MER-C Cabang Jogja Turunkan Tim Medis Bantu Korban Longsor Purworejo

Yogyakarta – Sabtu malam/18 Juni 2016, bencana tanah longsor melanda kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyebabkan korban jiwa sedikitnya 47 orang. Menyusul bencana yang terjadi, MER-C Cabang Jogjakarta segera mempersiapkan relawannya untuk melakukan misi kemanusiaan ke wilayah ini. Senin/20 Juni 2016, Tim yang terdiri dari 7 orang relawan dengan komposisi 3 personil medis dan 4 personil non-medis berangkat ke lokasi bencana. Setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan IOF (Indonesian Offroad Federation) Purworejo, Tim MER-C memutuskan untuk menuju ke desa Jelok, salah satu titik dari 4 titik bencana longsor di kabupaten Purworejo. Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua. Tim pertama melakukan pelayanan medis di pos pengungsian Balai Desa Jelok dan tim kedua melakukan assessment di wilayah Jelok, kemudian dilanjutkan ke wilayah Caok dan Donorati sambil memberikan bantuan medis awal. Pengungsian di Balai Desa Jelok mencapai 211 jiwa. Seluruh dusun yang berada di atas Jelok termasuk wilayah terdampak longsor. Tim MER-C yang bertugas ke desa ini segera melakukan assessment dan pelayanan medis bagi warga korban longsor yang mengungsi di Balai Desa Jelok. Setelah melakukan asesmen dan pelayanan medis diwilayah Jelok, Selasa subuh/21 Juni 2016, Tim MER-C bergerak ke wilayah Caok dan Donorati yang merupakan dua lokasi terparah akibat bencana longsor Sabtu lalu. Di desa Caok ternyata tidak ada pengungsi yang tinggal di posko, kegiatan masih difokuskan pada evakuasi korban di titik longsor Caok. Di desa ini, Tim hanya membantu medis bagi beberapa relawan yang luka-luka ketika melakukan evakuasi. Karena beberapa lembaga sudah nampak standby di titik ini, maka Tim MER-C memfokuskan pelayanan kesehatan ke wilayah Dororati dikarenakan wilayah ini masih terisolir dan belum tersentuh bantuan medis secara maksimal. Warga desa pun sudah mulai terserang penyakit seperti diare, muntah/mual, flu dan gangguan kesehatan lainnya. Pelayanan kesehatan dilakukan di dua titik, yaitu di Balai Desa Donorati dan di dekat dapur umum. Selain memberikan pelayanan kesehatan di posko, dengan bantuan warga dan menggunakan sepeda motor, Tim MER-C juga melakukan mobile ke wilayah-wilayah di Donorati yang masih terisolir. Hal ini dilakukan agar distribusi pelayanan medis dapat merata dan menjangkau warga yang kesulitan akses mencapai posko kesehatan. Info lebih lanjut : Website: mercjogja.org Facebook: MER-C Jogjakarta FP: MER-C Jogjakarta Twitter: @JogjaMERC Ig: merc_jogja Jl kaliurang km 6,7 Gg Timor-timur no E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogya 0821-3525-8145
Wapres dukung pembangunan RS Indonesia di Myanmar

Jakarta (ANTARA Aceh) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Mrauk-U, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang salah satunya bertujuan untuk mempromosikan kerukunan dan perdamaian antarumat beragama. “Beliau (Wapres) mendukung dan akan membantu. Tadi disampaiakn akan membantu alat kesehatan juga, PMI juga akan bantu,” kata Presidium Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MERC) dr Sarbini Abdul Murab seusai melakukan pertemuan dengan JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin. MERC berencana menggandeng Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine untuk memberikan contoh bahwa di Indonesia umat Muslim dan Buddha serta agama-agama lainnya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. “Kita ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Myanmar, bahwa salah satu cara mendamaikan adalah dengan memberi contoh bahwa Indonesia besar dan semua agama bisa hidup dengan rukun, bahwa masalah agama, demokrasi, adalah masalah individu yang menjadi hak setiap orang,” kata Sarbini. Dukungan Wapres juga tampak dengan menghubungi tokoh Walubi Hartati Murdaya untuk memfasilitasi pertemuan dengan Walubi dalam satu-dua hari ke depan. Untuk persiapan pembangunan rumah sakit tersebut, MERC telah membeli sebidang tanah di Mrauk-U dan mengantongi dukungan pemerintah Rakhine, sementara itu dana konstruksi yang dibutuhkan sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Rumah sakit di Myanmar akan menjadi pembangunan fasilitas kesehatan kedua oleh MERC yang sebelumnya telah berhasil mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, dan diresmikan oleh pemerintah Indonesia pada awal 2016. Negara Bagian Rakhine terletak di sebelah barat Ibu Kota Myanmar Nay Pyi Daw, di mana Muslim Rohingya menjadi penduduk minoritas di tengah-tengah umat Buddha yang merupakan mayoritas di wilayah itu. Konflik yang dipicu sentimen keagamaan masih sering terjadi, dan puncaknya pada Mei 2015, negara-negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand kebanjiran ribuan pengungsi yang datang melalui Laut Bengal. Sebagian besar dari pengungsi itu adalah etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari konflik yang berkecamuk, sementara sisanya adalah migran dengan motif ekonomi dari Bangladesh. Editor: Salahuddin Wahid Sumber : http://aceh.antaranews.com/berita/30754/wapres-dukung-pembangunan-rs-indonesia-di-myanmar?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
Wapres dukung pembangunan RS Indonesia di Myanmar

Lokasi tanah Indonesia Health Center di Mrauk U, Myanmar Tim ke 3 MER-C di Lokasi tanah Indonesia Health Center di Mrauk U, Myanmar
Nama FPI Terukir di RS Indonesia

FPI atau Front Pembela Islam nama yang sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Nama ini juga akan tidak asing dilihat/dibaca dan didengar oleh rakyat Gaza. Mengapa? Karena nama salah satu lembaga islam di Indonesia ini terukir menjadi nama salah satu ruangan di RS Indonesia, yaitu ruangan Bank Darah. Bagi sebuah rumah sakit sentral di wilayah Gaza bagian utara seperti RS Indonesia, Unit Bank Darah menjadi sangat penting keberadaannya. Alhamdulillah dengan kedermawanan jamaah FPI dan masyarakat Indonesia yang menyumbang melalui FPI bisa terkumpul donasi mencapai Rp 1 milyar. Dengan donasi tersebut akhirnya kami dapat membeli dan melengkapi berbagai peralatan bagi Unit Bank darah RS Indonesia. Semoga terus manfaat dan menjadi pahala yang mengalir, aamiin.
MER-C Bersilaturahmi dengan Pimpinan Masjid Istiqlal

Jum’at/19 Februari 2016, Tim MER-C bersilaturahim dengan Pimpinan Masjid Istiqlal untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pengurus dan Jamaah Masjid Istiqlal atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan bagi program Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Tim MER-C yang terdiri dari dr. Sarbini Abdul Murad (Presidium), Ir. Faried Thalib (Presidium), Ir. Edy Wahyudi (Site Manager RS Indonesia yang baru datang dari Gaza, Palestina) dan staf MER-C menyerahkan plakat berbentuk miniatur RS Indonesia yang diterima langsung oleh Bapak Muhammad Muzamil Basyuni, Pimpinan Masjid Istiqlal Jakarta. Sebelumnya, Pengurus Masjid Istiqlal yang diwakili oleh Menteri Agama RI menyerahkan donasi sebesar Rp 1 Milyar yang merupakan donasi yang dikumpulkan dari Jamaah Masjid Istiqlal selama beberapa waktu melalui kotak infaq yang disebarkan di area masjid. Nama “Jamaah Masjid Istiqlal” kemudian diabadikan di salah satu ruangan, yaitu Ruangan Operasi RS Indonesia bersama beberapa nama donatur lainnya.
MER-C Serahkan Plakat Miniatur RS Indonesia kepada Wamenlu RI

Kamis (18/2), Tim MER-C yang dipimpin oleh, dr. Sarbini Abdul Murad (Presidium), menyerahkan plakat miniatur RS Indonesia di Gaza kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI, Bapak AM. Fachir. Penyerahan dilakukan di ruangan Wakil Menteri Luar Negeri sebagai penghargaan dan ungkapan terima kasih MER-C atas bantuan dan dukungan Bapak AM. Fachir kepada program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. “Kita memberikan suatu penghargaan bagi orang-orang yang banyak membantu dalam pendirian Rumah Sakit Indonesia, salah satunya adalah Bapak AM. Fachir, yang membantu sejak awal program, sejak menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kairo pada tahun 2009 hingga sekarang” ungkap dr. Sarbini, di sela-sela pertemuan. Menerima plakat penghargaan ini, Wakil Menteri Luar Negeri RI menyatakan rasa bahagianya bisa turut menjadi bagian dari proses pembangunan RS Indonesia. “Saya merasa bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman MER-C dan merasa bahagia bisa menjadi bagian kecil dari proses besar ini.” Wakil Menteri Luar Negeri, AM. Fachir juga menyampaikan apreasiasinya kepada program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Menurutnya ini bagian dari kontribusi Indonesia didalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. “Yang jelas Palestina harus setara dengan bangsa-bangsa lain. Saya gembira bahwa ada kombinasi yang baik antara apa yang dilakukan oleh Pemerintah dengan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia melalui MER-C,” tambahnya. Pada kesempatan ini, selain menyerahkan penghargaan, Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan informasi seputar Rumah Sakit Indonesia yang telah dibuka dan beroperasi sejak 24 Desember 2015 lalu. Hal lainnya yang disampaikan adalah mengenai rencana program kemanusiaan MER-C ke depan, yaitu pembangunan “Indonesia Health Center” di Rakhine State, Myanmar dimana tanah untuk lokasi pembangunan sudah tersedia serta rencana pembangunan sarana kesehatan di Tepi Barat, Palestina yang merupakan permintaan langsung dari Menteri Kesehatan Palestina saat berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu. Kedua rencana program ini disambut baik oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI. “Kami sangat menghargai dan tentu saja akan membantu memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai dengan kapasitas dan ketentuan yang ada karena ini sebuah niat yang sangat mulia yang perlu didukung,” imbuhnya.
MER-C Bagikan Bantuan Sarana Belajar untuk Anak-anak Desa Klalin 4 Papua Barat

Atas bantuan dan donasi dari para donatur untuk program “Satu untuk Papua”, Tim Relawan MER-C di Sorong Papua Barat telah membeli sejumlah perlengkapan seperti papan tulis, buku tulis, buku pelajaran dan seragam sekolah untuk melengkapi sarana belajar mengajar bagi anak-anak di Desa Klalin 4. Semoga dengan adanya perlengkapan ini dapat menambah semangat belajar anak-anak Desa Klalin 4, sebuah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat dimana warganya merupakan suku asli Papua bernama suku Kokoda yang beragama Islam. Awalnya wilayah Klalin adalah salah satu wilayah mobile clinic dari Klinik Sosial MER-C di Sorong Papua Barat. Melihat sarana dan prasarana kesehatan, sekolah dan keagamaan warga yang masih sangat minim, Tim MER-C di Papua tergerak untuk membuat program TERPADU (Kesehatan, Pendidikan, Agama dan Ekonomi) bagi warga desa setidaknya untuk 1 hingga 2 tahun ke depan. Dukungan dan bantuan untuk program “Satu untuk Papua” – Klalin 4* dapat disalurkan melalui : BCA, 686.06666.08 BNI Syariah, 08.111.929.62 A/n. Medical Emergency Rescue Committee *Harap menambahkan angka 81 diakhir nominal donasi
MER-C DIY Kirim Tim ke-2 ke Gunung Lawu

Selasa (27/10), MER-C DIY kembali memberangkatkan Tim Medis ke gunung Lawu, Cemorosewu, Magetan. Tim terdiri dari 7 orang relawan, yaitu : 1. dr. Kurniawan Harya 2. dr. Naila Amalia 3. Nanang Khoirino 4. Aji Widyatmoko 5. Ikhsan Adi Kurniawan 6. Mega Rizkawati 7. Sakti Mutiara Evitasari Pada misi kali ini, Tim MER-C DIY berencana melakukan mobile clinic pasca terjadi lagi kebakaran hebat di Gunung Lawu hari Minggu sore lalu. Berdasarkan laporan SAR UNS, masyarakat di sekitar lokasi kejadian mulai terserang penyakit seperti batuk-batuk dan muntah akibat terpaan asap pembakaran. Sebelumnya, pada hari Selasa (20/10), MER-C DIY bersama MER-C Solo juga telah mengirimkan Tim Pertama yang merupakan Tim pendampingan medis untuk BPBD, SAR, para relawan dan juga para korban dalam proses pengevakuasian korban kebakaran di gunung Lawu, Cemorosewu, Magetan. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui: Bank Syariah Mandiri a/n. MER-C DIY No. Rek. 700.4995818 Info lebih lanjut: Markas MER-C DIY Jl. Kaliurang Km. 6,7 Gg. Timor Timur No. E 4 B, sono, Sinduadi, Mlato, Sleman, Yogyakarta Endah, Humas MER-C DIY (085758065994) Sekretariat MER-C DIY (082135258145)
MER-C Kirim Tim Konstruksi ke Tolikara, Papua

Minggu malam (26/7), MER-C memberangkatkan Tim Konstruksi ke Tolikara, Papua. Tim terdiri dari tiga orang relawan yang diketuai oleh Ir. Nur ikhwan Abadi, relawan yang pernah memimpin dan terlibat aktif dalam proses pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Pengiriman tim ini adalah langkah awal dari program “Satu untuk Papua” yang dicanangkan oleh MER-C, pasca insiden yang terjadi di Tolikara, Papua. Dengan pengalaman membangun sarana kesehatan di Aceh, Yogyakarta, Galela (Maluku Utara) dan Jalur Gaza, Palestina serta membangun sarana pendidikan di Padang Pariaman (Sumatera Barat), maka melalui program “Satu untuk Papua”, MER-C pun menetapkan program rehabilitasi jangka panjang untuk wilayah ini. Pengiriman tim relawan ke Tolikara yang merupakan Tim Advance bertujuan untuk melakukan initial assessment dan evaluasi kebutuhan sarana yang diperlukan warga setempat. “Apa yang akan kita bangun di Tolikara menunggu hasil assessment Tim ini,” ujar dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C saat mengantar Tim di Bandara Soekarno Hatta Minggu malam (26/7). Turut melepas keberangkatan Tim adalah dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Ir. Faried Thalib, anggota Presidium MER-C. Kiprah MER-C di Papua sendiri sudah dimulai sejak 9 tahun silam, tepatnya Februari 2006 melalui program Klinik Sosial yang berada di Timika (Papua) dan Sorong (Papua Barat). Program Klinik Sosial di Timika dan Sorong masih terus berjalan hingga saat ini melalui pelayanan kesehatan di klinik dan pelayanan secara mobile clinic untuk menjangkau desa-desa dan wilayah-wilayah yang jauh dari lokasi klinik. Dukungan dan Donasi program “Satu untuk Papua” dapat disalurkan melalui: BCA, 686.06666.08 BNI Syariah, 08.111.92962 An. Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Cabang Medan Kirim Tim Medis dan Bantuan ke 3 Titik Pengungsian Rohingya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui perwakilan cabangnya di Medan akan mengirimkan tim medis dan bantuan kemanusiaan ke tiga titik pengungsian Rohingya yakni di Pangkalan Susu (Langkat), Langsa (Aceh Timur), dan Lhoksukon (Aceh Utara). Tim yang dikirim ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 2 orang dokter dan 1 orang perawat relawan MER-C, serta 2 orang dari perwakilan ormas Islam Liga Muslim Indonesia (LMI) Sumut dan Forum Umat Islam (FUI) Sumut. Tim akan dipimpin oleh dr. Rahmad Gunawan. Pengiriman Tim bersama ini merupakan langkah sinergis untuk melaksanakan Misi Kemanusiaan yang bukan hanya bertujuan memberikan bantuan namun juga melakukan perjuangan advokasi tentang problematika Rohingya. MER-C menilai bantuan kemanusiaan saat ini belum bisa menyelesaikan masalah substansi dari kebutuhan etnis Rohingya itu sendiri. Masalah ini hanya bisa diselesaikan bila etnis Rohingya dan etnis muslim lainnya di Myanmar mendapat pengakuan kewarganegaraan (di Myanmar). Oleh karena itu, MER-C Medan bersama Ormas Islam akan melaksanakan misi bantuan dan advokasi kemanusiaan dengan tujuan utama: “Memperjuangkan Pengakuan Kewarganegaraan Etnis Rohingya dan Etnis Muslim Lainnya di Myanmar”. Untuk mencapai tujuan utama tersebut tim ini akan melakukan berbagai kegiatan di kamp pengungsian yakni : 1. Melakukan assessment kondisi kesehatan dan sosial pengungsi, asal pengungsi, perkembangan terbaru situasi Rohingya dari para pengungsi, dan hal lain seputar konflik kemanusiaan yang diderita pengungsi; 2. Memberikan bantuan pelayanan kesehatan di pengungsian yang berfokus kepada pelayanan kelompok rentan (balita, anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia) dan bantuan logistik jangka pendek dan perencanaan bantuan logistik jangka panjang; 3. Berkoordinasi dan berdiskusi dengan Pemda Aceh dan Pemkab Aceh Utara seputar rencana pengelolaan pengungsi; 4. Memaparkan hasil kunjungan Tim MER-C ke Myanmar 2015 kepada pihak terkait. Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin mendukung program ini dapat menyalurkan bantuan berupa : 1. Pakaian layak pakai; 2. Kebutuhan logistik non makanan yakni : popok untuk anak-anak, popok lansia, alas tidur, selimut, sarung, handuk, kebutuhan higienitas pribadi, dan permainan anak-anak; 3. Kebutuhan logistik makanan berupa makanan instan; 4. Uang tunai atau transfer melalui Rek. Donasi amanah Kemanusiaan : Bank Syariah Mandiri, Rek.7074585099, Atas nama MER-C Cab. Medan Bantuan dapat diantarkan langsung ke kantor MER-C Cabang Medan di Jalan Setiabudi, Kompleks Ruko Milala Mas Blok B 22. Contact Person MER-C Cabang Medan : Wirsal Adiansyah Harahap (081268864753)