Silaturahim ke DPP PKS, MER-C Sampaikan Rencana Pembangunan RS di Yaman

Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad melakukan kunjungan ke DPP PKS di Jalan TB Simatupang untuk bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Syuro PKS, Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, Selasa (05/12). Turut serta dalam silaturahmi tersebut adalah DR. Ir. Idrus M. Alatas, Ketua Divisi Konstruksi MER-C sekaligus Project Manager RS Indonesia di Rakhine Myanmar, dan Drs. Ichsan Thalib dari Divisi Konstruksi MER-C. “Ini adalah pertama kali MER-C bersilaturahmi ke DPP PKS. Kalau dengan Pak Salim sudah beberapa kali bertemu saat beliau menjadi Mensos RI. Tujuan silaturahmi kali ini adalah untuk berdiskusi masalah umat, masalah kebangsaan dan juga kemanusiaan, serta apa yang dapat disinergikan” ujar Sarbini. Selain menyampaikan mengenai program-program yang sudah dilakukan oleh MER-C, yaitu pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza (Palestina) dan pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di Rakhine (Myanmar), kesempatan silaturahim juga dimanfaatkan oleh anggota Presidium MER-C ini untuk menyampaikan mengenai rencana pembangunan RS Indonesia di Yaman yang sedang berkecamuk perang. “Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri merespon positif rencana ini. Beliau mengapresiasi dan mendukung MER-C untuk membangun Rumah Sakit di Yaman,” terang Sarbini. “Kami mengajak kerjasama PKS dan komponen umat Islam lainnya. Mungkin nanti kita coba untuk menggalang aliansi, orang-orang Hadramaut dan masyarakat yang peduli untuk bisa membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Yaman,” tambahnya. Terkait rencana pembangunan RS di Yaman, Drs. Ichsan Thalib dari Divisi Konstruksi MER-C menyampaikan bahwa sudah ada yang menawarkan tanah wakaf untuk lokasi pembangunan RS. MER-C akan mengirimkan tim untuk melakukan survai lokasi dan assessment lebih lanjut ke Yaman. Info: www.mer-c.org 0811990176
Persiapan Trip ke-2 Program Kapal Kemanusiaan, MER-C Kirim Obat-obatan dan Alkes ke Papua Barat
MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) serta didukung oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) akan menjalankan trip ke-2 Program Kapal Kemanusiaan Papua Barat yang akan dimulai awal Desember 2017. Untuk persiapan, MER-C telah mengirimkan lebih dulu sejumlah obat-obatan dan alat kesehatan untuk keperluan program ini ke Sorong. Seperti pada trip pertama, trip ke-2 juga akan menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan sulit diakses di Papua Barat, kali ini kepulauan Misool. Sekitar 21 desa di kepulauan Misol yang tersebar di Misool Selatan, Misool Barat, Misool Timur dan Misool Utara ditambah beberapa desa di pula Jefman, pulau Buaya dan pulau Arar akan dijelajah oleh tim MER-C dan AMCF. MER-C sendiri akan berfokus pada pelayanan kesehatan seperti pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata, dan penyuluhan kesehatan. Info:www.mer-c.org0811990176
Program Kapal Kemanusiaan 2 Target Jangkau 28 Desa Terpencil di Papua Barat

Setelah berhasil menjalankan program Kapal Kemanusiaan Papua Barat trip pertama, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dengan didukung oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) kembali sepakat menjalankan trip ke-2 untuk menjangkau desa-desa terpencil lainnya di Papua Barat. Kali ini wilayah sasaran program adalah pulau Missol, pulau Doom dan pulau Jeffman dengan target sebanyak 28 desa akan dikunjungi oleh tim hingga akhir bulan Desember 2017. Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya, SpOk mengungkapkan rasa syukur bisa bersinergi dengan berbagai elemen seperti AMCF selaku pemilik kapal dan Baznas selaku pendukung dana kegiatan khususnya kesehatan, sehingga jangkauan dan manfaat pelayanan MER-C di Papua Barat bisa lebih luas lagi. “MER-C sudah mempunyai program klinik sosial di Papua dan Papua Barat sejak tahun 2006, dengan adanya program kerjasama Kapal Kemanusiaan banyak wilayah-wilayah yang selama ini jauh, sulit dijangkau dan sulit diakses melalui jalur darat bisa dicapai dan mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan lainnya yang memang sangat dibutuhkan masyarakat setempat,” papar Zackya. “Masyarakat di ujung timur Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, hal inilah yang membuat kami bertahan untuk terus mendampingi kesehatan masyarakat baik di Papua maupun di Papua Barat,” imbuhnya. Dr. Zackya Yahya Setiawan,SpOk menambahkan bahwa khusus bidang kesehatan, pelayanan MER-C mencakup pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata dan penyuluhan kesehatan. Sementara program renovasi, pendidikan dan keagamaan akan dicover oleh AMCF. “Pagi ini tim MER-C akan berangkat ke Sorong. Selanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017 lusa kami akan berlayar menuju desa pertama, yaitu desa Yellu di Misool Selatan untuk bergabung dengan tim AMCF di sana,” terang Zackya. Dengan target 28 desa yang sudah disepakati, MER-C menurunkan 11 personil relawan yang terdiri dari 6 dokter, 3 perawat dan 2 tenaga logistik. Untuk efektifitas waktu, di lapangan nanti tim akan dibagi menjadi 2 karena ada desa-desa yang dapat dijangkau dengan jalur darat dan ada yang tidak. “Satu tim untuk pelayanan di darat, sementara tim lainnya akan berlayar ke wilayah lainnya, terus seperti itu.” Info: www.mer-c.org 0811990177
Memperbaiki Fasilitas Umum, MER-C Kirim Relawan Konstruksi ke Mentawai

Dalam rangka menyalurkan amanah bantuan masyarakat Indonesia, Selasa pagi (21/11) MER-C mengirimkan tim relawan konstruksi ke Mentawai, Sumatera Barat. Sebanyak 6 relawan dimana 4 diantaranya adalah eks relawan RSI Gaza, kali ini diamanahi untuk memperbaiki fasilitas umum di Mentawai, wilayah yang pernah diterjang bencana gempa bumi dan tsunami beberapa tahun silam. Sebelumnya pada September 2017, MER-C telah mengirimkan Tim advance untuk melakukan penilaian ulang mengenai kebutuhan saat ini di Mentawai khususnya di wilayah kecamatan Sikakap. Sesuai hasil penilaian ulang, MER-C akan melakukan perbaikan fasilitas umum yang berada di Masjid Sikakap dan sekolah di sana. Setibanya di Padang, dada Selasa sore, para relawan langsung menuju pelabuhan Bungus untuk menaiki kapal ferry ke Sikakap. Setelah menempuh perjalanan laut selama 12 jam, esok paginya Rabu (22/11) Tim telah merapat di pelabuhan Sikakap. Ketua Tim ini, Ir. Sulisdiantoro memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini selama 30 – 50 hari. Info:www.mer-c.org0811990176
Solidaritas Kemanusiaan untuk Jogja, Jateng dan Pacitan

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan. Mari bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan melalui rekening kemanusiaan MER-C Jogja. No. Rek BSM: 7004995818 a.n MER-C DIJ Bantuan anda akan disalurkan dalam bentuk bantuan medis untuk korban terdampak dan para relawan. Mari Peduli, Untuk Kemanusiaan Yang Lebih Baik Medical Emergency Rescue Committee Yogyakarta (MER-C) ❕To help the most vulnerable and the most neglected people ❕ Instagram: @merc_jogja Facebook: MER-C Jogjakarta Line : @vxu3384v Telpon/Whatsapp: 082135258145
Peduli Rohingya, Murid SD dan SMP Pidie Aceh Sumbangkan Rp 84 Juta lebih

Sejak masa awal kemerdekaan, rakyat Aceh sudah terkenal dengan sumbangsihnya yang besar kepada bangsa ini. Sebut saja sumbangan yang dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat hingga saudagar-saudagar Aceh, sehingga akhirnya Indonesia bisa membeli dan memiliki pesawat pertama Dakota RI-001 Seulawah yang sangat berperan penting dalam proses perjuangan bangsa ini dalam mempertahankan kemerdekaan. Tidak hanya itu rakyat Aceh juga menyumbangkan emas untuk melapisi bagian teratas tugu monas sebagai monumen kebanggaan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan bangsa Indonesia. Keteladanan berupa kepedulian ini diwariskan dan tetap ditunjukkan oleh generasi Aceh sekarang. Ketika MER-C menginisiasi pembangunan RS Indonesia di wilayah yang masih terblokade dan terjajah Jalur Gaza, Palestina, rakyat Aceh menjadi penyumbang terbesar program ini dengan total donasi sekitar 7 milyar rupiah. Untuk mengapresiasi hal ini, MER-C menyematkan nama dua pahlawan Aceh sebagai nama ruangan di RS Indonesia di Jalur Gaza, yaitu ruangan Tjut Nyak Dien dan Teuku Cik Ditiro. Kini, siswa-siswi SD dan SMP serta guru-guru di Aceh khususnya di wilayah kabupaten Pidie kembali menunjukkan kepedulian sebagaimana ditunjukkan oleh pendahulu mereka. Para murid SD dan SMP di Kabupaten ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 84,6 juta untuk muslim Rohingya. Selasa (3/10) bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthallamuddin bersama para Kasinya menyerahkan donasi tersebut secara langsung kepada salah satu Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad yang didampingi Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati. Menurut Kasi Kurikulum SMP, Nasrul, M.Pd, dana bantuan itu dikumpulkan selama beberapa hari di sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie. “Kita kumpulkan secara sukarela dari para murid SD, SMP dan dewan guru. Alhamdulillah berhasil terkumpul Rp 84.602.000,” terang Nasrul. Kadis Pendidikan, Murthalamuddin, mengatakan, sumbangan murid dan guru di Pidie sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara sesama muslim yang mengalami krisis akibat konflik di Myanmar. “Semoga dana bantuan itu dapat dipergunakan untuk kebutuhan para muslim Rohingya,” terang Kadis. MER-C yang telah memulai misi kemanusiaan ke wilayah konflik di Myanmar sejak tahun 2012 akan menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia termasuk dari murid-murid sekolah di Pidie untuk pelayanan kesehatan bagi para korban dan pembangunan RS Indonesia di Rakhine State Myanmar yang sudah memasuki tahap dua. Info: www.mer-c.org 0811990176
Laporan Qurban MER-C Cabang Medan
Alhamdulillah Ya Allah berkat rahmat dan ijin Mu kami Relawan MER-C Medan dapat melaksanakan Qurban sebagai panitia dengan menerima amanah 9 ekor kambing. Hasil pemotongan telah didistribusikan kepada : 1. Fakir miskin, prioritas kepada pengungsi Rohingya di Medan. Sebanyak 17 bagian didistribusikan utk pengungsi Rohingya di Hotel Top Inn Medan dan 24 bagian untuk pengungsi Rohingya di Hotel Braspati medan 2. Pengqurban 3. Hadiah kepada jiran tetangga dan sanak saudara Semoga Allah menerima taqwa kita.
Laporan Program Qurban MER-C di Jalur Gaza, Palestina
Gaza – Sejak Jum’at hingga Sabtu kemarin (1-2 September 2017) amanah qurban dari masyarakat Indonesia telah disalurkan secara langsung kepada warga Jalur Gaza yang hingga saat ini masih hidup dalam blokade ilegal Israel. Reza Aldilla Kurniawan, relawan Indonesia di Jalur Gaza yang juga mahasiswa Universitas Islam Gaza dibantu beberapa relawan lokal membagikan daging qurban kepada warga Gaza yang layak menerimanya baik di Gaza bagian utara maupun di Gaza City. Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan amanah qurbannya melalui MER-C. Insya Allah Qurban akan menjadi salah satu program rutin tahunan MER-C di Jalur Gaza, Palestina.
MER-C dan RRI Jakarta Tandatangani Kerjasama Penggalangan Dana RS Indonesia di Myanmar

Jakarta – MER-C dan RRI Jakarta kembali sepakat menjalin kerjasama dalam rangka sosialisasi dan penggalangan dana untuk program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Kesepakatan kerjasama telah ditandatangani pada hari Rabu (23/8) di Gedung RRI oleh Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dan Kepala RRI Jakarta, La Sirama, SSos, MM. Ini bukan kerjasama pertama kali bagi MER-C dan RRI Jakarta. Sebelumnya saat program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, RRI Jakarta juga menjadi salah satu media partner hingga pembangunan rumah sakit ini selesai. Kini, MER-C kembali menggandeng RRI Jakarta menjadi media partner untuk program pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di wilayah konflik di Myanmar, tepatnya di Muaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State. RRI Jakarta akan memberikan space iklan secara sosial sebagai bentuk dukungan RRI Jakarta bagi program kemanusiaan bangsa Indonesia di dunia internasional. Iklan Layanan Masyarakat berdurasi 60 detik yang dibuat oleh MER-C dengan melibatkan sejumlah tokoh dan artis yang peduli terhadap program ini akan diputar oleh RRI Jakarta setiap hari selama kurun waktu kerjasama. Program kerjasama MER-C, PMI dan Walubi yang turut didukung oleh pemerintah Indonesia ini diharapkan bisa tersosialisasikan secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia dengan dukungan media, sehingga swmakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi memberikan dukungan dan bantuannya. Saat ini pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar akan memasuki tahap pembangunan bangunan utama rumah sakit. Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan hingga pengadaan alat kesehatan rumah sakit mencapai Rp 25 Milyar. Pembangunan ditargetkan bisa selesai pada awal atau pertengahan tahun depan. Tidak hanya bangunan rumah sakit, masalah air bersih yang sulit di wilayah ini juga turut menjadi perhatian yang akan ditangani. Dukungan dan donasi bagi program Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.1306.833 BCA, 686.028.0009 Semua rekening a/n. Medical Emergency Rescue Committee Info: www.mer-c.org 0811990176
Salurkan Donasi Masyarakat, MER-C Bangun TPA bagi Korban Gempa di Pidie Jaya

Aceh – Sebagai tahap lanjut penyaluran bantuan bagi korban pasca gempa di wilayah Pidie Jaya, Aceh, MER-C membangun Ruang Kelas Belajar (RKB) TPA di salah satu wilayah terdampak gempa, tepatnya di Gampong Nangrhoe Barat, kecamatan Ulim, kabupaten Pidie Jaya. Hari ini, Senin/7 Agustus 2017, Tim MER-C melakukan peletakan batu pertama sebagai pertanda dimulainya pembangunan RKB TPA. Acara ini turut dihadiri oleh Camat Ulim, Geucik (Kepala Desa) setempat, beserta perangkat Gampong Nangrhoe Barat. Dr. Sarbini selaku Presidium MER-C Indonesia dalam sambutan singkatnya berharap pembangunan RKB TPA dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sebagaimana sudah direncanakan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dari aparatur gampong/desa juga Camat Ulim dalam membantu proses pendirian TPA. Dr. Sarbini berharap RKB TPA nantinya dapat bermanfaat untuk pendidikan anak-anak usia remaja sehingga dapat melahirkan karakter anak-anak yang berakhlakul karimah. Pembangunan ini juga sebagai bentuk kepedulian MER-C terhadap korban gempa yang terjadi di Pidie Jaya. Lebih lanjut, keberadaan TPA diharapkan bisa menjadi simbul ikatan batin antara masyarakat Pidie Jaya dan MER-C Indonesia. Sementara itu, M Rizky Syahdan sebagai Camat di Kecamatan Ulim menyampaikan terima kasih atas bantuan masyarakat melalui MER-C Indonesia yang akan membangun RKB TPA di wilayahnya, apalagi mengingat Pidie Jaya masih membutuhkan bantuan-bantuan dari pihak ketiga dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa yang terjadi pada Desember 2016 silam. Acara peletakan batu pertama ini ditutup dangan makan ketan bersama dan doa. Rekening Donasi amanah Aceh dapat disalurkan melalui: BSM, 701.565.8937 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info: www.mer-c.org 0811990176