MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Medan Lanjutkan Pembagian Bantuan dan Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Banjir

Medan – MER-C Cabang Medan pada Minggu (30/11) kembali menyalurkan bantuan dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Medan Marelan, Terjun. Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, tim juga menggelar mobile clinic ke sejumlah titik pengungsian. Salah satunya terdapat pasien stroke yang sulit mobilisasi. Tim juga membagikan popok untuk anak-anak dan lansia, pembalut, serta air minum kemasan untuk warga. Dengan dibukanya posko kesehatan MER-C, tim mengatakan berbagai keluhan kesehatan warga terdampak banjir di Medan Marelan telah tertangani. Total warga yang ditangani mencapai sekitar 64 orang. Dua di antaranya mengalami luka robek di bagian kaki akibat terkena pecahan kaca saat banjir, dan telah mendapatkan tindakan penjahitan. Namun tim mengaku menghadapi kendala transportasi karena Kota Medan sedang mengalami krisis BBM. Hampir seluruh SPBU dipadati antrean panjang, sementara sebagian lainnya tutup akibat kelangkaan BBM. Gangguan jaringan komunikasi juga masih terjadi. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Datangi Wilayah Terisolir, MER-C Padang Bagikan Bantuan Makanan untuk Warga

Padang, Sumatra Barat – MER-C Padang pada Minggu (30/11) mendatangi wilayah Pauh, Surau Gadang, dan Brandan yang terisolasi akibat banjir dan tanah longsor. Relawan MER-C Padang, Isra Monalisa, menyampaikan bahwa tim membawa sekitar 100 kotak makanan siap santap untuk didistribusikan kepada warga terdampak. Isra menambahkan, MER-C juga akan membuka posko di lokasi yang saat ini sudah disiapkan warga. Posko tersebut akan mencakup layanan medis, dapur umum, serta tempat evakuasi lanjutan bagi warga yang rumahnya masih terendam lumpur. Kehadiran MER-C disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd., yang menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan MER-C. “Saya mengucapkan terima kasih kepada MER-C. Mudah-mudahan kehadiran MER-C dapat meringankan kesulitan dan penderitaan warga Padang,” ujarnya. Lebih lanjut, Maigus mengatakan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan perlengkapan pengungsian seperti matras, selimut, popok bayi, dan pembalut, dan pakaian anak-anak.  Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah warga terdampak banjir dan longsor di Kota Padang mencapai sekitar 37.000 jiwa dari 5 kecamatan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_SumatraA

Bersama MER-C Indonesia, Peduli Banjir & Longsor Sumatra

MER-C Indonesia mengirimkan Tim Medis untuk melakukan Asesment dan Pelayanan Kesehatan ke daerah Bencana Banjir dan Longsor Sumatra Salurkan Donasi terbaikmu untuk Kebutuhan Korban Bencana Aceh – Sumatra   Rekening Donasi Amanah Kemanusiaan Umum BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8899 Semua Rekening Bank atas nama :Medical Emergency Rescue Committee tambahkan kode “02”pada akhir nominal donasi.(Misal : 50.002) Mari Bersama pulihkan Sumatra

MER-C Medan Bagikan Bantuan dan Buka Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir di Sumatera Utara

Medan – MER-C Medan mengerahkan tim medis untuk membantu penanganan korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tim yang terdiri dari enam tenaga medis dokter dan perawat pada Jumat (28/11) mulai melakukan asesmen di Desa Payageli dan Sei Mencirim, sekaligus membagikan bantuan makanan untuk warga terdampak. Pada Sabtu (29/11), tim membuka posko pelayanan kesehatan di Desa Payageli dan Sei Mencirim, serta menyalurkan bantuan tambahan berupa makanan dan pampers untuk anak-anak MER-C mengajak masyarakat untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Donasi dapat disalurkan melalui: Rekening Kemanusiaan Banjir dan LongsorBank Syariah Indonesia (BSI)No. Rek: 7074 5850 99A.n. MER-C Cabang MedanTambahkan kode “02” di akhir nominal donasi(Contoh: 10.002) Atau melalui:BCA – No. Rek: 686.0099339BSI – No. Rek: 701.5658.899A.n. Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi:0822 8996 2244 (MER-C Cabang Medan) Selengkapnya di link ini

MER-C Audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Bahas Kondisi Gaza

Banda Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (26/11) melakukan audiensi dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., untuk membahas kondisi terkini di Jalur Gaza, Palestina. Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, menjelaskan berbagai program MER-C di Gaza, termasuk kondisi terkini Rumah Sakit Indonesia, aktivitas Emergency Medical Team (EMT), serta operasional Klinik Giving Without Borders yang didukung MER-C bersama Kementerian Kesehatan Palestina. Murthalamuddin menyampaikan adanya peluang kerja sama antara MER-C dan Pemerintah Aceh, seperti program edukasi kepada masyarakat mengenai situasi Palestina maupun kegiatan penggalangan dana. “Bisa juga MER-C dalam bidang-bidangnya berperan dalam kegiatan publik di Aceh, misalnya terkait bencana banjir dan longsor yang menimpa Aceh, MER-C memberikan edukasi mitigasi bencana dan penyuluhan sehingga masyarakat Aceh bisa merasakan kehadiran MER-C,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menyatakan kesiapan mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Aceh untuk merancang program pelatihan yang nantinya dilakukan oleh MER-C Training Center (MTC). Selengkapnya di link ini

Perkuat Sinergi, MER-C dan YKMI Bahas Progres Pembangunan Kamp Pengungsi Rohingya di Aceh

Lhokseumawe, Aceh — Untuk memperkuat sinergi dalam kerja kemanusiaan, MER-C dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) pada Ahad (23/11) menggelar diskusi mengenai progres pembangunan Kamp Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh. Diskusi tersebut dihadiri oleh Program Coordination YKMI, Turmizi Ali, Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, Kepala Divisi Humas MER-C, Diana Caroline, serta Pimpinan Pesantren Dayyah Zurriyatul Qurani Al Ma’arif, Tgk. Sulaiman Daud. Saat ini, progres pembangunan kamp masih berada pada tahap awal berdasarkan site plan dari International Organization for Migration (IOM).  Kamp tersebut direncanakan mampu menampung sekitar 90 pengungsi. Jika pilot project ini berjalan sukses, ke depannya diharapkan dapat dilakukan sentralisasi penampungan pengungsi Rohingya di Aceh yang saat ini berjumlah sekitar 429 orang. Kamp yang dibangun di atas lahan milik Pesantren Dayyah ini akan dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, rumah ibadah, akses air bersih, serta fasilitas penunjang lainnya. Proses pembangunan melibatkan berbagai organisasi kemanusiaan. Sementara itu, pembangunan klinik kesehatan MER-C untuk kamp pengungsi tersebut telah mulai dilaksanakan pada Senin (27/10). YKMI juga rencananya akan membangun MCK enam pintu. Aceh sendiri merupakan salah satu fokus misi kemanusiaan MER-C, terutama dalam penanganan medis sejak pascagempa dan tsunami, hingga tanggap darurat di Pidie Jaya dan Bener Meriah, dan kini dalam isu penanganan pengungsi Rohingya. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Amanah RohingyaBSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Dorong Sinergi Penanganan Pengungsi Lewat Forum Diskusi Publik di Aceh

Lhokseumawe, Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menegaskan pentingnya sinergi dalam penanganan pengungsi luar negeri di Aceh dalam Forum Diskusi Publik bertema “Pengungsi Luar Negeri di Aceh: Sejarah dan Praktik Baik Penanganan” yang digelar di Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis (13/11). Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, mengatakan diskusi publik yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, media, hingga tokoh masyarakat ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi terkait penanganan pengungsi di Aceh. “Kegiatan ini bersifat advokasi, dan MER-C terlibat karena menjadi salah satu dari sejumlah NGO seperti JRS Indonesia, YKMI, dan lainnya yang memprakarsai penyediaan lokasi penampungan terstruktur untuk membantu peran pemerintah dalam penanganan pengungsi, khususnya di Lhokseumawe,” ujarnya. Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Faisal, penyusun Qanun Pengungsi Aceh dan SOP Penanganan Pengungsi, Dr. Malahayati dari Universitas Malikussaleh (Unimal), dan Asisten I Pemkot Lhokseumawe, Muksalminal. Dalam sambutanya, Dr. Faisal menekankan pentingnya dasar hukum yang jelas agar penanganan pengungsi dapat dilakukan secara efektif. “Ketika para pengungsi datang, termasuk perempuan hamil, anak-anak, dan orang tua, kita tidak bisa menolak. Tapi kita juga harus memiliki aturan yang konkret agar penanganannya sesuai hukum,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan adat Aceh harus tetap menjadi ruh dalam setiap kebijakan. “Kemuliaan kita sebagai orang Aceh adalah ketika tamu datang, kita wajib menghormati mereka, siapa pun mereka. Itu nilai yang harus terus kita junjung tinggi,” tambahnya. Selengkapnya di link ini  

MER-C Bangun Klinik untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Lhokseumawe, Aceh – Pembangunan klinik kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk pengungsi Rohingya mulai dilaksanakan pada Senin (27/10).  Klinik ini menjadi bagian dari pembangunan fasilitas penampungan sementara (shelter) bagi 92 pengungsi Rohingya di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Sebelumnya, Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan klinik pada 30 Agustus 2025, bertepatan dengan rangkaian peringatan Milad ke-26 MER-C.  Dalam kesempatan itu, dr. Meaty menyampaikan bahwa Aceh merupakan salah satu fokus misi kemanusiaan MER-C, terutama dalam penanganan medis sejak masa konflik, pascagempa dan tsunami, hingga tanggap darurat di Pidie Jaya dan Bener Meriah, serta kini terkait isu pengungsi Rohingya. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan pemerintah seluas dua hektare ini juga akan dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan akan dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Pemerintah Provinsi Aceh akan memantau langsung proses pembangunan, yang ditargetkan rampung pada akhir November mendatang. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkxki-GqcUNhWJNJVzI1V7WcmcXvrX5pnLT?si=9byxQXachtOZl4aO  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1306.833 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee

Siswa TK-SMP Aceh Utara Galang Donasi Rp162 Juta untuk Anak-Anak Palestina

Aceh Utara – Siswa TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Aceh Utara menggalang donasi sebesar Rp162 juta untuk anak-anak Palestina. Donasi tersebut diserahkan melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, kepada Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, dalam acara Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H yang digelar Pemkab Aceh Utara di Lapangan Landing, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (7/10/2025). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Aceh Utara, H. Jamaluddin, yang mewakili para siswa, kemudian menyerahkan donasi tersebut secara tunai kepada MER-C. “Alhamdulillah, selain menggelar Maulid, hari ini kita juga dapat mengundang MER-C untuk menerima bantuan dari anak-anak TK, SD, dan SMP di Kabupaten Aceh Utara. Mereka menyumbangkan donasi untuk teman-temannya di Palestina,” ujar Jamaluddin. Ia menegaskan bahwa MER-C semakin terpercaya sebagai lembaga kemanusiaan.  “Kami yakin bantuan ini akan sampai ke Palestina, khususnya kepada anak-anak di Gaza. Alhamdulillah, terima kasih kerja keras MER-C dengan komitmen, dedikasi, dan ikhtiar yang terus dilakukan, semoga semakin jaya dalam rangka membantu warga Palestina,” tambahnya. Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan siswa di Aceh Utara. Ia mengatakan, saat ini rakyat Palestina, terutama anak-anak di Gaza, sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari semua pihak. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

MER-C Gelar Sunatan Massal dan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Klinik di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar sunatan massal bagi anak-anak Rohingya dan santri Dayah Zurriyatul Qur’ani Al-Ma’arif (ZQA) di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Sabtu (30/8).  Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Klinik MER-C di kawasan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-26 MER-C serta 20 tahun MoU Helsinki, dengan mengusung tema “Bakti untuk Negeri”. Selain layanan sunatan massal, MER-C juga memberikan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) kepada para santri. Materi yang diberikan meliputi penanganan luka, pingsan, hingga tindakan darurat sederhana sebelum tenaga medis profesional tiba.  Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Francisca, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah misi kemanusiaan yang telah dilakukan MER-C di daerah konflik dunia, termasuk Myanmar dan Palestina.  Namun ia menegaskan, perhatian di dalam negeri tetap menjadi prioritas, terutama dalam penanganan medis di Aceh sejak masa konflik, pascagempa dan tsunami, hingga bencana di Pidie Jaya dan Bener Meriah. Acara tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Drs. Ikhwansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Lhokseumawe, serta Camat Blang Mangat Safriadi dan sejumlah tokoh masyarakat. Mewakili Pemko Lhokseumawe, Ikhwansyah menyampaikan terima kasih atas komitmen MER-C dan Dayah ZQA untuk bersama-sama membantu dalam bidang kesehatan bagi pengungsi Rohingya dan masyarakat umum lainnya. Program “Bakti untuk Negeri” MER-C berlangsung sejak 23 hingga 31 Agustus 2025 dengan menjangkau enam provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Rangkaian kegiatan mencakup pelayanan sunatan massal, edukasi penanganan bencana, serta pelatihan keterampilan pertolongan pertama bagi masyarakat. Selengkapnya lihat link ini ——————————————— Donation Account: Amanah Rohingya BSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

Silahkan bertanya?