MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Gelar Pengabdian Masyarakat “Bakti Untuk Negeri” di Sejumlah Daerah

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus Milad ke-26, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan menggelar rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Bakti Untuk Negeri” pada 23–31 Agustus 2025. Kegiatan ini hadir di enam daerah, yaitu Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Banten, Sumatera Utara, dan Aceh. Warga dapat mengikuti berbagai kegiatan sosial mulai dari sunatan massal gratis, penyuluhan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk santri, hingga pelatihan keterampilan pertolongan pertama serta kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat. Jadwal Kegiatan: 23 Agustus | Banten Sunatan massal di Masjid Jami Al Khusaeni, Sukajadi Carita, Pandeglang. Pelatihan keterampilan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana di Gedung Guru Carita. 23–24 Agustus | Jawa Timur Sunatan massal gratis untuk 30 peserta di Klinik Utama Rawat Inap Asy Syifa, Desa Druju, Sumbermanjing Wetan. 24 Agustus | Sumatera Utara Sunatan massal di Masjid Jami’, Pancur Batu.  30 Agustus | Aceh Sunatan massal gratis dan penyuluhan P3K untuk santri di Dayah Zuriyyatul Qurani Al Maarif, Lhokseumawe. 31 Agustus | Nusa Tenggara Barat Sunatan massal di RSU Adikarsa Praya, Jalan Basuki Rahmat, Praya, Mataram.  Jangan lewatkan kesempatan ini! Karena kuota peserta terbatas di setiap lokasi, segera daftarkan diri Anda. Selengkapnya di link ini

MER-C Lakukan Pengobatan Gratis untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

Aceh — Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk pengungsi Rohingya yang mengalami gangguan kesehatan di kamp pengungsian ex-imigrasi Lhokseumawe, Aceh pada Ahad (13/7).  Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga pengungsi menderita berbagai penyakit, seperti amandel dengan peradangan kronis, gondongan, serta penyakit kulit. Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menjelaskan bahwa beberapa kasus yang ditemukan ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut.  “Ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih khusus, antara lain penyakit amandel dengan peradangan yang telah berlangsung kurang lebih enam bulan. Ini perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT untuk penanganan lanjutan yang lebih mendalam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim juga melakukan evaluasi terhadap jenis obat yang digunakan, karena pengobatan sebelumnya tidak memberikan reaksi yang signifikan terhadap kondisi pasien. “MER-C Aceh akan segera berkoordinasi dengan MER-C pusat untuk langkah penanganan lebih lanjut, agar para pengungsi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tambah Ira. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MER-C dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi Rohingya yang saat ini masih berada di wilayah Aceh. ——————————————— Donation Account: Amanah RohingyaBSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Silaturahim dengan Ketua MPU Aceh Bahas Sinergi Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya

Banda Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, dalam rangka memperkuat sinergi kemanusiaan, khususnya terkait penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi dan tukar pikiran mengenai tantangan serta peluang kerja sama dalam membantu para pengungsi Rohingya yang kini berada di wilayah Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Abu Sibreh menyampaikan terima kasih atas kunjungan MER-C dan upaya kemanusiaan yang telah dilakukan.  Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Aceh pada dasarnya menyambut pengungsi Rohingya dengan baik. Menurutnya, penolakan yang sempat ramai beberapa waktu lalu lebih disebabkan oleh provokasi pihak-pihak tertentu. Lebih lanjut ia juga mengatakan sudah lama mengikuti program MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Ia menyatakan dukungan dan berencana menyerahkan donasi untuk Palestina melalui MER-C.  Sementara itu, Ira Hadiati menjelaskan bahwa MER-C terus aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya, termasuk pelayanan kesehatan gratis, serta distribusi makanan, air bersih, peralatan ibadah, dan kebersihan. Dengan adanya silaturahim ini, diharapkan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya kemanusiaan, khususnya untuk pengungsi Rohingya, dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi semua pihak. selengkapnya di link ini

MER-C Cabang Medan menyelenggarakan kegiatan mobile klinik bersama Yayasan Batak Islam Nauli (BIN) dan HMI Komisariat FK USU

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berkolaborasi dengan Yayasan Batak Islam Nauli (BIN) dan HMI Komisariat FK USU telah mengadakan kegiatan mobile klinik berupa Pengabdian Masyarakat untuk daerah minoritas muslim dan terpencil. Kegiatan ini diselenggarakan di Mesjid Agung Hati Nurani Tarutung pada hari Sabtu, 14 Juni 2025.  Kegiatan tersebut terdiri dari Sirkumsisi, Pemeriksaan Golongan Darah, Konsultasi Kesehatan dan Pelatihan Pijat Jantung Saja. Dalam kesempatan tersebut, peserta sirkumsisi sebanyak 40 anak, pemeriksaan golongan darah sebanyak 79 orang, serta konsultasi kesehatan sebanyak 5 orang.  Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen MER-C untuk memberikan pelayan kesehatan terkhusus kepada masyarakat yang memiliki akses terbatas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kegiatan disambut baik oleh BKM Mesjid Agung Hati Nurani Tarutung beserta warga sekitar.    

Shelter Rohingya di Lhokseumawe: Kolaborasi Dayah ZQA dan MER-C untuk Kemanusiaan

Lhokseumawe — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendukung penuh penetapan lahan milik Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA) di Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, sebagai lokasi shelter bagi pengungsi Rohingya. MER-C menilai langkah yang diinisiasi oleh Dayah ZQA ini sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam menjawab kebutuhan mendesak akan tempat penampungan yang layak dan berkelanjutan bagi pengungsi Rohingya.  Dengan menyediakan lahan seluas empat hektare serta membuka akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi, inisiatif Dayah ZQA ini sejalan dengan semangat kemanusiaan dan prinsip perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. MER-C siap berkolaborasi dengan Dayah ZQA, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta lembaga-lembaga lainnya untuk mewujudkan shelter ini sebagai solusi kemanusiaan yang konkret.  Pimpinan Dayah ZQA Tgk Sualiman Daud mengajak masyarakat Aceh dan seluruh Indonesia untuk terus membantu pengungsi Rohingya.  “Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Pengungsi Rohingya adalah saudara kita yang sedang membutuhkan perlindungan, dan kita semua memiliki peran untuk membantu,” ujar Tgk Sualiman Daud, Pimpinan Dayah ZQA. Dengan dukungan ini, MER-C berharap penanganan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe dapat berjalan secara lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan. Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati saat ini terus aktif mengunjungi lokasi pengungsian Rohingya di sejumlah wilayah di Aceh, untuk melihat kebutuhan mereka serta secara langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan.    Selengkapnya di link ini

Kolaborasi MER-C Medan dan TBM FK UMSU dalam Meningkatkan Kapasitas Penanganan Bencana

Medan — Relawan MER-C Indonesia Cabang Medan turut berperan sebagai pemateri dan pelatih dalam kegiatan “SALVAGE – First Step to Save” yang diselenggarakan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) pada Minggu, 11 Mei 2025. Dalam kegiatan ini, sebanyak 53 calon anggota TBM FK UMSU dibimbing langsung oleh relawan MER-C Medan. Materi pelatihan meliputi manajemen bencana (Disaster Management), Bantuan Hidup Dasar (BHD), evakuasi dan transportasi pasien, serta triase bencana. Para relawan juga melakukan observasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi bencana yang dilakukan oleh peserta. MER-C Medan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan TBM FK UMSU atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada relawan MER-C untuk berperan sebagai pemateri dalam kegiatan Simulasi Bencana ini. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan kedepannya.

MER-C Serahkan Bangunan Mushollah, Sekolah, dan Posyandu kepada Yayasan Pendidikan Islam Mentawai

Siberut Utara — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) secara resmi menyerahkan banngunan Musholla Al Ikhlas, Madrasah Tsanawiyah Al Muhtadin, dan Posyandu Muara,  di Desa Simatumu, Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, kepada Yayasan Pendidikan Islam Mentawai (YAPISMEN).  Acara serah terima dilakukan pada Rabu (30/4), yang dihadiri sejumlah perwakilan MER-C, yaitu Presidium MER-C Dr.Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc., Pembina MER-C Padang dr. Yusri Dianne Jurnalis, relawan MER-C Padang Ir. Zirma Juneldi, MSi., serta relawan pembangunan sarana umum MER-C di Mentawai Khoirul Mustofa dan  Turut hadir Ketua Yayasan YAPISMEN Zubir Sakarebau, Kepala Sekolah Mts Al Muhtadin Muara Sikabaluan, Imam Musholla Haris Edi Hidayat, serta para guru dan tokoh masyarakat setempat. Presidium MER-C dalam sambutanya menyampaikan harapan bahwa sejumlah bangunan yang telah direnovasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas. “Harapan kami dari sedikit yang kami lakukan, di mana itu termasuk juga Alhamdulillah dengan selesainya program rekonstruksi pembangunan sekolah, posyandu dan juga renovasi madrasah dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat,” ujar Ahyahudin. Imam Mushola Haris Edi Hidayat mengaku warga sangat senang dengan adanya mushollah bantuan MER-C ini. ia mengatkan, selain untuk shalat berjamaah, Mushollah ini juga dipakai untuk kegiatan mengaji anak-anak. Kedepannya diharapkan juga dapat digunakan untuk kegiatan majelis taklim. Salah satu fasilitas yang diserahterimakan adalah Posyandu Muara yang juga dirancang sebagai markas MER-C di wilayah tersebut. Pemanfaatannya akan dilakukan atas kerja sama Yayasan, Desa dan Puskesmas Sikabaluan. Ke depannya Posyandu ini akan melayani enam desa di sekitarnya.  Proses pembangunan dan renovasi ini dilakukan mulai 20 Mei 2024 dan selesai pada 14 Agustus 2024. Dana renovasi dan pembangunan berasal dari donasi masyarakat Indonesia melalui MER-C untuk amanah Mentawai, wilayah yang rawan diguncang gempa dan tsunami.

MER-C Ikut Workshop Konsolidasi Jaringan LSM Aceh Peduli Pengungsi Rohingya

Banda Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Aceh pada Kamis (20/3) mengikuti workshops konsolidasi jaringan LSM Aceh Peduli Pengungsi Rohingya yang digelar di Banda Aceh.  Acara ini diikuti oleh sekitar 30 orang perwakilan dari koalisi masyarakat sipil Aceh peduli pengungsi Rohingya dan sejumlah stakeholder terkait.  Konsolidasi ini sendiri digelar untuk meningkatkan koordinasi diantara anggota jaringan masyarakat sipil di Aceh yang bekerja terkait pengungsi Rohingnya, sharing pembelajaran antara masing-masing LSM dalam melakukan kegiatan terkait penanganan pengungsi Rohingnya, serta menyusun sebuah peta jalan prioritas bagi jaringan masyarakat sipil di Aceh untuk masa mendatang. Sehingga melalui workshop ini, ada peningkatan kapasitas masing-masing anggota jejaring dalam melaksanakan koordinasi lintas sektor. Pengungsi Rohingya merupakan salah satu persoalan pengungsi yang menjadi sorotan dunia internasional. Sejak konflik yang pecah di Myanmar pada tahun 2012, gelombang pengungsi yang sangat besar terjadi di beberapa wilayah Asia Tenggara, salah satunya yaitu di Indonesia.  Etnis Rohingya telah banyak kehilangan nyawa sehingga mereka mengungsi ke negara lain demi mendapatkan perlindungan secara aman.  Pengungsi Rohingya pertama tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2015 dan terus berdatangan hingga kini jumlahnya terus bertambah.

MER-C Kirim Tim Medis Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) hari Kamis (6/3) mengirimkan tim medis untuk membantu korban banjir Jabodetabek.  Tim yang diturunkan terdiri dari enam orang, yaitu dr. Shinta Chairiah, Sp.P, M.M (Dokter Spesialis Paru), dr. Ilham Wahyu (Dokter Umum) dr. Siti Lirih Chumairah (Dokter Umum),  Iis Islamiah (Tim Logistik), Herlina Endah Atmaja S.S.,  M.A (Tim Dokumentasi) serta Karidi (Tim Transportasi).  Ketua MER-C Jakarta dr. Rifqi Zulfikar, Sp.B., FINACS., M.Ked.Klin mengatakan, tim yang dikirimkan hari ini merupakan tim advance, yang ditugaskan untuk melakukan penilaian wilayah mana saja yang terdampak, bantuan yang diperlukan warga setempat serta menentukan lokasi untuk pendirian posko. “Untuk pemberian bantuan dan pendirian posko MER-C juga akan berkoordinasi dengan BPBD setempat. Adapun lama pendirian posko dan tim bertugas nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi,” kata dr. Rifqi.  Salah satu relawan yang bertugas dr. Siti Lirih Chumairah menambahkan, meski masih dalam tahap penilaian, tim sudah membawa obat-obatan, peralatan kesehatan serta beberapa hal lainnya yang diperlukan untuk kondisi banjir.  “Kalau ada yang memang memerlukan pertolongan emergency kami akan langsung memberikan pertolongan medis,” ujarnya.  Setelah melakukan penilaian, MER-C rencananya akan menurunkan tim di lokasi yang diperlukan pada hari Sabtu dan Minggu.  Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir, Anda dapat menyalurkan melalui Donasi amanah Kemanusiaan MER-C : BCA 686.0099339 BSI 701.5658899Atas nama Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk Relawan

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C) Indonesia pada Sabtu (8/2) mengadakan pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial untuk relawan.  “Tujuan pelatihan ini diadakan untuk peningkatan keahlian teman-teman relawan dalam membuat penulisan dan dokumentasi kegiatan MER-C yang mereka ikuti,” ujar Presidium MER-C Indonesia dr. Tonggo Meaty saat menyampaikan sambutan pada Pelatihan tersebut, yang digelar di Kantor Pusat MER-C, Jakarta Pusat.  Selain itu, ketua divisi relawan MER-C dr. Guntur juga mengatakan, pelatihan ini sangat membantu para relawan yang akan terjun langsung ke lapangan dan perlu membuat laporan atau berita.  Pelatihan Jurnalistik dan Pengolahan Media Sosial ini diisi oleh Redaktur Republika M. Nasih, Jurnalis Senior Fitra Ratory dan sejumlah jurnalis senior lainnya. 

Silahkan bertanya?