C bertemu dengan Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza. Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried Thalib selaku Presidium MER-C menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016. Saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya. Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza #tahap2rsindonesiagaza #beapartofhistory #mercindonesia
Bertemu Deputy Minister of Health, MER-C Paparkan Rencana Tahap 2 Pembangunan RS Indonesia

Gaza, Selasa siang (26/2/2019) pukul 13.00 waktu Gaza, 4 orang perwakilan MER-C menghadap Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza. Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried selaku Presidium menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016, dan “hutang” 2 lantai RS karena hingga saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya. Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2rsIndonesiagaza#beapartofhistory#donasipalestina#mercforgaza#mercindonesia
Tim MER-C untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Tiba di Jalur Gaza

BREAKING NEWS !!! Jalur Gaza – Tim MER-C untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia akhirnya tiba di Jalur Gaza, Palestina. Selama sekitar 10 jam tidak ada kabar akhirnya pada pkl 00.03 wib atau pkl 19.03 waktu Gaza, Ketua Tim MER-C, Ir. Faried Thalib mengabarkan via pesan singkat whatssapp bahwa Tim sudah mencapai Al Arish, kota kecil terdekat dengan Perbatasan Rafah. Meskipun hari sudah malam, Tim yang didampingi oleh staf KBRI dan pengawalan aparat keamanan memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Perbatasan Rafah yang masih berjarak sekitar satu jam lebih dari Al Arish. Tim akan berupaya untuk bisa masuk ke Jalur Gaza pada malam hari itu juga. “Pemeriksaan sepanjang Suez dan Al Arish sangat banyak dan ketat sehingga perjalanan cukup memakan waktu. Alhamdulillah sekitar pkl 19.00 kami tiba di Al Arish, begitu ada sinyal kami langsung menberi kabar kepada MER-C di Jakarta,” ungkap Faried. Sekitar satu jam kemudian, Tim tiba di Perbatasan Rafah. Tim pun langsung melakukan negosiasi dengan Pejabat di Perbatasan. “Ikhtiar terbaik terus kami lakukan dibantu KBRI,” tambah Faried, yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C. Senin/25 Februari 2019 sekitar pkl 10 malam Waktu Gaza atau Selasa/26 Februari 2019 sekitar pkl 03.00 wib, akhirnya Tim diperbolehkan untuk masuk melintas Perbatasan Rafah dan masuk ke Jalur Gaza, negeri yang masih diblokade, negeri para Nabi, negeri yang diberkahi. Sebuah tempat dimana MER-C akan menunaikan amanah selanjutnya dari rakyat Indonesia, yaitu pembangunan tahap 2 RS Indonesia. Takbir dan ungkapan syukur digemakan oleh seluruh relawan. Satu persatu relawan masuk ke gerbang Rafah menuju bus perbatasan yang akan membawa tim ke gerbang Rafah sisi Gaza. Setibanya di sana, tim langsung disambut dr. Ghazi Ahmad (Direktur Kerjasama Internasional Kemenkes Palestina di Gaza) dan dr. Ashraff (Deputy Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza) juga media-media lokal. Usai penyambutan sederhana namun terasa sangat hangat di sebuah ruangan di Rafah, tim langsung menuju lokasi RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Terima kasih atas doa-doa dari rakyat Indonesia yang selama ini mengiringi perjalanan Tim, hingga akhirnya Tim bisa sampai di Jalur Gaza untuk segera memulai pembangunan tahap 2 RS Indonesia. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2RSIndonesiaGaza#beAPartofHistory
Gaza, Kami Kembali

Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) kembali mengirimkan relawannya ke Jalur Gaza, Palestina. Rencana pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan semakin menuju nyata. Seperti pada pembangunan tahap pertama, pada pembangunan RS Indonesia tahap kedua juga akan dilakukan oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka adalah para relawan yang sebagian besar merupakan alumni relawan pembangunan tahap pertama yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RS Indonesia yang ada saat ini. Total sebanyak 32 relawan akan berangkat menuju Kairo, Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Turut dalam tim ini adalah Presidium MER-C (Ir. Faried Thalib dan Dr. Arief Rachman, SpRad), Ketua Divisi Kontruksi MER-C (DR. Ir. Idrus Muhamad Alatas, MSc), arsitek perancang bangunan RS Indonesia (Ir. Rizal Syarifuddin) serta Ir. Edy Wahyudi Darta, relawan yang pernah memimpin pembangunan tahap pertama RS Indonesia, kali ini dipercaya kembali untuk menjadi Site Manager pembangunan tahap dua RS Indonesia. Keberangkatan relawan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, akan bertolak ke Kairo Mesir pada hari Jumat malam ini/22 Februari 2019, pukul 20.00 wib. Sementara gelombang dua sebanyak 26 relawan akan menyusul terbang ke Kairo pada hari Sabtu/23 Februari 2019 pukul 11.00 wib. Keberangkatan ini dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari otoritas setempat. Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib, menyampaikan bahwa setibanya di Kairo, Tim akan langsung bergerak menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba masuk ke Gaza. “Kami berharap dengan izin yang ada, Tim bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kairo terus kami lakukan,” ujar Faried. “Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan ini diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan,” tambah relawan yang juga mengomandoi pembangunan tahap pertama RS Indonesia, Gaza. RS Indonesia merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia. Terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, RS Indonesia menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD yang dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini, sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat. Kapasitas 100 tempat tidur sudah tidak mencukupi untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan. Untuk itu, pengembangan RS Indonesia akan dilakukan berupa pembangunan dua lantai tambahan guna menambah kapasitas ruang perawatan dan membuka departemen serta layanan medis baru juga pengadaan peralatan kesehatan. Waktu yang dibutuhkan untuk diperkirakan 1 hingga 1,5 tahun. Selama proses pembangunan, pelayanan di RS Indonesia akan berjalan seperti biasa. Jakarta, 22 Februari 2019 Divisi Humas MER-C Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia #mercforgaza #tahap2RSIndonesiaGaza #beapartofhistory
Gaza Diserang, RS Indonesia Alami Kerusakan

MER-C Update Sejak malam hari hingga detik ini, Sabtu/27 Oktober 2018, militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Reza Aldilla Kurniawan, relawan MER-C di Gaza melaporkan bahwa beberapa waktu yang lalu pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya. Reza yang saat itu berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia mengatakan guncangan terasa besar sekali. “Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” ungkapnya. Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka. Sampai berita ini dibuat, menurut Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza. Bantuan dan Donasi untuk RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina: BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Mandiri, 700.1352.061BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308Bank Mualamat Indonesia, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia.
MER-C Salurkan Qurban untuk Muslimin di Rakhine, Myanmar

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan sejumlah hewan Qurban secara langsung kepada muslimin Rohingya di sejumlah desa, negara bagian Rakhine, Myanmar. Hewan qurban terdiri dari 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang disalurkan langsung oleh para relawan MER-C kepada kaum muslimin pada Iedul Adha 1439 H lalu. “Alhamdulillah kami bisa menerima daging qurban dari muslimin indonesia, terima kasih,” kata Muhammad Shamin bin Abdul Aziz salah seorang warga Muslimin di desa Kaing Do, Rabu/22 Agustus 2018. “Disini banyak orang miskin, dan qurban ini sangat bermanfaat untuk mereka,” tambahnya. Relawan MER-C yang menyalurkan langsung kepada warga menyaksikan kebahagiaan terpancar dari wajah warga yang menerima daging hewan Qurban tersebut. “Senang sekali melihat kebahagian meraka, kehidupan meraka sangat sederhana, banyak warga miskin disini, kami bersyukur sekali bisa bertemu dan menyalurkanya secara langsung kepada mereka,” ujar salah seorang relawan MER-C. Sebanyak lebih dari 240 kepala keluarga dari 5 desa menerima daging hewan qurban. “Alhamdulillah kami salurkan di beberapa desa yang masuk di Mrauk u Township, sebanyak lebih dari 240 kk dari 5 desa bisa menerima manfaat dari hewan qurban ini,” tambahnya. Kami bersyukur hewan qurban dari masyarakat Indonesia bisa kami salurkan kepada muslimin disini” pungkasnya. Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176
Qurban Indonesia untuk Gaza

MER-C Indonesia kembali mengadakan program qurban di Gaza, Palestina. Alhamdulillah amanah qurban sebanyak tujuh ekor kambing dan satu ekor sapi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C telah disalurkan secara langsung kepada warga Gaza yang hingga saat ini masih hidup dalam blokade. Hewan qurban sapi dan kambing dibagi menjadi 374 kantong dengan berat per kantong sebesar 1 kg. Relawan Indonesia di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan dibantu beberapa relawan lokal menyalurkan daging qurban secara langsung kepada warga Gaza yang layak menerimanya baik di Gaza City maupun di Gaza bagian Utara. Untuk Gaza bagian Utara wilayah penyaluran daging qurban mencakup Tal Azza’tar, Bayt Lahiya, Bayt Hanoon dan Jabalya. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan amanah qurbannya melalui MER-C Semoga dengan momentum hari raya qurban, kita senantiasa dapat mengingat dan meneladani kembali ketaatan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menjalankan perintah-perintah Allah SWT. Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176
Dubes RI untuk Myanmar Kunjungi RS Indonesia di Rakhine

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Myanmar Prof. Dr. Iza Fadri mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar, Selasa (3/7). Didampingi sekretaris duta besar dan sejumlah staf, Duta Besar yang baru menjabat sejak Maret 2018 meninjau langsung pembangunan RS Indonesia dan menyatakan kegembiraanya atas terlaksananya proyek tersebut, serta berharap akan sangat bermanfaat untuk warga di sekitar lokasi. “Saya sangat gembira. Karena proyek ini benar-benar diperuntukan bagi masyarakat di sekitar dan difikirkan secara matang sehingga efektif dan efisien,” kata mantan gubernur PTIK tersebut. Lebih lanjut mantan Kapolda Sumatera Selatan (2014) itu menyatakan bahwa rumah sakit ini benar-benar telah difikirkan kemanfaatannya, sehingga bengunan tersebut sudah sangat tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat Rakhine. “Kita tahu ketika membangun sesuatu itu harus sesuai dengan kebutuhannya. Setelah saya mengecek, dan saya juga berdiskusi dengan manager proyeknya bahwa itu sudah difikirkan, itu nanti akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Myanmar,” katanya. Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 85 ini pun mengharapkan dengan didirikanya Rumah Sakit Indonesia bisa menambah erat hubungan kedua negara. “(RS Indonesia) Ini juga akan menambah hubungan baik kita dengan Myanmar ke depan sehingga menambah ikatan serta akan terus dikenang,” ujarnya. Kedatangan Duta Besar ini disambut oleh Ketua Divisi Konstruksi MER-C yang sekaligus juga Manajer Proyek RSI, Dr. Ir. Idrus M. Alatas, MSc. Idrus yang sudah berpengalaman membangun di daerah konflik termasuk RS Indonesia di Gaza Palestina tersebut menyatakan bahwa diharapkan RS ini akan selesai pada akhir tahun 2018. Selain mengunjungi RS Indonesia, rombongan Dubes dan MER-C juga mengunjungi dua camp pengungsi yang ada di Sittwe, ibukota Rakhine State, 150 km dari Mrauk U Township. Dubes juga melakukan dialog langsung dengan muslimin di dua camp pengungsi tersebut. Dia berpesan agar kaum muslimin bisa bersabar dalam menghadapi ujian dan konflik yang terjadi. “Di Indonesia juga terdiri dari berbagai macam etnis, dan setiap ada konflik, Indonesia bisa menyelesaikannya sendiri, mudah-mudahan Myanmar juga bisa menyelesaikan konfliknya sendiri,” ujarnya. Dubes juga menyerahkan bantuan sejumlah beras kepada para pengungsi tersebut. Bantuan yang secara simbolis diserahkan kepada perwakilan para pengungsi di Sittwe. Info:Website : www.mer-c.orgFacebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaHP : 0811990176
Hujan Deras, Pengecoran Lantai 2 RSI Sempat Tertunda

Musim penghujan mulai melanda Myanmar. Hujan deras mengguyur Rakhine State, Myanmar, termasuk di wilayah pembangunan RS Indonesia, tepatnya di desa Myaung Bwe, Mrauk U township. Hujan deras yang terjadi berhari-hari menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Jalan antara Rakhine – Yangon bahkan terputus akibat terendam banjir. Material H-Beam serta lebih dari 40 pekerja RS Indonesia yang akan melakukan pekerjaan pengecoran juga tertahan tidak dapat melintas. Pekerjaan pengecoran pun harus ditunda selama beberapa hari. Untunglah pada hari Senin/18 Juni 2018, cuaca mulai bersahabat. Kondisi ini langsung dimanfaatkan untuk memulai pekerjaan pengecoran lantai 2 RS Indonesia. Ir. Nur Ikhwan Abadi dan Ir. Ahmad Fauzi mengarahkan dan mengawasi pekerjaan pengecoran yang dilakukan oleh kontraktor lokal. Puluhan pekerja dari warga lokal terlibat dalam proses ini. Namun kali ini, tidak hanya kaum laki-laki, kaum wanita juga turut bekerja di lokasi pembangunan, demi membantu menafkahi keluarga. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, pada hari Rabu/20 Juni 2018, pengecoran lantai 2 RS Indonesia selesai. Dukungan dan donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui : BCA, 686.028.0009 BSM, 700.1306.833Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176Instagram : @mercindonesiaFacebook : MER-C Indonesia
Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Capai 50 Persen

Enam bulan sudah sejak November 2017, RS Indonesia di Rakhine State memulai pekerjaannya, pada akhir Mei 2018 pekerjaan sudah mencapai 50 persen. Tiang-tiang penyangga dan sebagian atap sudah terpasang, dinding-dinding juga sudah nampak menutupi bangunan seluas 2.100 meter persegi. “Alhamdulillah, meskipun banyak kendala pembangunan RS Indonesia terus berjalan begitupun di bulan Ramadhan dan pada akhir Mei ini sudah mencapai sekitar 50 persen, semoga bisa cepat selesai,” kata Nur Ikhwan Abadi, relawan MER-C di lokasi proyek, Myaung Bwe Village, Mrauk U Town Ship, Rakhine State, Myanmar. Dia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini akan dilakukan pekerjaan pengecoran lantai dua dan pemasang dinding bata yang akan dikerjakan sebelum musim hujan datang. “Pekerjaan ke depan adalah pengecoran lantai 2 serta pekerjaan pemasangan dinding, dan juga tangga ram, kita masih kejar semoga sebelum puncak musim hujan tiba pertengahan Juni ini, bisa kita cor semua atap betonnya” jelas Ikhwan. “Pada Juni hingga Agustus curah hujan di Mrauk U mencapai puncaknya, sehingga akan berdampak terhadap proses pembangunan RSI,” terangnya. Ikhwan menambahkan sesuai jadwal diperkirakan pada akhir tahun 2018 ini pekerjaan RS Indonesia akan selesai. “Direncanakan akhir tahun ini selesai, kita berdoa mudah-mudahan tidak ada kendala berarti ke depannya, karena di awal-awal pembangunan, masalah keamanan, pekerja, cuaca ekstrim dan supply material cukup menjadi kendala pekerjaan,” ungkapnya. MER-C mengirimkan 4 relawan untuk mengawal proses pembangunan RS Indonesia di Myanmar, para relawan yang memang sudah berpengalaman dalam membangun RS di Gaza, Palestina, diantaranya, Ir. Nur Ikhwan Abadi (Insinyur Sipil), Ir. Ahmad Fauzi (Insinyur Sipil), kemudian Karidi (Ahli Mechanical dan Electrical), serta Wanto yang merupakan Kepala Tukang pada Pembangunan RS Indonesia di Gaza. Rumah Sakit Indonesia yang berada di Myaung Bwe Village, Mrauk-U Township, Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia). Dukungan dan donasi Sahabat bagi program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: Mandiri, 124.000.8111.982BSM, 700.130.6833BCA, 686.028.0009 Semua rekening atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Website: www.mer-c.orgFacebook: MER-C IndonesiaCall Center: 0811990176 |Humanity for Peace||Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|