Relawan MER-C Terima Penghargaan dari Presiden Turki

Aktifis dan relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Nur Fitri Taher menerima penghargaan dari International Mount of Olive Peace Awards yang diserahkan oleh Istri Presiden Turki, Emine Erdogan, Senin (7/5) di Istanbul, Turki. Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK. Perempuan berdarah Pariaman Sumatera Barat ini adalah komandan Tim MER-C dalam misi pelayaran menembus blockade Gaza dengan kapal Mavi Marmara, Mei 2010. Nur Fitri ditugaskan menunaikan misi ini bersama dua relawan MER-C lainnya dan satu jurnalis yang bergabung dengan ratusan aktifis pembela Palestina dari berbagai negara. Bukan tanpa alasan Presidium MER-C menunjuk seorang relawan perempuan sebagai komandan Tim. Menurut Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, MER-C menunjuk Nur Fitri karena ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh. “Kami menunjuk Nur Fitri sebagai komandan tim karena ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh, siap syahid, mewarisi darah Siti Manggopoh dan Laksamana Malahayati,” tegasnya. Sementara itu, dalam sambutanya di hadapan Presiden dan pejabat pemerintahan Turki seketika menerima penghargaan, Nur Fitri mengatakan bahwa sebenarnya dia merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut. “Saya sadar benar bahwa sebenarnya saya tidak layak menerima penghargaan ini, jadi saya akan mendedikasikan pengharagaan ini untuk saudara-saudara yang gugur di Mavi Marmara dan untuk seluruh syuhada yang gugur ketika mereka membela palestina” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang terhadap kepeduliannya terhadap Palestina. “Saya ingin berterima kasih kepada anda semua dan kepada semua orang yang memiliki kepedulian terhadap Pelestina, tapi mungkin kita harus memiliki kepedulian yang lebih lagi karena mungkin dengan begitu Allah akan menurunkan bantuan-Nya kepada kita. Dan mungkin ketika saat itu tiba, Palestina akan merdeka” ujarnya. Penghargaan tahunan yang baru pertama kali diadakan ini memberikan penghargaan kepada para penggiat kepalestinaan dari berbagai negara di dunia. Selain Nur Fitri, lembaga internasional tersebut juga memberikan penghargaan kepada orang tua dari Muhammad Abu Khader, remaja Palestina yang dibakar oleh pemukim ilegal Yahudi pada 2014. Selain itu penghargaan juga diberikan kepada orang tua Rachel Corrie, aktifis asal Amerika Serikat yang tewas dilindas sebuah buldoser milik Israel ketika hendak menghancurkan rumah warga Palestina. “Rachel datang ke Gaza sebagai warga negara dunia dalam rangka melawan ketidakadilan bagi siapapun didunia ini” kata Cindy Corrie, ibu Rachel Corrie dalam sambutannya. Selain ketiga wanita tersebut, seorang aktifis asal Swedia Benjamin Ladraa turut pula menerima penghargaan atas kepeduliannya terhadap Palestina. Ladraa berjalan sejauh 5000 km dari Swedia menuju ke Al Quds untuk mengkampanyekan kepeduliannya terhadap Palestina. Penghargaan juga diberikan kepada syahid Naji Ali, aktitif – kartunis yang terkenal dengan karakter Hanzalah. (NIA, NFT- MER-C)
Aksi “Great Return March” Terus Berlanjut di Jum’at ke-3

Jum’at/13 April 2018, puluhan ribu warga Palestina kembali melakukan aksi yang mereka sebut “The Peaceful Great Return March” di sepanjang perbatasan Gaza – Israel. Ini adalah aksi Jum’at ke-3 dari rangkaian aksi yang telah dimulai sejak Jum’at/30 Maret 2018. Data terkini dari Kementerian Kesehatan Palestina yang kami terima menyatakan bahwa pada aksi Jum’at kemarin, sebanyak 1 warga Palestina syahid dan 969 warga mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel yang berjaga di sepanjang perbatasan. RS Indonesia yang berada di Gaza bagian utara kembali menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi para perserta aksi yang mengalami luka-luka. Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan Palestina tersebut, sejak Jum’at kemarin RS Indonesia telah menangani sekitar 55 korban luka. Aksi akan mencapai puncaknya pada 15 Mei 2018 mendatang, bertepatan dengan peringatan ke-70 tahun Hari Nakba, yaitu hari pengusiran warga Palestina untuk membuka jalan bagi terbentuknya negara Israel. Warga Palestina akan terus melakukan aksi menuntut hak mereka untuk kembali ke wilayah asal yang telah direbut oleh Israel. Sebagai bentuk dukungan dan bantuan jangka panjang bagi perjuangan warga Palestina, MER-C akan melakukan pembangunan tahap 2 RS Indonesia berupa pembangunan 2 lantai tambahan dan juga penambahan fasilitas alat kesehatan. Dukungan dan donasi untuk “Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina” dapat disalurkan melalui : BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 BSM, 700.1352.061 BNI Syariah, 081.119.2973 BMI, 358.000.1720 BRI, 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Website : www.mer-c.org Email : office@mer-c.org FB : @MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Youtube: mer-c indonesia Call Center : 0811990176
Aksi “Great Return March” di Gaza Terus Berlanjut

#MER-C UPDATE Aksi protes damai besar-besaran “Great March Return” di sepanjang perbatasan Gaza – Israel terus berlanjut. Dikutip dari mirajnews.com, pasukan Israel telah menewaskan 22 warga Palestina selama sepekan terakhir, termasuk 17 pada Jumat pertama aksi (30/3), dan melukai lebih dari 1.600 warga Palestina. Aksi kembali berlangsung di Jum’at kedua (6/4) kemarin. Berdasarkan rilis Kemenkes Palestina, 8 warga Palestina dikabarkan syahid dan 1.356 lainnya luka-luka akibat tembakan tentara Israel. Para korban ditangani di berbagai RS di Jalur Gaza, termasuk RS Indonesia yang berada di Gaza Utara, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel. Korban yang ditangani di RS Indonesia saat ini mencapai 119 orang. Aksi rencananya akan terus berlanjut hingga 15 Mei 2018 mendatang. Aksi diselenggarakan sebagai protes besar tanpa kekerasan warga Palestina yang menuntut hak mereka untuk kembali ke wilayah asal yang telah direbut oleh Israel. Info lebih lanjut: Website : www.mer-c.org Email : office@mer-c.org FB : @MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Youtube: mer-c indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah untuk Kemanusiaan bagi Orang-orang Yang Paling Membutuhkan|
Progress Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Capai 31 Persen

Memasuki minggu ke-18 pembangunan bangunan utama RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar mencapai lebih dari 31 persen. Pekerjaan yang sudah dilakukan adalah pekerjaan kolom baja untuk bangunan 1 lantai sebelah timur yang dilanjutkan dengan pemasangan atap. Untuk bangunan 2 lantai pekerjaan yang sudah dilakukan adalah pengecoran kolom dan pemasangan dinding bata. Kemudian untuk sisi sebelah barat sedang dilakukan pengecoran tie beam dan jika material kolom baja dan atap tiba, maka akan segera dilakukan pemasangan kolom dan atap di sisi sebelah barat. Berbeda dengan membangun di wilayah aman, pembangunan di wilayah konflik seperti Rakhine State, Myanmar kerap menghadapi berbagai kendala seperti situasi keamanan, perizinan, material dan jumlah SDM pekerja lokal. Hal ini membuat progress pembangunan kadang terlambat dari jadwal yang seharusnya. Penambahan dua relawan Divisi Konstruksi yg telah diberangkatkan pada Senin (2/4) kemarin diharapkan dapat mengejar progress pembangunan dan pembangunan bisa selesai sesuai jadwal. Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Ikuti kami di: Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 (WA) |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Percepat Progress Pembangunan RSI, MER-C Kirim Tim Tambahan ke Rakhine

Jakarta – Hari ini, Senin (2/4), MER-C melepas keberangkatan Tim tambahan dari Divisi Konstruksi MER-C ke wilayah konflik Rakhine State, Myanmar. Tim terdiri dari dua relawan, yaitu Karidi bin Martono Parjo dan Wanto bin Kartu Karyomejo. Tujuan keberangkatan tim adalah untuk mempercepat progress pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Dengan tambahan dua relawan, maka jumlah relawan Indonesia di Rakhine State, Myanmar untuk program pembangunan RS Indonesia menjadi empat orang. Mereka semua akan bertugas di wilayah ini hingga pembangunan RS Indonesia selesai. Karidi dan Wanto terpilih dalam penugasan kali ini karena memiliki pengalaman sebagai Tim Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Karidi pernah dua kali ditugaskan dan tinggal di wilayah terblokade ini selama total 3 tahun. Dengan keahlian khususnya dalam bidang mekanikal elektrikal, dialah yang bertanggung jawab terhadap instalasi listrik dan AC RS Indonesia di Gaza. Seperti halnya Karidi, Wanto yang memiliki keahlian dalam bidang sipil dan arsitektur juga pernah bertugas di Jalur Gaza selama 20 bulan lamanya. “Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki kita berharap tambahan dua relawan bisa mengejar progress pembangunan bangunan utama RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dan pembangunan bisa selesai sesuai jadwal pada bulan September 2018 nanti,” ujar DR. Ir. Idrus M. Alatas, MSc, Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia. Tim bertolak dari Jakarta dengan menggunakan maskapai penerbangan Thai Airways dan diperkirakan akan tiba di Yangon pada hari ini pukul 18.00 waktu setempat. Dari Yangon, kedua relawan akan melanjutkan perjalanan ke Sittwe, Ibukota Rakhine State dengan menggunakan penerbangan lokal. Untuk mencapai lokasi pembangunan RS Indonesia masih diperlukan perjalanan darat sekitar 3-4 jam. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Ikuti kami di: Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 (WA) |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Ribuan Warga Gaza Ikuti Aksi “The Great March of Return”

Relawan Indonesia di Gaza melaporkan bahwa hari ini, Jumat/30 Maret 2018, ribuan warga Gaza baik laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak menuju perbatasan Israel untuk mengikuti aksi protes damai yang disebut sebagai “The Great March of Return”. Hari ini adalah hari pertama aksi yang bertepatan dengan peringatan 42 tahun Hari Tanah. Berbeda dengan sebelumnya, aksi tahun ini rencananya akan terus dilakukan selama berminggu-minggu ke depan hingga 15 Mei 2018 untuk memperingati 70 tahun Hari Nakbah atau bencana. Pada hari itu tahun 1948, lebih dari 700.000 warga Palestina diusir dari tanah mereka untuk membuka jalan bagi terciptanya negara Israel. Aksi diselenggarakan sebagai protes besar tanpa kekerasan warga Palestina yang menuntut hak mereka untuk kembali ke wilayah asal yang telah direbut oleh Israel. Merespon aksi warga Palestina di Gaza, ratusan personil militer zionis Israel juga mulai berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap. Seluruh Rumah Sakit di Gaza termasuk Rumah Sakit Indonesia yang berjarak hanya 2,5 km dari perbatasan Israel tetap beroperasi meskipun di hari libur. Hal ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban. Ikuti kami di: Website : www.mer-c.org FB : @MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia WA : 0811990176
Sungai, Sumber Air RS Indonesia Rakhine di Musim Kemarau

Selain listrik yang kerap mati, air pun menjadi kendala terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, air di sekitar lokasi pembangunan RS Indonesia (RSI) yang terletak di desa Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar pun menjadi kering. Salah satu usaha untuk mendapatkan air adalah lewat sungai yang berada di dekat RSI. Pipa sepanjang lebih dari 500 m dari sungai ke lokasi RSI pun harus dipasang untuk mendapatkan air yang akan digunakan baik untuk kebutuhan proyek atau pun untuk kebutuhan sehari-hari. Hari ini, Ahamdulillah, pipa air sudah terpasang,” ungkap Nur Ikhwan penuh syukur dalam pesan singkatnya. “Dengan menggunakan pompa, air sudah mulai mengalir ke bak penampungan yang dibuat di bagian belakang lokasi RSI. Perlu waktu sekitar 3 jam hingga bak penampungan ini penuh,” tambahnya. Ditengah berbagai kendala yang ada, pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar terus berjalan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal pada bulan September 2018 mendatang. Doa dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan demi terwujudnya RS Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sebuah langkah kemanusiaan untuk memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Myanmar. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pengawas Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Manfaatkan Kayu Bakar untuk Memasak

“Dari tadi pagi sih Mba. Sampai sore ini listrik belum hidup juga”, sepenggal kalimat yang masuk ke wa MER-C saat MER-C Pusat menanyakan kondisi dua pengawas pembangunan dan perkembangan pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia menginformasikan bahwa sehari-hari listrik di lokasi pembangunan RS Indonesia sering mendadak mati, namun biasanya hanya sekitar satu sampai dua jam, kemudian hidup kembali. Tapi beberapa hari ini listrik mati dari pagi sampai sore. Untuk mensiasatinya, Nur Ikhwan mengaku mereka memanfaatkan kayu-kayu sisa pembangunan yang sudah tidak terpakai untuk membuat tungku yang mereka gunakan untuk memasak makanan. Ketergantungan warga Rakhine dan Mrauk U akan listrik memang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan warga masyarakat menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari termasuk memasak, begitupun dengan kedua pengawas pembangunan RS Indonesia. Penggunaan gas ada, tapi pasokan gas tidak sampai ke wilayah Mrauk U. Ditanya tentang pengaruh matinya listrik dengan pekerjaan pembangunan rumah sakit, menurut Nur Ikhwan pekerjaan tetap berjalan karena tersedianya genset di lokasi pembangunan. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Masuki Tahap Pengecoran Tie Beam

Pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang tengah berlangsung di Rakhine State, Myanmar pada Minggu, 25 Februari 2018 sudah mulai tahap pengecoran tie beam, yaitu pengecoran balok pengikat antar pondasi. Menurut Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia di Rakhine, pekerjaan pengecoran tie beam diperkirakan akan memakan waktu hingga bulan Maret 2018. Pekerjaan selanjutnya dari bangunan utama RS Indonesia yang akan terdiri dari 2 lantai adalah pekerjaan kolom yaitu pemasangan besi, bekisting dan pengecoran. Pembangunan RS Indonesia dijadwalkan akan selesai pada bulan September 2018 mendatang. Pembangunan RS Indonesia adalah bagian dari Diplomasi Kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak membangun RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Lika-liku Pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Myanmar

Membangun di daerah konflik memang berbeda dengan membangun di daerah aman, dimana semua bisa diprediksi atau diperkirakan sesuai dengan yang direncanakan. Tidak terkecuali pembangunan sarana kesehatan RS Indonesia yang saat ini sedang dibangun di Rakhine State, Myanmar, tempat dimana banyak terjadi konflik horizontal. Site Manager RS Indonesia, Ir. Nur Ikhwan Abadi melaporkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, sudah mencapai lebih dari 21 persen. Setelah pekerjaan fondasi selesai, tahap berikutnya adalah pekerjaan timbunan dan tie beam yang diperkirakan akan selesai dalam dua minggu kedepan. Direncanakan pembangunan bangunan seluas 2.100 meter persegi ini akan selesai dalam waktu 10 bulan. Namun pekerjaan sempat beberapa kali terhambat akibat situasi yang tidak bisa diprediksi. Seperti perizinan material untuk datang ke Mrauk U. Material-material khusus seperti plate, h beam, anchor bolt dan lainnya harus didatangkan dari luar Rakhine. Material tersebut memerlukan perizinan khusus dari pemerintah yang memerlukan waktu. Ditambah lagi setidaknya diperlukan 2-3 hari perjalanan darat untuk mengangkut material tersebut ke lokasi pembangunan RS Indonesia di Myaung Bwe. Material lain yang memerlukan perizinan khusus adalah tanah timbunan. Mengambil tanah untuk timbunan bangunan seluas lebih dari 2.000 meter persegi tersebut memang tidak mudah. Hal ini dikarenakan tanah timbunan diambil dari bukit-bukit yang mengelilingi Mrauk U dimana di atasnya banyak terdapat peninggalan bersejarah. Untuk mendapatkan izin pengambilan tanah urugan ini diperlukan perizinan 3 departeman, salah satunya adalah Departemen Arkeologi, yang sangat ketat membatasi pengambilan tanah yang dianggap akan merusak situs bersejarah. Namun semua ini tidak menyurutkan semangat tim pembangunan RS Indonesia. Pekerjaan harus terus dilakukan dan amanah dari rakyat Indonesia harus segera disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Rakhine. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemudahan agar amanah rakyat Indonesia berupa bangunan Rumah Sakit ini bisa segera terealisasi. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|