Tim Bedah MER-C Bersiap Ke Filipina

MER-C sedang bersiap-siap untuk segera memberangkatkan Tim bedah ke Filipina. Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis mengatakan bahwa kemungkinan besar badai Haiyan yang terjadi di Filipina Akan mengakibatkan tingginya jumlah korban trauma yang membutuhkan tindakan operasi. Tim yang diagendakan untuk berangkat tanggal 17 November 2013 ini direncanakan untuk mulai bergerak dari Cebu untuk mencari lokasi yang paling memerlukan bantuan. Joserizal menambahkan bahwa karena masa pemulihan pasca bencana tidak dapat berlangsung cepat, maka inshallah MER-C Akan mengirimkan tim lanjutan. Di Filipina MER-C akan bekerja sama dengan institusi setempat, termasuk dengan gereja Katolik untuk dapat memberikan bantuan kepada para korban bencana. Rekening Donasi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Alam di Filipina : BCA, Cab Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee
MER-C’s Surgical Team be Prepared for Philippines

Jakarta – MER-C is being prepared to depart their surgical team to the Philippines. MER-C Presidium Dr. Jose Rizal Jurnalis said the impact of Haiyan typhoon in the country will cause a high toll of traumatic victims in need of surgical action. The team scheduled to depart on November 17, 2013 plans to start from Cebu to find for locations which are in need for urgent assistance. Jose Rizal also added since disaster recovery would need for uncertain period, so that Inshallah, MER-C will send their next team. In Philippines, MER-C will cooperate with local institutions, including Catholic churches to distribute donations for all victims MER-C Accounts for Philippines – Natural Disaster : BCA, Kwitang Branch, 686.0099339 BSM, Salemba Branch, 701.5658899 on behalf of Medical Emergency Rescue Committee
A car to go to Gaza

Jakarta – Saturday, November 9, 2013, A couple came to MER-C office, driving a silver Yaris, intended to donate their car for Indonesian hospital development in Gaza, Palestine. They explained the reason behind was due to MER-C’s transparency in receiving and distributing donations, in addition to physical building evidence of Indonesian hospital in Gaza, Palestine. MER-C Presidium Dr Sarbini Abdul Murad who received the donation expressed his admiration to the great attention of Indonesians toward hospital development in Gaza. He then hoped with the same huge support would accelerate hospital development so that it could be useful for Palestinians in Gaza.
Kementrian Ekonomi Gaza Usahakan Akses Semen Untuk RSI

Gaza – pada tanggal 7 Nopember 2013 Kementrian Ekonomi pemerintahan Gaza-Palestina, diwakili oleh utusan-urusannya yang dipimpin oleh Muhammad Abu Sya’r datang mengunjungi Lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang sudah memasuki tahap finishing Para perwakilan kementrian ekonomi pemerintahan Gaza-Palestina datang untuk dapat melihat secara langsung perkembangan pembangunan RSI sekaligus untuk mengetahui berapa banyak bahan bangunan yang dibutuhkan demi selesainya pembangunan RSI. Menurut ketua tim pembangunan RSI Ir. Faried Thalib, RSI ditargetkan untuk selesai dibangun di bulan Desember 2013. Kedatangan perwakilan pemerintahan Gaza ini merupakan jawaban atas permintaan langsung dari MER-C agar pemerintahan Gaza dapat memfasilitasi kemudahan akses pengiriman Bahan bangunan seperti semen, agar RSI dapat selesai sesuai target.
Meskipun Ada Hambatan, Bangunan RSI Semakin Mendekati Sempurna

Gaza – Perkembangan terakhir Rumah Sakit Indonesia di Gaza semakin mendekati sempurna terutama dari segi fisik atau bangunan nampak bahwa RSI sudah terlihat indah dari luar karena pemasangan dinding marmer atau biasa disebut oleh orang Gaza sebagai Hajar Quds telah selesai 100%. Demikian dilaporkan oleh Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqorrobin Alfikri, Senin (16/9). “Pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pemasangan keramik, pemasangan plafon yang sudah mencapai 60%, pengecatan dinding lantai satu dan lantai dua serta pemasangan pagar keliling RSI,” ungkap Fikri, salah satu relawan yang juga tengah menempuh pendidikan melalui program beasiswa di Universitas Islam Gaza. Selain pekerjaan arsitektur, pekerjaan Mekanikal Elekterikal RSI juga terus dilakukan oleh para relawan asal Indonesia yang meliputi pekerjaan sanitair, nursecall, instalasi listrik panel, pemasangan AC dan fire fitting (hydrant). “Pekerjaan Mekanikal Elektrikal RSI yang belum bisa dikerjakan oleh relawan adalah sound system dan fire alarm. Hal ini dikarenakan memang sulitnya bahan,” tambahnya. Pergolakan yang terjadi di Mesir yang berimbas pada ditutupnya Perbatasan Rafah sebagai jalur keluar masuk dari Mesir ke Gaza juga menjadi hambatan tersendiri bagi pembangunan RSI. “Hambatan yang dialami pada pembangunan RSI tahap ini secara umum ialah sulitnya mendapatkan bensin dan solar. Bensin dan solar adalah sesuatu yang sangat inti dalam kaitannya dengan pemadaman listrik yang dilakukan Israel yang semakin tidak mengenal waktu,” ujar Fikri. Tidak hanya bensin dan solar, semen juga menjadi bahan yang langka karena pasokan yang dikirimkan melalui jalur Rafah sempat terbatas. Begitupun cat dalam volume besar juga sulit didapat karena berasal dari Mesir. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME) pun tidak luput dari hambatan. Para relawan ME mengaku sulit mendapat kabel 25 mm, 50 mm dan 240 mm, pipa untuk fire alarm dan juga lampu karena keterbatasan pengiriman dari Mesir. Ditengah hambatan-hambatan yang ada, pekerjaan pembangunan RS Indonesia tetap berlangsung. “Semua relawan RSI tetap bekerja sesuai bidang keahlian dan amanah yang mereka terima. Kami hanya bisa berdoa dan berusaha dengan sebaik-baiknya agar pembangunan RS Indonesia bisa selesai sesuai jadwal pada akhir tahun ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan,” tutur Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia.
Konflik Mesir dan Bulan Suci Ramadhan; Apa Kabar RSI dan Relawan Indonesia di Gaza?

Gaza, Palestina – Telah kita ketahui bersama konflik yang tengah terjadi di Mesir dengan segala kepahitannya bagi ummat Islam. Hal ini bukan tidak berdampak pada pembangunan RS Indonesia (RSI) di Gaza. Krisis beberapa bahan bangunan seperti semen yang saat ini sangat langka, krisis gas, bensin dan solar yang terlebih dahulu menimpa Gaza, bahkan hampir-hampir beras pun sangat sulit didapat. Inilah yang terjadi hingga saat ini di Jalur Gaza. Bahan bangunan berupa semen sangatlah vital dalam suatu proyek khususnya pembangunan RSI ini. Masuknya semen dari Mesir sangatlah terbatas melalui jalur normal. Kecil kemungkinan untuk mendapatkannya seperti sebelum-sebelumnya. Bukan hanya dibatasi untuk masuknya semen ke Jalur Gaza, tetapi juga harga dinaikkan berkali lipat. Yang semula harga perton semen sebesar 400 shekel kini menjadi 1000 shekel. Terwongan-terowongan yang biasa warga Jalur Gaza gunakan sebagai wasilah ke dua untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka pun hancur oleh sebab dampak dari konflik Mesir. Segala usaha dilakukan para relawan RSI agar pembangunan dapat terus berjalan, Alhamdulillah semen bisa didapatkan walaupun tidak sejumlah target normal. Pekerjaan dapat terus berlanjut walaupun agak sedikit tersendat oleh beberapa faktor di atas. Hingga menjelang Ramadhan para relawan tetap fokus pada pekerjaan pembangunan RSI. Jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah mekanikal elektrikal (ME), pengecatan, pemasangan dinding batu alam (hajar quds), perataan jalan dan halaman RSI, pagar dinding, main entrance dan granolitik. Kegiatan Relawan Kala Ramadhan Menjelang bulan suci Ramadhan para relawan yang saat ini berjumlah 33 orang berunding mengenai waktu kerja yang akan mereka jalankan. Pada umumnya saat Ramadhan warga Gaza berkerja malam hari setelah shalat tarawih hingga menjelang sahur. Berdasarkan kesepakatan bersama akhirnya diputuskan bahwa waktu kerja para relawan RSI pada bulan Ramadhan ini ialah mulai ba’da shubuh jam 05.00 hingga menjelang Dzuhur jam 12.30 dengan sekali istirahat untuk shalat Dhuha pada jam 09.00 hingga setengah jam ke depan. Tersisa waktu sekitar 45 menit dari selesainya waktu kerja menjelang Dzuhur, para relawan menggunakannya untuk beristirahat sejenak kemudian mandi untuk persiapan shalat Dzuhur di masjid. Setelah shalat Dzuhur para relawan menggunakan waktu mereka dengan bertadarrus Al-qur’an di masjid dan ada pula yang di RSI. Diantara mereka yang menetap di masjid dari shalat Dzuhur hingga menjelang buka puasa dengan bertadarrus Al-qur’an diselingi dengan istirahat sejenak. Pada bulan Ramadhan seluruh masjid di Gaza tidak ada jeda waktu setelah adzan Maghrib dan Isya. Iqomah langsung dikumandangkan oleh muadzin setelah adzan. Ini membuat para relawan berangkat ke masjid jauh sebelum waktu adzan Maghrib dikumandangkan dengan membawa bekal bukaan puasa berupa buah wajib bagi mereka setiap harinya, yaitu tiga butir kurma dan buah lainnya yang tersedia seadanya. Usai menunaikan shalat maghrib para relawan langsung kembali ke RSI untuk makan malam bersama, kemudian setelah makan malam mereka melanjutkan tadarrus hingga shalat Isya. Tibalah waktunya Sholat Tarawih berjamaah. Sebagian relawan melakukannya dengan safari sholat Tarawih, yaitu berpindah-pindah masjid setiap harinya. Sebagian lain memilih sholat Tarawih berjamaah di Basement RSI yang dimulai sekitar Jam 2 malam waktu Gaza dengan bacaan murotal Al Qur’an 1 juz setiap malamnya yang diimami oleh Reza Adilla Kurniawan, salah satu relawan RSI asal Pesantren Al Fatah yang hafal 30 juz Al Qur’an. Kegiatan ibadah relawan kemudian dilanjutkan dengan sholat witir yang diimami oleh Ust Abdurrahman, yang sudah dua kali bertugas di Gaza untuk RSI. Doa qunut pun dilantunkan para relawan untuk memohon pertolongan Allah agar kembalinya Palestina dan Masjidil Aqsha ke pangkuan kaum muslimin, juga berharap Allah memenangkan kaum muslimin yang tertindas dan terdzolimi di seluruh negeri muslim lainnya. Kegiatan pembangunan RSI dimulai lagi ketika para relawan selesai melakukan sahur bersama dan sholat Subuh berjamaah. “Alhamdulillah kami tetap terus bersemangat walau setelah Sholat Subuh melanjutkan kembali pekerjaan amal sholih pembangunan RS Indonesia yang kami mulai jam 05.00 pagi sampai dengan jam 12.30 siang nanti,” ujar Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan RSl di Gaza, Palestina. Dukungan berupa do’a dan lainnya masih sangat diharapkan oleh kami relawan RSI dan harapan kami jangan berhenti berdo’a untuk kelancaran pembangunan RSI demi terjalinnya hubungan silaturahim jangka panjang antara warga Indonesia dan warga Palestina ke depan. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi untuk Program Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Palestina dapat mengirimkan melalui : BCA, No. Rek. 686.0153.678, a/n. Medical Emergency Rescue Committee BSM, No. Rek. 700.1352.061, a/n. Medical Emergency Rescue Committee BNI Syariah, No. Rek. 0811192973, a/n. Medical Emergency Rescue Committee RS MER-C di Galela Mulai Pemasangan Atap Galela, Maluku Utara – Sementara program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina terus berjalan diantara blokade Israel dan konflik yang tengah melanda Mesir, begitu juga dengan pembangunan Rumah Sakit di Galela, Maluku Utara. Di wilayah timur Indonesia yang memiliki sejarah kelam akibat konflik ini, bangunan Rumah Sakit yang dilakukan Divisi Konstruksi MER-C juga semakin hari semakin tampak kokoh dan cantik. Hal ini semua dapat terwujud atas pertolongan Allah SWT juga doa serta donasi dari warga lokal, Pemda dan rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Seperti RS Indonesia di Gaza, RS MER-C di Galela dengan luas bangunan 2.800 m2 juga tengah memasuki tahap Arsitektur. Setelah sempat terhenti, namun atas donasi dari masyarakat yang masuk ke rekening donasi amanah RS Galela, pekerjaan pembangunan bisa dimulai kembali. Kali ini fokus pekerjaan adalah pemasangan rangkap atap baja ringan dan atap RS yang berwarna biru. Material rangka baja ringan dan atap semua dipesan dan dibuat di Jakarta. Material tersebut kemudian dikirim menggunakan ekspedisi laut yang perjalanannya memakan waktu selama satu bulan. Alhamdulillah pada akhir Juni 2013, material tiba di Pelabuhan Galela sehingga pekerjaan pemasangan atap bisa mulai dilakukan per awal Juli 2013. Untuk mengawasi pekerjaan tahap ini, Divisi Konstruksi MER-C menugaskan satu orang relawan Teknis yang sejak awal sudah terlibat dalam proses pembangunan. Pemasangan atap dijadwalkan selama 1 bulan. Dalam awal pekan depan, Ketua Divisi Konstruksi MER-C dan Tim akan berkunjung ke Galela untuk melakukan supervisi pembangunan. “Awal pekan depan saya dan tim akan berkunjung ke Galela untuk melakukan supervisi pekerjaan atap bangunan RS yang sudah berjalan selama 2 minggu. Setelah Galela, dalam bulan ini juga kami berharap bisa melakukan supervisi pembangunan RS Indonesia di Gaza,” tutur Ir. Faried Thalib, Ketua Divisi Konstruksi MER-C. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin
Relawan RSI Sambut Ramadhan dengan Memuliakan Al-Qur’an dan Para Penghafalnya

Gaza, Palestina – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Ahad, 07 Juli 2013 usai shalat maghrib, MER-C Cabang Gaza mengadakan acara yang melibatkan warga sekitar RSI. Acara yang diadakan usai sholat maghrib ini bertempat di sebuah masjid tua sederhana bernama Zawiyah yang terletak di sebelah utara RSI. Masjid Zawiyah dipilih karena di sinilah sebagian besar relawan RSI biasa menunaikan shalat lima waktu mereka. Atas kerjasama dengan tokoh masyarakat setempat, imam besar masjid dan beberapa pemuda pengurus masjid, acara berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan. Acara dihadiri oleh segenap masyarakat jama’ah masjid dan seluruh relawan RSI yang saat ini berjumlah 33 orang. Rangkaian acara terdiri dari sambutan tokoh masyarakat yang juga Imam Besar masjid, Akram Nashar Abu Al-amin yang menyampaikan keutamaan Ramadhan dan menjaga Al-qur’an dengan menghafalnya. Mewakili pihak MER-C dan relawan RSI, Muhammad Husein menyampaikan pesan dan kesan dari MER-C. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian bingkisan bagi anak-anak penghafal Qur’an di masjid tersebut. Tak lupa para relawan juga memberikan bantuan bagi guru tahfidz dan kegiatan operasional masjid. Niat MER-C Cabang Gaza mengadakan acara ini bukanlah semata hanya untuk memberikan bingkisan atau lain sebagainya, akan tetapi yang terpenting adalah menyatukan tali silaturahmi dan menyampaikan pesan salam dan cinta kasih mewakili rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina terkhusus para anak-anak penghafal Al-qur’an di Gaza. Alhamdulillah pesan tersebut tersampaikan dengan do’a dari seluruh masyarakat yang hadir pada acara tersebut ketika di penghujung acara. Para relawan RSI juga sangat senang menyaksikan kebahagiaan yang tampak dari wajah-wajah para penghafal Al-qur’an yang terpilih menerima bingkisan dari MER-C. Semoga dengan do’a tersebut dapat menambah pahala dan kemudahan serta kelancaran bagi para relawan untuk menunaikan amanah pembangunan RSI di Gaza yang sedang dibangun sebagai persembahan bagi rakyat Gaza-Palestina.
Gaza Gelar Peringatan Tragedi Kemanusiaan Mavi Marmara Ketiga

Gaza, Palestina Peringatan tragedi kemanusiaan Mavi Marmara sudah dua kali diperingati di Gaza-Palestina. Jumat (31/5) kembali dilangsungkan peringatan mengenang tragedi Mavi Marmara yang ke-3 di Gaza, tepatnya di Monumen Mavi Marmara yang terletak di pinggir pantai Gaza. Dihadiri oleh Ketua Insani Yardim Vakfi (IHH) Turki cabang Palestina Mohammed Kaya dan beberapa staffnya, acara berlangsung dengan lancar selama kurang lebih dua jam mulai pukul 09.00 11.00 waktu Gaza. Acara peringatan tersebut dihadiri juga oleh berbagai kalangan masyarakat dan wartawan-wartawan dari berbagai stasiun televisi di Gaza. Dalam wawancaranya ketua IHH ini menyampaikan, Alhamdulillah tiga tahun yang lalu Allah memberikan kami peristiwa yang menyebabkan syahidnya beberapa orang dari kami yang kami bangga dengannya. Itu juga yang menyebabkan kami semakin terikat dengan warga Palestina karena tujuan kami berlabuh pun untuk mereka (warga Palestina). Sesungguhnya kami bersama kalian (warga Palestina) atas izin Allah. Di sela-sela pengerjaan pembangunan RS Indonesia, relawan MER-C Indonesia berkesempatan menghadiri peringatan Mavi Marmara dengan tidak lupa memakai atribut lengkap dan membawa bendera Merah putih. Pekerjaan arsitektur RSI yang terus berjalan dan ME (Mechanical Electrical) yang telah mencapai pembuatan AC, membuat relawan harus terus berkonsentrasi terhadap amanah pekerjaan mereka. Tetapi bukan khas relawan RSI jika tidak mengisi waktu libur hari Jum’at dengan hal-hal yang bermanfaat seperti menghadiri acara seperti ini jika memang bertepatan waktunya.
Relawan RS Indonesia Hadiri Acara Kunjungan Yusuf Qordhowy

Gaza Palestina. Persatuan Ulama Muslimin Dunia dengan pimpinan masyhur Syeikh Doktor Yusuf Qordhowy dengan didampingi 50 delegasi ulama dari berbagai negara seperti Libya, Suriah, Arab Saudi sampai Australia mengadakan kunjungan ke kota Gaza-Palestina untuk mengadakan Konferensi Pembebasan Al-Aqsha dan para tahanan. Relawan RS Indonesia berkesempatan mengikuti selama dua hari acara kunjungan cendekiawan muslim asal Mesir ini. Rabu (8/5) sekitar pukul 21.00 waktu Gaza, rombongan Syeikh Doktor Yusuf Qordhowy tiba di Jalur Gaza dan disambut langsung oleh PM Palestina Ismail Haniya. Keesokan harinya, Kamis (9/5), bertempat di Katibah kota Gaza, Syeikh Doktor Yusuf Qordhowy menyampaikan bahwa ummat Islam jangan pernah berhenti melawan musuh dalam rangka pembebasan Al-Aqsha. Di tengah kesibukan para relawan MER-C dalam program pembangunan RS Indonesia di Gaza, sebanyak 30 relawan turut menghadiri momen penting ini. Hal ini atas izin dari Ir. Edy Wahyudi selaku Ketua program pembangunan RS Indonesia di Gaza. Ir. Edy Wahyudi memberikan liburan khusus selama satu hari untuk refreshing fisik para relawan RSI yang setiap harinya bekerja untuk pembangunan RS Indonesia. Liburan khusus seperti ini diberikan 1 hari dalam jangka waktu 4 bulan. Pada hari itu para relawan dibagi menjadi dua kelompok untuk menuju Katibah kota Gaza. Relawan RSI tiba di lokasi dua jam sebelum acara dimulai. Dengan penjagaan yang sangat ketat dari pemerintahan kota Gaza, para relawan RSI berhasil menempati kursi di barisan paling depan. Pada hari Jumat (10/5), rombongan Syeikh Yusuf Qordhowy melaksanakan shalat Jumat bersama di masjid Umari, sebuah masjid berusia 4.000 tahun yang terletak di Distrik Darj, Gaza City. Dengan penjagaan yang sangat ketat dan jamaah yang melimpah ruah sejak dua jam sebelum adzan dikumandangkan. Alhamdulillah, hari Jumat adalah hari libur untuk kawasan Palestina dan sekitarnya, sehingga para relawan RS Indonesia kembali dapat menghadiri khutbah dan melaksanakan shalat berjamaah bersama rombongan Asy-Syeikh dengan mendapatkan shaf terdepan. Selama dua hari berturut-turut para relawan memanfaatkan waktunya untuk mengikuti acara kunjungan Syeikh Yusuf Qordhowi, tentulah bukan tidak merasa lelah, tetapi semua terbayar dengan hasil yang mereka peroleh. Keesokan harinya mereka kembali bekerja seperti biasa dengan agenda pekerjaan RS Indonesia di Gaza yang terdiri dari pembangunan gedung utama dan gedung pelengkap. Bidang-bidang pekerjaan antara lain pemasangan instalasi listrik (cable tray, stop kontak, saklar), Pekerjaan Sanitair dan Plumbing (Pemipaan saluran: air bersih, air panas, air kotor dan air hujan) serta Pekerjaan Plesteran dan Blok. Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT kami berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas doa dan dukungan baik moral maupun materilnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan yang lebih baik atas keikhlashan rakyat Indonesia dalam membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza-Palestina.
Asosiasi Ikatan Insinyur Gaza Lakukan Studi Banding ke RS Indonesia

Gaza, Palestina Salah satu asosiasi ikatan insinyur Gaza Association of Engineers, Gaza Governorates Palestine, Sabtu (27/04) siang sekitar pukul 15.00 waktu Gaza, dengan anggota sekitar 15 orang datang berkunjung ke RS Indonesia yang terletak di kota Bait Lahiya Gaza Utara. Tujuan kunjungan mereka dalam rangka melakukan studi banding ke RS Indonesia. Di dampingi Ir. Edy Wahyudi sebagai perwakilan dari MER-C, salah satu perwakilan dari asosiasi insinyur, Mr. Wahid, mengungkapkan tujuan mereka memilih studi banding ke RS Indonesia. Keunikan konstruksi bangunan Rumah Sakit Indonesia yang berbeda dengan bangunan-bangunan di Gaza pada umumnyalah yang membuat asosiasi yang didirikan pada 19 Desember 1976 ini memilih Rumah Sakit Indonesia sebagai objek yang menantang untuk dipelajari. Sangat terlihat jelas antusiasme dari raut muka kelima belas orang insinyur ini menerima arahan dan penjelasan baik dari Mr. Wahid selaku pimpinan kelompok maupun dari Ir. Sulis Dian serta Ir. Edy Wahyudi yang dengan gamblang menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui oleh para insinyur ini. Mereka mengelilingi semua ruangan di RS Indonesia yang mereka anggap wajib untuk mereka gali pengetahuannya. Berawal dari meneliti bagian basement RS Indonesia, kelompok insinyur ini melanjutkan kunjungan ke lantai satu, kemudian ke lantai dua dan kunjungan berakhir di sumur bor RS Indonesia yang baru saja selesai proses pengeborannya sehari sebelumnya. Mengakhiri kunjungannya ke RS Indonesia para insinyur ini memperlihatkan senyum dan salam hangat yang menandakan kepuasan mereka selama sekitar satu setengah jam lebih berkeliling di RS Indonesia. Dengan menggunakan tansportasi mobil carry ala Gaza dan motor mereka kemudian berpamitan untuk pulang. Seperti kepuasan para rekan-rekan insinyur Gaza ini, kami sebagai relawan Indonesia yang mengemban amanah pembangunan RS Indonesia juga puas atas pelayanan kami menjamu tamu-tamu yang datang silih berganti ke RS Indonesia baik siang maupun malam.