Kementrian Kesehatan Gaza Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan MER-C untuk Klinik Lapangan di Gaza Selatan

Kementrian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza (MoH) menyampaikan terima kasih kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan masyarakat Indonesia atas bantuan serta dukungan untuk Klinik Lapangan Al Aqsa B Medical Center di Gaza Selatan. “Terima kasih untuk masyarakat Indonesia dan MER-C Indonesia serta semua timnya, untuk upaya ini. Saya harap kita juga dapat membuat rencana proyek lain, proyek untuk mendukung masyarakat Palestina di Gaza Utara dan area lain, karena mereka sangat membutuhkan dukungan selama genosida ini, di mana pasukan Israel menghancurkan semua fasilitas kesehatan dan pusat perawatan kesehatan primer di Gaza. Sekali lagi terima kasih banyak,” ujar dr. Ahmed Shatat, Direktur Unit Kerja Sama dan Perencanaan Internasional MoH. MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Gaza pada 26 Oktober 2024 lalu menandatangani MoU untuk memberikan dukungan biaya operasional berupa insentif bagi seluruh staf klinik, yang rencananya akan diberikan selama enam bulan ke depan, terhitung sejak 1 Desember 2024 hingga 31 Mei 2025 mendatang. Dengan bantuan ini, diharapkan Al Aqsa B Medical Center bisa beroperasi kembali untuk memberikan layanan Kesehatan pengungsi yang berada di sekitar Klinik, di tengah lumpuhnya sistem kesehatan akibat serangan penjajah ke fasilitas Kesehatan di sepanjang Jalur Gaza. Dr. Shatat juga mengatakan bantuan ini sangat penting dilakukan, untuk dapat menyediakan obat-obatan pada sistem layanan kesehatan dan memberkan layanan spesialis bagi masyarakat Gaza, yang sebagian besar dari para korban mengungsi dari Gaza Utara dan tempat lain di Al-Mawasi, yang hidup dalam kondisi sangat buruk. Al Aqsa B adalah klinik spesialis lapangan di bawah Kementerian Kesehatan Palestina yang terletak di wilayah padat pengungsian, di Al Mawasi, Khan Younis. Al Aqsa B melayani setidaknya 600,000 warga pengungsi di Jalur Gaza, dengan pasien harian sekitar 500-800 orang. Al Aqsa B memiliki sekitar 36 staf yang terdiri dari Direktur dan Wakil Direktur, Sektretaris, 11 dokter spesialis, 3 dokter umum, 3 farmasi, 6 perawat, 2 petugas kebersihan, 1 ahli gizi, 5 security, 2 admin/pendaftaran, dengan pelayanan untuk penyakit dalam, Cardiovascular, Nephrology, Surgery, Orthopedic, Dental, Ophthalmology, ENT, Radiology, Psychiatry, General Medicine and Obgyn.
Bertemu Menteri Hukum, MER-C Mengajukan Kolaborasi Kerja Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Senin (30/12) bertemu dengan Menteri Hukum Republik Indonesia Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H di Gedung Kementerian Hukum (Kemenkum). Tim MER-C yang hadir sebanyak lima orang yaitu Presidium dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em., dan dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati, SH., Ketua Divisi Humas Diana Caroline serta Manajer Operasional Rima Manzanaris. Dalam kesempatan itu, dr. Yogi Prabowo mngajukan kolaborasi ke Kementrian Hukum RI terkait kegiatan kemanusiaan MER-C baik di dalam dan luar negeri. dr. Yogi secara khusus menyampaikan permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh, terkait status pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan HAM pengungsi. Ia juga meminta adanya perlindungan hukum internasional bagi RS Indonesia Gaza dan RS Indonesia Rakhine, Myanmar, karena adanya permasalahan pelanggaran HAM dan Hukum International di Gaza dan Rakhine terkait akses bantuan kemanusiaan. Untuk penanganan pengungsi Rohingya, MER-C lebih lanjut meminta penanganan yang mengedepankan HAM, dan pemerintah untuk memberikan akses sekolah, kebebasan bergerak, peluang berkontribusi terhadap lingkungan seperti warga domisili sementara sambil mereka menunggu proses selanjutnya, serta tempat penampungan yang layak atau akses ketempat-tempat tinggal mandiri seperti pengungsi-pengungsi yang tinggal mandiri di kota-kota lain. Dalam kesempatan itu, Menteri Hukum Supratman menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C dan menyatakan siap untuk memberikan dukungan serta bantuan yang diperlukan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini. “Saya sangat senang berinteraksi dan menerima kunjungan teman-teman MER-C. Pertama-tama saya memberi apresiasi atas seluruh kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C, itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak semua orang bisa lakukan, terutama kepada teman-teman pengungsi di Rohingya di Indonesia, maupun di Rohingya sendiri,” ujar Supratman. “Keterlibatan MER-C dalam kerja kemanusiaan patut kita apresiasi dan untuk itu pemerintah akan memberikan dukungan maksimal, termasuk dalam hal perubahan regulasi yang dibutuhkan oleh MER-C maupun lembaga-lembaga internasional yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan terutama di bidang pengungsi,” tambahnya. Selain itu, Supratman juga memberikan apresiasi atas langkah MER-C di Gaza, yang memberikan layanan walaupun dalam kondisi perang. Menurutnya, pengelolaan RS Indonesia oleh MER-C menjadi sesuatu yang sangat membanggakan dan sekali lagi pemerintah memberikan apresiasi yang sangat tinggi. “Bekerja terus untuk nilai-nilai kemanusiaan, memperjuangkan kemanusian adalah tugas mulia. Saya berharap MER-C terus berdiri di garis terdepan untuk memberikan pelayanan, terutama di daerah-daerah konflik maupun bencana alam,” tuturnya.
Dua Bulan Bertugas, Relawan MER-C Saksikan Langsung Keteguhan Warga Gaza di Tengah Agresi

Salah satu relawan MER-C yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-6, dr. Taufik Nugroho, Sp.B menceritakan pengalamannya menyaksikan secara langsung keteguhan warga Gaza di tengah agresi penjajah Israel yang masih berlangsung, dalam kesempatan Silaturahim Online Dunia Masjid Kubah 99 Makassar hari Minggu (29/12), yang digelar secara daring. Dr. Taufik yang saat ini masih bertugas di Jalur Gaza mengatakan, dengan kerusakan yang nyaris total di Gaza saat ini, ia hampir tidak percaya warga Gaza bisa bertahan sampai satu tahun sejak peristiwa 7 Oktober kemarin, dengan sarana dan prasarana yang sudah hancur total mereka hanya tinggal di tenda-tenda atau bawah reruntuhan dengan pasokan makanan, air bersih dan obat-obatan sangat terbatas, karena bahkan konvoi bantuan makanan pun dibom. “Tapi dalam kondisi itu mereka bisa bertahan. Hanya Allah-lah yang memberikan kekuatan kepada mereka dalam keadaan seperti ini, dan itulah yang kami lihat,” ujarnya Lebih lanjut ia juga menceritakan, selama dua bulan bertugas sebagai tim medis di Gaza, dr. Taufik bersama relawan MER-C lainnya telah melakukan lebih dari 100 operasi besar. “Kami melakukan lebih dari 100 operasi besar yang kami lakukan selama dua bulan di Gaza, termasuk operasi-operasi yang bahkan mungkin tidak kami lakukan di Indonesia. Seperti dr. Yasmeen (salah satu Tim EMT ke-6), itu spesialis obgyn tapi di sini beliau membantu saya memotong kaki, tangan, buka perut, sesuatu yang tidak mungkin beliau lakukan di Indonesia, tapi harus kami lakukan di sini,” ujarnya. Dr. Taufik mengatakan, selain melakukan pertolongan dan operasi di rumah sakit, Tim EMT ke-6 juga menyalurkan bantuan untuk warga Gaza berupa bantuan makanan dan bahan makan mentah, baju dingin, air bersih serta bantuan-bantuan lainnya di tengah musim dingin yang sedang berlangsung di Gaza. “Saudara-saudara kita di Indonesia dapat membayangkan saudara kita di pengungsian, di tenda-tenda yang tipis tanpa baju dingin, tanpa alat penghangat, dengan kekurangan makanan. Sungguh mengurunkan tangan untuk memberikan bantuan kepada mereka tidak harus jadi dermawan yang kaya raya atau muslim yang sangat baik, kita hanya perlu menjadi manusia yang punya hati,” ujarnya. “Oleh karena itu, mudah-mudahan apa yang sudah kami lakukan selama di Gaza dua bulan ini memberikan arti, memberikan manfaat buat mereka, dan bisa mengetuk dan mengajak hati saudara-saudra kami di Indonesia. Mari kita ulurkan tangan kita, mari kita berikan bantuan kepada mereka, berapa pun akan sangat membantu,” pungkasnya. Silaturahim Online Dunia Masjid Kubah 99 Makassar ini digelar secara daring atas kerja sama sejumlah lembaga di antaranya, Komite Makassar for Gaza, Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS MRPI), GEMMA 9, MER-C dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), yang digelar untuk mengajak masyarakat luas mendukung program “Makassar for Gaza”.
MER-C Turut Berbelasungkawa atas Wafatnya Lima Staf RS Kamal Adwan di Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengucapkan turut berbelasungkawa untuk para syuhada, lima petugas kesehatan yang menjadi martir di Rumah Sakit Kamal Adwan akibat serangan langsung dari penjajah Israel pada Kamis (26/12). Kelima staf tersebut adalah Dokter Anak dr. Ahmed Samour, Spesialis Laboratorium Israa Abu Zaida, paramedis Abdul Majeed Abu Al-Aish dan Maher Al-Ajrami serta Spesialis Perawatan Fares Al-Hudali. MER-C juga mengutuk keras segala bentuk serangan terhadap para petugas kesehatan serta paramedis dan menyerukan perlindungan penuh bagi relawan dan tim medis, untuk memastikan penyediaan bantuan medis yang optimal. Sangat penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan tim medis dan relawan saat mereka menjalankan tugasnya. Terletak di Beit Lahia, RS Kamal Adawan telah mengalami puluhan serangan rudal dan senjata api sejak awal Oktober, juga blokade militer. Meskipun menghadapi tantangan ini, Rumah Sakit tersebut masih terus memberikan perawatan kepada warga Gaza dalam kondisi yang mengerikan.
MER-C Beri Dukungan untuk Klinik Lapangan di Gaza Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus menyalurkan donasi dari masyarakat Indonesia untuk korban agresi di Jalur Gaza. Kali ini bentuk bantuan yang diberikan berupa dukungan operasional, yaitu insentif bagi staf Klinik Lapangan Al Aqsa B Medical Center di Gaza Selatan. Liaison Officer EMT MER-C Marissa Noriti yang saat ini bertugas di Jalur Gaza mengatakan, dukungan biaya operasional berupa insentif bagi seluruh staf klinik rencananya akan diberikan selama enam bulan ke depan, terhitung sejak 1 Desember 2024 hingga 31 Mei 2025 mendatang. Marissa menjelaskan, Al Aqsa B adalah klinik spesialis lapangan di bawah Kementerian Kesehatan Palestina yang terletak di wilayah padat pengungsian, di Al Mawasi, Khan Younis. Al Aqsa B melayani seridaknya 600,000 warga pengungsi di Jalur Gaza, dengan pasien harian sekitar 800 orang. Al Aqsa B memiliki sekitar 36 staf yang terdiri dari Direktur dan Wakil Direktur, Sektretaris, 11 dokter spesialis, 3 dokter umum, 3 farmasi, 6 perawat, 2 petugas kebersihan, 1 ahli gizi, 5 security, 2 admin/pendaftaran, dengan pelayanan untuk penyakit dalam, Cardiovascular, Nephrology, Surgery, Orthopedic, Dental, Ophthalmology, ENT, Radiology, Psychiatry, General Medicine and Obgyn. Dukungan ini sendiri sebagai tindaklanjut dari MoU yang telah ditandatangani antara MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Gaza pada 26 Oktober 2024 lalu. Dengan bantuan ini, diharapkan Al Aqsa B Medical Center bisa beroperasi kembali untuk memberikan layanan Kesehatan pengungsi yang berada di sekitar Klinik, di tengah lumpuhnya sistem kesehatan akibat serangan penjajah ke fasilitas Kesehatan di sepanjang Jalur Gaza. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan seluruh layanan kesehatan khusus bagi masyarakat di wilayah Al-Mawasi di Khan Yunis melalui klinik spesialis lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dimana terdapat kepadatan penduduk yang besar di wilayah tersebut, mencapai 600.000 orang. Mereka terpaksa mengungsi akibat agresi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun,” ujarnya. Medical Director Al Aqsa B Medical Center dr. Yousif Salah Alfarra, mengucapkan terima kasih kepada MER-C Indonesia, atas bantuan yang sangat penting dan dibutuhkan. Ia menegaskan, saat ini Al Aqsa B Medical Center memiliki sejumlah spesialis, yang memang sangat diperlukan warga Gaza di Khan Younis, pengungsian terpadat di Gaza Selatan. “Di sini kami memberikan pelayanan dengan banyak spesialis, jadi tempat ini sangat luar biasa dalam membantu para pengungsi khususnya di Khan Younis. Terima kasih MER-C Indonesia atas dukungannnya kepada Pusat Medis ini dan warga Gaza,” tuturnya. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Hadiri Undangan Pertemuan Kemlu RI, Bahas Penguatan Bantuan untuk Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Jumat (13/12) menghadiri undangan pertemuan yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), guna membahas penguatan bantuan untuk Palestina. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah lembaga baik nasional maupun internasioanl, yang memiliki akses untuk menyalurkan bantuan ke Palestina. Adapun MER-C diwakili oleh Ketua Divisi Emergency Medical Team (EMT) dr. Arief Rachman, SpRad., dan Relawan EMT ke-1 dr. Reyfal Khaidar. Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain; pemaparan situasi terkini di Gaza dan Palestina dari organisasi internasional, akses bantuan kemanusiaan Palestina saat ini, serta mekanisme penyaluran bantuan untuk Palestina dari lembaga kemanusiaan di Indonesia melalui organisasi internasional. Direktur Jendral Kerja Sama Multilateral Aidil Khairunsyah dalam sambutannya mendorong kemitraan lebih erat antara lembaga kemanusiaan Indonesia dan organisasi internasional, untuk mengatasi tantangan dalam penyaluran bantuan di Palestina dengan memanfaatkan pengetahuan lokal serta sumber daya dan pengaruh diplomatik organisasi internasional. Dr. Arief Rachman dalam kesempatan itu meminta Kemlu untuk bisa memberikan dukungan dalam pengiriman tim medis ke Jalur Gaza, yang saat ini menjadi salah satu fokus program bantuan MER-C. MER-C sejak agresi 7 Oktober 2023 terus berupaya menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Bantuan yang diberikan antara lain sembako, makanan cepat saji, air bersih, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Sejak 18 Maret 2024, MER-C telah mengirimkan puluhan relawan medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT). Relawan medis ini terdiri dari dokter spesialis dan umum, perawat serta bidan.
Relawan Medis MER-C di Jalur Gaza Lakukan Tindakan Persalinan Caesar

Dua Relawan Medis Medical Emergency Rescue (MER-C) pada 29 November 2024, bersama tenaga medis lokal di Jalur Gaza melakukan tindakan persalinan caesar di tengah kondisi yang sangat terbatas. Dalam video dokumentasi yang dikirimkan, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. yang merupakan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-6, tengah melakukan operasi caesar dan menunjukkan bayi yang dilahirkan serta ibunya dalam kondisi sehat. Dr. Regintha mengungkap, operasi dilakukan di tengah ketersediaan bed rumah sakit yang sangat terbatas, jadi pasien dalam enam jam harus pulang dengan hanya berbekal obat nyeri parasetamol dan antibiotik sederhana. Ia mengatakan, indikasi operasi dikarenakan kasus persalinan pertamanya juga caesar. “Ibu ini hamil pertama kembar tiga dengan proses bayi tabung, lahir selamat ketiganya perempuan. Kehamilan kedua ini pasien hamil natural dan berdoa agar punya anak laki-laki Alhamdulillah Qadarullah saat perang seperti ini beliau hamil natural dan anaknya laki-laki,” ujarnya. Dr. Regintha mengaku salut dengan wanita-wanita di Gaza yang masih terus semangat untuk melahirkan generasi penerus mereka meski dengan segala keterbatasan tempat tinggal, makanan, nutrisi dan vitamin untuk ibu hamil. Mereka juga rela menempuh pelayanan rumah sakit walau harus berjalan jauh. Saat ini fasilitas kesehatan di Jalur Gaza sedang dalam kondisi krisis serius, terutama Gaza Utara di mana serangan Israel yang disengaja terhadap ambulans dan pekerja pertahanan sipil telah membuat wilayah tersebut kehilangan hampir semua layanan penyelamatan. Tim EMT MER-C ke-6 yang telah berugas sejak akhir Oktober saat ini masih bertahan di Jalur Gaza dan kembali bertugas di Public Aid Hospital, Gaza City, setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, namun terpaksa pergi ketika penjajah Israel kembali melancarkan serangan ke Rumah Sakit tersebut. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Serahkan Bantuan Diapers dan Medical Gas ke Public Aid Hospital di Gaza City

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan gas medis dan diapers untuk pasien dewasa, lanjut usia dan pasien pasca operasi di Public Aid Hospital di Gaza City. Bantuan gas medis dan diapers ini diberikan berdasarkan permintaan mendesak dari pihak Public Aid Hospital kepada MER-C Indonesia. Pengisian ulang medical gas sebesar 60 kg, yang diperlukan untuk departemen operasi Public Aid Hospital, Gaza City, dilakukan pada awal Desember 2024, dengan total Sedangkan bantuan diapers diserahkan oleh perwakilan Tim EMT MER-C ke-6 di Jalur Gaza, Perawat Kamal Putra Pratama, kepada perwakilan Public Aid Hospital, Abu Salamah, pada Kamis, 12 Desember 2024. Bantuan diapers dewasa berbagai ukuran sangat diperlukan dalam perawatan pasien-pasien khususnya pasien dewasa, lanjut usia dan pasien pasca operasi di Public Aid Hospital, Gaza City. Fasilitas kesehatan di Jalur Gaza saat ini sedang dalam kondisi krisis di tengah blokade dan agresi tanpa henti penjajah Israel. MER-C terus mengupayakan bantuan dan pengiriman Tim medis yang saat ini sangat diperlukan warga Gaza. Tim EMT MER-C ke-6 saat ini masih bertahan di Jalur Gaza dan kembali bertugas di Public Aid Hospital setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara dan terpaksa pergi ketika penjajah Israel kembali melancarkan serangan ke Rumah Sakit tersebut. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
Ketua Divisi EMT MER-C Penuhi Undangan sebagai Fasilitator Public Health Emergency Training

Ketua Divisi Emergency Rescue Committee (EMT) MER-C Indonesia dr. Arief Rachman, SpRad., memenuhi undangan sebagai Fasilitator dalam Public Health Emergency Training, yang diselenggarakan oleh National Critical Care and Trauma Response Center (NCCTRC) Australia bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (RIDU), pada 11-12 Desember 2024 di Kampus Unhan, Bogor, Indonesia. Dalam kesempatan itu, dr. Arief menyampaikan materi terkait proses dan perkembangan Emergency Medical Team di Indonesia, serta mencontohkan aktivitas EMT di bidang bencana, krisis dan public health emergency (PHE). Selain dr. Arief, turut hadir pada acara tersebut, memenuhi undangan sebagai Observer, yaitu Ketua Presidium MER-C, DR. dr. Hadiki HAbib, SpPD., SpEm. Rektor Unhan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi strategis ini, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi berbagai situasi darurat kesehatan. “Kerja sama ini tidak hanya bertujuan memperkuat kesiapan dan respons Indonesia terhadap ancaman kesehatan publik, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia dalam membangun ketahanan kesehatan global yang berkelanjutan,” ujarnya. Rektor Unhan RI juga menekankan pentingnya kemitraan internasional yang solid, di mana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem kesehatan yang tangguh. Dengan saling mendukung dan berbagi wawasan, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Program pelatihan ini sendiri dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan penting akan peningkatan kesiapan dan kapasitas operasional dalam mengelola keadaan darurat kesehatan masyarakat, dengan penekanan kuat pada latihan simulasi, lokakarya pengembangan keterampilan, dan sesi berbagi pengetahuan, dengan tujuan mendorong kolaborasi dan inovasi di antara para ahli dan praktisi dari berbagai sektor. Peserta yang hadir belajar tentang regulasi kesehatan internasional, agenda keamanan kesehatan global, dan sistem darurat kesehatan Indonesia, dengan fokus pada pengembangan kemampuan koordinasi dan komunikasi dalam penanganan darurat kesehatan.
Tim EMT MER-C di Jalur Gaza Tangani Korban MCI Akibat Serangan Penjajah Israel

Kembali bertugas di dua rumah sakit di Gaza City, Emergency Medical Team (EMT) Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menangani sejumlah kasus Mass Casualties Incident (MCI) akibat serangan penjajah Israel yang masih terus berlangsung. Lima Relawan MER-C yang tergabung dalam EMT ke-6, yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, dan dr. Taufiq Nugroho, SpB., Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dua perawat Nadia Rosi, Amd.Kep, serta Kamal Putra Pratama, AMK., kembali bertugas di dua rumah sakit di Gaza City, Public Aid Hospitl dan RS Al-Shifa, setelah sebelumnya terpaksa pergi dari RS Kamal Adwan di Gaza Utara saat penjajah Israel melancarkan serangan massif ke Rumah Sakit tersebut. “Siang ini, 14 Desember 2024, jam 12.19 waktu Gaza, telah terjadi MCI yang menyebabkan banyak sekali korban yang berdatangan ke RS Al-Shifa dan empat orang dinyatakan syahid akibat adanya serangan roket Israel yang ditujukan kepada masyarakat sipil yang ada di area Al-Jala, Gaza City,” ujar Relawan MER-C Kamal Putra Pratama. Kamal mengatakan, serangan Israel yang cukup besar ini mengakibatkan UGD RS Al-Shifa penuh oleh korban yang terus berdatangan, di mana sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Ambulans juga terus berdatangan. “Tim MER-C Indonesia bersama Tim Al-Shifa berupaya memberikan pertolongan penyelamatan secara cepat,” ujarnya. Setelah kembali bertugas di Gaza City, Tim MER-C terus mengoptimalkan diri untuk melakukan tindakan-tindakan penyelamatan kepada korban-korban yang ada di Gaza City, dan telah melakukan sejumlah tindakan operasi sejak 7 Desember 2024. “Semoga rakyat Indonesia terus memantau dan mendoakan Tim MER-C Indonesia yang masih ada di Gaza dan kami bisa optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di Gaza,” tuturnya. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee