Mengenal Popo, Pelukis Mural Peduli Rohingya
MINA – Di antara kita mungkin sudah ada yang mendengar nama Ryan ‘Popo’ Riyadi, salah seorang seniman jalanan atau street artist yang karya-karya muralnya banyak menghiasi tembok-tembok ibukota Jakarta. Lelaki yang akrab disapa Popo itu sering menggambar karakter ‘Popo’ dalam setiap karyanya dibumbui dengan tulisan-tulisan kritis. Selama belasan tahun, lelaki peraih penghargaan ‘The Best Mural Artist’ pada Tembok Bomber Award 2010 ini selalu menghadirkan kritikan dalam setiap karyanya, walau tidak semua orang setuju dengan cara dia. Bahkan, Popo pernah juga diprotes dosen di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, lantaran hobinya corat-coret ini. Tapi siapa sangka, beberapa tahun kemudian Popo malah ikut mengajar sebagai dosen mata kuliah komunikasi visual di almamaternya itu. Dalam sebuah wawancara khusus dengan Popo di tempat biasanya nongkrong, penulis sempat berbincang soal beberapa hal menarik dengan Duta Campaign RS Indonesia ini, salah satunya soal krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Popo yang cukup peka terhadap situasi di sekitarnya langsung merespon dengan pernyataan kritisnya. “Banyak manusia hidup berdampingan, tapi sedikit yang berkemanusiaan. Ini sebenarnya kita tunjukan bagi tempat-tempat yang di mana ada banyak orang tetapi di sana tidak ada nilai kemanusiaan,” kata Popo kepada wartawan Mi’raj News Agency(MINA) Rendy Setiawan di Gudang Sarinah Pancoran, Jakarta, Jum’at (7/10). Meskipun lahir dan besar di Indonesia, Popo cukup konsisten mengikuti perkembangan terkini yang terjadi di Myanmar maupun di Palestina. Menurut Popo, krisis-krisis yang terjadi di dua wilayah itu tak perlu terjadi apabila keberagaman dijaga sebagaimana mestinya. “Kita sering mendengar ajakan untuk saling menghargai dalam keberagaman. Tapi di sisi lain kita melihat ada banyak krisis kemanusiaan yang terjadi, contoh di Myanmar dan Palestina. Sebenarnya bukan hanya di dua wilayah itu saja, apabila nilai-nilai kemanusiaan itu dijaga, krisis seperti itu seharunya nggak perlu terjadi,” katanya. “Ini pelajaran dari apa yang pernah disampaikan oleh ayah saya. Jadi kalau mau menolong, harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” katanya menambahkan. Apabila diperhatikan lebih teliti, semua karya yang pernah diciptakan Popo, sebagian besar memuat pesan kritik sosial. Hal itu tak terlepas dari peran ayahnya yang selalu memotivasi untuk selalu memperhatikan kondisi sekitar. “Banyak cara untuk mengekspresikan apa yang ingin kita sampaikan, salah satunya dengan komunikasi non verbal, dan melalui lukisan-lukisan mural ini salah satunya,” katanya. Popo melanjutkan, untuk membantu orang-orang, tidak harus menunggu isu global seperti kelaparan, perang dan krisis lainnya. Cukup dengan memberikan makan kepada tetangga kita yang lapar, itu sama saja sudah menolong banyak orang. “Kemanusiaan tidak bisa dilepaskan dari keadaan sosial di sekitar kita. Contoh gampangnya begini, kadang kita kenyang tapi ada di sekitar kita yang kelaparan. Kalau ini terjadi, berarti nilai kemanusiaan kita harus dikritik. Kritikan yang saya lontarkan secara khusus sebenarnya ditunjukkan untuk diri saya sendiri,” paparnya. Popo berpesan, sebelum memenuhi hasrat keinginan kita, ada baiknya untuk melihat kondisi sosial di sekitar terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebagai cara untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan agar selalu merasa dekat dengan lingkungan di sekitar. “Sebelum memenuhi keinginan kita, ada baiknya kita lihat dulu sekeliling kita,” pesannya. Menurut Popo, kritik sosial atau kondisi kemanusiaan yang selalu menjadi temanya adalah sebagai cara untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan masyarakat Indonesia khususnya. “Saya pikir ini nggak bisa lepas dari kehidupan sosial,” ujarnya. “Harus selalu sabar ketika hidup berdampingan dalam usaha menumbuhkan nilai-nilai sosial kepada orang yang kita kenal maupun yang nggak kita kenal. Tetapi yang terpenting untuk diri sendiri,” katanya lagi. Ketika disinggung soal ‘Popo’ yang menjadi karakter dalam setiap karyanya, Popo mengatakan, itu sudah menjadi identitas dirinya. “Popo menjadi signature, menjadi identitas saya. Jadi di setiap karya saya itu ada saya yaitu Popo,” katanya. (W/R06/B05) Sumber : www.mirajnews.com
MER-C Indonesia Resmikan dan Serah Terima TPA di Pidie Jaya

MEUREUDU – Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad meresmikan dan serahterima gedung TPA (Taman pendidikan Alqur’an di Gampong Nanggroe Barat, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, Selasa (03/10/2017). Dalam sambutannya, dr Ben, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa pembangunan TPA tersebut bentuk kepeduliaan MER-C Indonesia kepada Pemkab Pidie Jaya yang diguncang gempa berkekuatan 5.3 SR pada Desember 2016 lalu. Bantuan tersebut adalah bantuan dari donatur yang disalurkan melalui MER-C Indonesia. “Syukur alhamdulillah, bangunan TPA Gampong Nanggroe Barat ini telah selesai dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan, hal ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak baik Pemkab Pijay, muspika Kecamatan Ulim, tokoh dan semua masyarakat Naggroe Barat,” katanya. Dr. Ben mengharapkan TPA tersebut dapat bermanfaat dalam mendidik anak-anak, Gampong Nanggroe Barat sehingga kelak mereka dapat bermanfaat bagi agama dan membangun daerahnya. Sambutan juga disampaikan oleh Ridwan, asisten 1 Pemkab Pijay. Dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasih kepada MER-C yang telah membanguan taman pendisikan alquran tsb, mengingat pemkab pijay maaih sangat membutuhkan bantuan pihak ketiga dalam menyelesaikan proses rehab rekon pasca gempa dikabupaten tsb. “Iya, alhamdulillah, pemkab pijay tentunya berterimakasih kepada MER-C, di mana dengan adanya TPA ini kita mengharapkan proses belajar agama anak-anak dapat ditingkatkan, ini penting untuk melindungi anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan, didikan sejak dini sangat diperlukan untuk membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh negatif,” katanya. Senada dengan apa yang disampaikan Ridwan, Imum Mukim Nanggroe juga mengucapkan terimakasih kepada MER-C Indonesia yang selama ini telah banyak membantu warga masyarakat Nanggroe Barat, karna selain membangun gedung TPA MER-C juga mengadakan pengobatan gratis dan sunat. Pada acara peresmian ini juga dihadiri asisten 1 Pemkab Pijay, BPBD, BNPD, Camat Uulim, Kapolsek, Danramil, Imum Mmukim, dan tokoh-tokoh masyarakat Nanggroe Barat. Acara tersebut diakhiri pembacaan doa oleh Tgk Abubakar.[] Sumber : http://portalsatu.com/read/Citizen-Reporter/mer-c-indonesia-resmikan-dan-serah-terima-tpa-di-pidie-jaya-35489
Masjid Nurussalam Kerahkan Remaja Dan Orang Tua Galang Dana untuk Rohingya

Jakarta, (MINA) – Di sepanjang jalan Kalimalang, penampakan anak-anak usia 12 tahun sampai orang tua menjadi tidak asing dalam sepekan ini, mereka terlihat membawa kardus bertuliskan “Donasi untuk Rohingya” dan mendekati kendaraan-kendaraan yang berhenti di lampu merah. Donasi yang diinisiasi DKM Masjid Jami’ Nurussalam di Kampung Baru, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, tersebut berhasil mengumpulkan setidaknya 30 juta rupiah sejak pertengahan September lalu. Salah satu pengajar di Masjid tersebut yang juga bekerja di Pondok Darul Ilmi Citeurep-Bogor juga mengumpulkan bantuan serupa hingga mencapai 12 juta 770 ribu rupiah dan keduanya menyerahkan bantuan tersebut melalui lembaga kedaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang saat ini tengah membangun RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Ketua Penggalangan Dana Masjid Nurussalam Abdu Shomad mengatakan kepada Mi’raj News Agency (MINA), pihaknya menurunkan anak-anak dan remaja hingga orang tua sebagai bukti pendidikan dan pemberdayaan umat melalui masjidnya. “Ini foto anak saya lagi ikutan juga,” katanya sambil menunjukkan salah satu foto di lokasi penggalangan dana. Serah terima bantuan dilakukan bersamaan dengan kegiatan puncak Muharam di area Masjid yang juga menampilkan beragam kreatifitas anak dan remaja di area tersebut, seperti tarian, nasyid, dan ceramah yang disampaikan oleh anak berusia belasan tahun. Dalam sambutannya, Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad mengapresiasi DKM Masjid yang telah berusaha semaksimal mungkin memberdayakan umatnya melalui Masjid. Sarbini juga menjelaskan situasi dan kondisi terkini warga Muslim Rohingya kepada warga sekitar yang hadir pada perayaan malam itu. “Oleh karenanya, MER-C bersama PMI dan Walubi saat ini bekerjasama tengah membangun sebuah rumah sakit di sana,” ujar pria yang akrab disapa dengan panggilan Dr. Ben itu. Dia menegaskan tujuan jangka panjang dari pembangunan RS tersebut adalah untuk menjelaskan keberagamaan kita kepada warga Myanmar. Bahwa minoritas di negara ini mampu hidup dengan damai dan tanpa mengalami diskriminasi. “Indonesia sebagai mayoritas Muslim, dan di sini minoritas bisa hidup dengan baik. Kita ingin mengenalkan RS Indonesia ini sebagai simbol keberagaman. Di situ ada Muslim, Budha dan lain-lain yang dirawat. Untuk mempersatukan,” tambahnya. Dr. Ben juga menuntut pemerintah Myanmar untuk membuka askes bantuan dari berbagai LSM Internasional yang hendak masuk ke lokasi konflik guna memberikan pelayanan kesehatan dan asistensi lainnya. “Jika pemerintah Myanmar mampu mengizinkan hal tersebut, insyaallah konflik akan mereda,” ujarnya.(L/RE1/RS2) Sumber : http://www.mirajnews.com/2017/09/masjid-nurussalam-kerahkan-remaja-dan-orang-tua-galang-dana-untuk-rohingya.html
SMKN 1 Serang Serahkan Bantuan untuk Rohingya Melalui MER-C

Serang, (MINA) – Penggalangan dana kemanusiaan untuk warga Rohingya tengah bergulir di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya dilakukan para pelajar provinsi Banten ini. Dikoordinir pemimpin rohaniawan sekolah (rohis), para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Serang Banten menggelar nonton bareng dan penggalangan dana untuk warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh akibat penindasan militer baru-baru ini. Penggalanan dana dilakukan sejak 20-21 September 2017 di sekolah tersebut berhasil mengumpulkan 5,7 juta rupiah. Dana diserahkan melalui lembaga kedaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk kemudian dialokasikan ke pembangunan RS Indonesia di Rakhine State Myanmar yang saat ini baru dimulai. Dalam acara serah terima yang berlangsung pada Jumat (22/9), tim konstruksi pembangunan RS Indonesia tersebut Nur Ikhwan Abadi menjelaskan kepada setidaknya dua ribu siswa yang hadir mengenai visi dan misi MER-C sebagai lembaga kedaruratan yang fokus pada bantuan jangka panjang dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan netral tanpa melihat latar belakang yang ditolongnya. “MER-C berkomitmen bergerak di bidang kemanusiaan dan mengedepankan netralitas tanpa memandang suku atau agama yang kami bantu,” tegasnya disambut tepuk tangan dan sorakan para siswa. Sementara itu, ketua Rohis sekolah tersebut Rifki Safarudin mengatakan kepada Mi’raj News Agency (MINA), para siswa merespon dengan keprihatinan besar tidak lama setelah menonton dokumentasi warga Rohingya yang saat ini tidak jelas nasibnya. “Responnya luar biasa, mereka sangat prihatin untuk Rohingya, jadi kami galang dana juga,” katanya. Saat ditanya jika ada kesempatan untuk berangkat kesana, Rifki mengaku ingin membantu secara langsung saudara-saudaranya di sana dan menurutnya antusias para pelajar yang peduli terhadap Rohingya di sekolahnya juga relatif tinggi.(L/RE1/R01) Sumber : http://www.mirajnews.com/2017/09/smkn-1-serang-serahkan-bantuan-untuk-rohingya-melalui-mer-c.html
Alumni UI dan MER-C Jalin Kerjasama Bantu Rohingya

Jakarta, MINA – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dalam aksi kemanusiaan bantu Rohingya. Acara penandatanganan kerjasama sendiri dilakukan di Sekretariat Iluni UI, Jalan Salemba Raya 4, Jakarta Pusat, Rabu (20/9). “Iluni UI dan MER-C jalin kerjasama jangka panjang, dalam waktu dekat ini kita kerjasama terkait untuk membantu Rohingya,” kata Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono usai acara penandatanganan. Ia mengatakan, alumni Universitas Indonesia yang tergabung dalam Iluni UI sendiri ada banyak dan memiliki keahlian dan latar belakang yang bisa ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan. Alasannya memilih kerjasama dengan MER-C, menurut Arief karena MER-C sudah berpengalaman dalam aksi-aksi kemanusian dan jelas program-programnya, seperti aksi bakti sosial, pembangunan RS Indonesia di Palestina, juga di Myanmar, dan lain-lain. “Sebetulnya kerjasama ini adalah untuk mendukung kegiatan MER-C dalam bantu Rohingya. Apa yang bisa kami lakukan untuk mendukung lebih, karena Iluni UI punya alumni yang banyak,” katanya. Sementara itu, Presidium MER-C Joserizal Jurnalis mengatakan, kerjasama ini selain Iluni UI mengumpulkan dana bantuan untuk Rohingya, dalam program-program bakti sosial juga akan melibatkan unsur Iluni UI. Kerjasama ini sendiri dilakukan hingga tahun 2019 mendatang dan saat ini terfokus pada bakti sosial untuk membantu Rohingya. “Selain melakukan galang dana, nanti Iluni UI juga akan gabung dalam program bakti sosial MER-C, mungkin kedepannya juga akan diikutkan ke Myanmar,” kata Joserizal. (L/R08/R01) Sumber : http://www.mirajnews.com/2017/09/alumni-ui-dan-mer-c-jalin-kerjasama-bantu-rohingya.html/amp
Pembangunan RS Indonesia di Rakhine tidak Terganggu Konflik
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Bentrokan kembali terjadi antara pihak yang mengatasnamakan gerilyawan Rohingya dengan aparat keamanan Pemerintah Myanmar pada Jumat (25/8). Akibat bentrokan tersebut, puluhan orang meninggal dunia dan ribuan Muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Medical Rescue Commite (MER-C) yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Myanmar berharap pihak-pihak yang sedang bentrok segera mengambil jalan diskusi agar tidak banyak jatuh korban. Meski demikian, MER-C menginformasikan pembangunan RSI di Myanmar tetap berjalan. Presidium MER-C, Dr Sarbini Abdul Murad mengatakan, proses pembangunan RSI tidak terganggu dengan bentrokan yang terjadi pada Jumat (25/8). Pembangunan RSI didukung semua pihak, termasuk Pemerintah Myanmar, umat Islam, Buddha dan masyarakat umum lainnya. Ia mengungkapkan, setelah berdirinya RSI diharapkan dapat menjadi peredam konflik di Myanmar. “Diharapkan dengan cepatnya berdirinya Rumah Sakit, mudah-mudah bisa menjadi simbol perdamaian dengan adanya Rumah Sakit Indonesia itu,” kata Sarbini kepada Republika, Ahad (27/8). Ia menyampaikan, MER-C saat ini sedang melaksanakan proses pembangunan RSI di wilayah Muaung Bwe, Mrauk U, Provinsi Rakhine, Myanmar. MER-C berharap pihak-pihak yang saat ini sedang bentrok segera melakukan dialog untuk menyelesaikan masalah. Di harapkan semua pihak yang terkait dengan konflik di Myanmar bisa duduk bersama untuk melakukan komunikasi guna mencari solusi penyelesaian masalah dengan jalan terbaik. MER-C meyakini kekuatan dialog dapat menyelesaikan konflik, seperti di Aceh, bisa damai karena dialog. “Kalau dialog tidak dibangun, akan sulit saling pengertian, dialog inilah yang akan membuat saling pengertian antara semua elemen di Myanmar,” ujarnya. Sarbini menerangkan, RSI yang sedang dibangun MER-C diperuntukkan untuk umum, artinya untuk semua komunitas agama. RSI ini akan menjadi simbol netralitas. Masyarakat Muslim dan non-Muslim akan berobat bersama-sama di RSI. Masyarakat yang sedang berobat akan bertemu, saling sapa dan berbicara. Secara perlahan akan membuka pintu saling percaya antara semua komunitas di Myanmar. RSI dibuat oleh MER-C, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan PMI. “Jadi dengan ada Rumah Sakit ini maka masyarakat dan Pemerintah Myanmar bisa melihat di Indonesia harmonis antar umat beragama, buktinya RSI ini didirikan oleh komunitas Muslim dan Buddha,” jelasnya. MER-C menginformasikan, proses pembangunan RSI sudah sampai pengurugan, bulan ini sedang dibuat pagar. Pada Oktober mendatang akan dibuat rumah untuk dokter dan paramedis. Setelah itu baru akan dibangun bangunan Rumah Sakit. Ditargetkan pertengahan 2018 RSI bisa dioperasikan. MER-C juga akan membangun sarana air bersih di sekitar RSI. Sebab, masyarakat di sana kesulitan mendapatkan air bersih. Dokter dan paramedis dari Myanmar akan dilatih di Indonesia. “Diharapkan mereka bisa belajar bagaimana dokter Indonesia melayani pasien-pasien yang tidak melihat kelas dan status. Dokter melayani pasien secara profesional dan atas dasar rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Kondisi Terkini Kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Jakarta – Menyusul kondisi kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang menurun pasca pemeriksaan terakhir yang dilakukan Tim Medis MER-C, Rabu (25/5) di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, MER-C sebagai lembaga medis yang selama ini mendampingi kesehatannya, segera melayangkan surat permohonan agar ulama sepuh terpidana kasus terorisme ini mendapat izin untuk dapat melakukan pemeriksaan ke luar Lapas. Permohonan pemeriksaan ke rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap dilakukan guna mengetahui penyebab pembengkakan pada tungkai dan melakukan tindakan pengobatan yang diperlukan. Surat permohonan pemeriksaan ini ditujukan langsung oleh Presidium MER-C kepada Presiden RI dengan tembusan Wakil Presiden RI dan berbagai Kementerian serta Lembaga terkait. Surat tertanggal 2 Juni 2017 itu berisi permohonan agar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dapat melakukan MCU (Medical Check Up) di Rumah Sakit yang dipilih oleh MER-C, yaitu RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. RS Jantung Harapan Kita dipilih karena adanya kekhawatiran bahwa bengkak berulang pada tungkai yang dialami Ustadz Abu Bakar Ba’asyir terkait dangan fungsi jantung. Setelah melalui proses perizinan yang cukup panjang, pada awal Agustus 2017 surat tersebut disetujui. Rabu sore (9/8) dengan pengawalan ketat, ulama berusia 80 tahun itu dibawa dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor menuju RS Jantung Harapan Kita. Tim Medis dan ambulans MER-C turut mendampingi dalam iringan. Sekitar pukul 19.00, iringan tiba di RS Jantung Harapan Kita. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang selama ini mengalami tahanan isolasi langsung dibawa menuju ruangan rawat super VIP dan mendapatkan pemeriksaan awal dari Tim Dokter rumah sakit. Kamis (10/8), serangkaian pemeriksaan Medical Check Up berupa Advance Cardiac Screening beserta beberapa pemeriksaan tambahan seperti MS CT (Multi Slice Computed Tomography) untuk toraks (rongga dada), abdomen (perut), dan coroner (pembuluh jantung) dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan penjagaan ketat dari aparat. Dari seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan, kondisi kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir secara umum baik dengan resume medis Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) dan Congestive Heart Failure (CHF). Adapun penyebab tungkai bengkak adalah gangguan katup pembuluh balik tungkai atau Chronic Venous Insufficiency (CVI). Beberapa penurunan nilai fungsi organ masih dalam batas normal untuk usia yang sudah mencapai 80 tahun. Adapun hal lainnya yang menjadi perhatian adalah Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dan bengkak pada tungkai. Keluhan-keluhan yang ada akan ditangani melalui pemberian obat oral dan dijadwalkan untuk melakukan kontrol kembali dalam satu bulan ke depan. MER-C adalah Tim Medis yang diminta keluarga untuk mendampingi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir selama dalam masa penahanan. Tim MER-C yang terdiri dari dokter spesialis orthopaedi, dokter spesialis penyakit dalam, serta dokter umum secara rutin mengunjungi untuk mengecek kesehatan Ustadz Abu sejak ditahan di LP Salemba, LP Cipinang, LP Pasir Putih Nusa Kambangan hingga akhirnya dipindahkan ke LP Gunung Sindur Bogor. Selanjutnya, ke depan Tim MER-C akan merekomendasikan agar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dapat melakukan Comprehensive Geriatric Assessment untuk mengetahui status fungsional, mental, dan nutrisi secara komprehensif. Rekening Donasi amanah Keluarga Mujahid dapat disalurkan melalui: BSM, 701.565.8953 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info: www.mer-c.org 0811990176
MER-C Bantu Korban Banjir Bandang Bima

Bima, 25 Rabiul Awwal 1438/25 Desember 2016 (MINA) – Menyusul banjir bandang yang melanda Bima baru-baru ini, lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Cabangnya di Mataram menurunkan Tim Relawan Medis untuk membantu para korban. “Tim pertama berangkat ke lokasi pada Kamis 22 Desember 2016 sekitar pukul 16.00 bersama rombongan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Tim terdiri dari tiga relawan, yaitu dr. Muhammad Fadillah, dr. Aten Aswari Putra dan dr. Ivan Aprian Akbar,” demikian keterangan dari MER-C yang diterima MINA Ahad (25/12). Tim tersebut membawa bantuan berupa makanan dan minuman serta obat-obatan. Dua hari sebelumnya, tim MER-C dari Cabang Mataram diwakili dr. Editia Subihardi berangkat bersama rombongan Ikatan Alumni FK UNRAM (IKA FK UNRAM) sebanyak lima dokter dan anggota Tim Bantuan Medis Bumi Gora sebanyak enam orang. Tim juga membawa bantuan berupa makanan, minuman, pakaian, selimut, terpal dan genset hasil sumbangan dari para donatur ke IKA FK UNRAM dan TBM BG FK UNRAM. Menurut tim di lapangan, saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan adalah berupa makanan dan minuman cepat saji atau matang untuk bayi dan dewasa, air bersih, pakaian, kain selimut, dan obat obatan. Tim menyerukan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan donasi melalui Bank BRI, No Rek 470601011328534, atas nama dr. AD Irma Ramdani. Sedangkan bantuan berupa barang (makanan, minuman, pakaian dan kain selimut) dapat menghubungi nomor tim dr. AD Irma Ramdani (081803614631), dr. Januarman (081805718326), dan dr. Denuna Enjana (089674115662). (L/RE1/R02) Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Sumber : http://mirajnews.com/2016/12/mer-c-turunkan-tim-bantuan-korban-banjir-bandang-bima.html
Dua Mobil Ambulans Sumbangan Rakyat Indonesia Tiba di RSI Gaza

Gaza, 22 Rabi’ul Awal 1438/ 22 Desember 2016 (MINA) – Dua unit mobil ambulans sumbangan rakyat Indonesia tiba di Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza, Rabu (21/12), setelah dibeli di Uni Emirat Arab dan sempat tertahan di Mesir selama kurang lebih satu tahun. Kedua mobil tersebut masuk ke Jalur Gaza melalui pintu perbatasan darat Rafah yang sempat dibuka oleh otoritas Mesir selama tiga hari sejak 18 – 20 Desember kemarin. Reza Ardilla, relawan Indonesia asal Kalimantan yang saat ini menjadi Koordinator Utama MER-C di Gaza, mengawal langsung proses masuknya mobil-mobil ambulans tersebut. Kepada wartawan Kantor Berita Islam Miraj di Gaza, Reza menjelaskan, proses pemasukan kedua ambulans ini tidaklah mudah. Selain kondisi blokade atas Gaza yang semakin parah dalam beberapa tahun terakhir, kurang harmonisnya hubungan antara otoritas Mesir dan Pemerintah Palestina di Gaza juga menjadi hambatan utama. Ditemani oleh seorang insinyur lokal RSI, Samir Abu Nada, Reza harus tiga kali pulang pergi ke perbatasan Rafah di Jalur Gaza selatan untuk menyelesaikan berkas-berkas yang dibutuhkan hingga akhirnya berhasil memarkir kedua unit mobil ambulans tersebut di halaman RSI di Jalur Gaza bagian utara. Kedua ambulans yang merupakan bagian dari proyek RSI Gaza itu dibeli dari Uni Emirat Arab, karena tidak tersedia di Gaza, sementara sebagian besar peralatan medis di RSI Gaza didatangkan dari sejumlah negara di Eropa. Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah murni sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina yang diinisiasi dan diaplikasikan oleh LSM medis kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia. Bangunan yang menghabiskan dana sekitar 130 miliar rupiah tersebut kini menjadi rumah sakit utama di wilayah Jalur Gaza Utara, Palestina. (L/K02/Reza/P001) Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Sumber : http://mirajnews.com/2016/12/dua-mobil-ambulans-indonesia-tiba-rsi-gaza.html
Selamat Jalan Bapak Adi Sasono
Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun Berita kepergian Bapak begitu mengagetkan kami Duka mendalam kami rasakan karena kehilangan seorang tokoh panutan Tokoh yang sangat peduli dan baik kepada siapa saja Tokoh yang sederhana, rendah hati dan bersahaja Salah satu kenangan bersama Bapak adalah ketika melakukan kampanye untuk Pembangunan RS Indonesia Tanpa ragu Bapak menjadi salah satu tokoh yang turut membantu program RS Indonesia hingga program ini selesai Sewaktu kami bertemu kembali untuk bersilaturahmi dan menengok karena mendengar Bapak sakit, Bapak tetap terlihat tegar, semangat dan terus memberi dukungan untuk program-program kemanusiaan lainnya Kini Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang telah memanggilmu Selamat jalan Bapak Adi Sasono Terima kasih telah membimbing kami sejak awal berdirinya MER-C Meskipun Bapak telah tiada, semangat Bapak akan terus mengiringi langkah kami Doa dari kami seluruh relawan MER-C Semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikanmu dan mengampuni semua kesalahanmu Semoga ALLAH SWT menempatkanmu di syurga-NYA Aamiin yaa robbal ‘aalamiin