MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Truk-Truk Bantuan MER-C Berhasil Memasuki Gaza di Tengah Pembatasan Ketat Israel

Di tengah ribuan truk yang masih tertahan dan mengantri di perbatasan Rafah untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, sebagian truk-truk bantuan dari rakyat Indonesia melalui MER-C berisi tepung terigu dan paket bahan makanan sudah berhasil masuk. Hal ini dilaporkan oleh dua relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan. Mereka bersama tim mitra lokal dari Medics World Wide ikut menerima dan mendistribusikan secara langsung bantuan-bantuan tersebut kepada para warga korban agresi Israel.   Sejak agresi dimulai, MER-C terhitung telah menyalurkan tiga tahap khusus bantuan yang dikirimkan dari Mesir. “Bantuan MER-C dari Mesir sudah bisa masuk Jalur Gaza. Sampai hari ini pertanggal Senin 26 Februari 2024 sudah ada tiga tahap bantuan yang masuk,” kata Fikri. Distribusi bantuan tidak hanya di Gaza Selatan namun juga hingga ke Gaza Tengah. Selanjutnya, MER-C berharap truk-truk bantuan lainnya berupa paket bahan makanan, air minum dan khususnya obat-obatan serta alat kesehatan juga bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Bantuan MER-C yang tiba pertama di Jalur Gaza adalah tepung terigu berjumlah 1.500 karung atau satu kontainer penuh yang sudah dibagikan ke titik-titik pengungsian baik di Gaza bagian tengah maupun Gaza bagian Selatan.  Untuk pembagian bantuan awal 1.500 karung masuk ke Gaza sekitar bulan Desember 2023. Dalam kesempatan distribusi tepung terigu, relawan MER-C di Gaza belum bisa ikut membagikan secara langsung karena saat itu situasi belum memungkinkan. “Saat itu Tim MER-C cabang Gaza ikut serta dalam pembagian tersebut, namun kita tidak bisa melanjutkan dan diteruskan oleh lembaga mitra lokal untuk membagikan bantuan MER-C yang tersisa karena serangan Israel masih mencekam,” ujar Fikri. Kemudian bantuan tahap dua berupa paket bahan makanan baru memasuki Gaza pada 23 Februari 2024. Proses pembagian bantuan kali ini dapat langsung dipantau Relawan MER-C di Gaza. Mereka juga ikut serta dalam pembagiannya ke Kota Deir Balah, Gaza bagian Tengah, hari Sabtu, 24 Februari 2024. Tahap ketiga, MER-C kembali mengirimkan tepung terigu dari Mesir yang berhasil tiba di Gaza pada Minggu, 25 Februari 2024. Pembagiannya kepada para pengungsi juga dilakukan langsung oleh relawan MER-C, hari Senin, 26 Februari 2024.*Sulitnya Bantuan Menembus Perbatasan Rafah* “Tentunya bantuan yang kita belanjakan ke Mesir dan kirim ke Gaza membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang sangat sulit. Kita sempat berbincang dengan Tim Medics World Wide selaku lembaga yang punya akses memasukkan bantuan ke Gaza. Mereka mengatakan truk-truknya mengalami banyak kendala untuk memasuki Gaza,” tutur Fikri. Pertama adalah antrean yang cukup panjang dan proses perizinan yang membutuhkan paling sebentar adalah dua pekan dan paling lama berbulan-bulan. Kedua truk-truk bantuan yang sudah mendapat izin dari gerbang Rafah, perbatasan Mesir dan Gaza, tidak langsung bisa masuk ke Jalur Gaza tetapi harus dialihkan ke perbatasan Karim Abu Salim, perbatasan Israel dan Mesir, di sana semua barang dibongkar dan diperiksa oleh mereka. Jika memenuhi syarat baru proses selanjutnya bisa dijalankan, yaitu masuk ke Jalur Gaza dan diturunkan di gudang-gudang yang sudah tersedia. Sepanjang proses ini banyak barang-barang bantuan yang dikirimkan tidak bisa masuk, karena tidak memenuhi syarat Pemerintah Israel bahkan barang-barang bantuan banyak yang rusak akibat pemeriksaan tersebut. *Distribusi Bantuan Sulit karena Situasi yang Masih Mencekam* Fikri mengungkapkan, kendala lapangan dalam mendistribusikan bantuan juga sangat banyak. Salah satunya kondisi mencekam karena serangan Israel yang masih berlangsung, terlebih lagi mereka manargetkan fasilitas umum seperti rumah sakit, kantor-kantor media, tenda-tenda pengungsian, bahkan truk-truk batuan yang masuk ke Jalur Gaza juga sering kali menjadi target Israel. Kesulitan lainnya adalah masih banyak warga Gaza yang belum mendapatkan bantuan karena ada lebih dari 1.9 juta warga mengungsi di berbagai tempat yang ada di Jalur Gaza dan mereka meninggalkan rumah karena kondisi yang cukup buruk. “Masyarakat Gaza sangat berharap genjatan senjata permanen agar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing walaupun sebagian rumah mereka sudah banyak yang hancur dan rata dengan tanah oleh Zionis Israel,” kata Fikri. Lebih lanjut Fikri menuturkan, saat ini warga Gaza membutuhkan tenda-tenda untuk tempat tinggal dan pakaian hangat karena di Jalur Gaza sudah memasuki musim dingin. Mereka tidak sempat menyelamatkan berang-barang. Tentara Israel juga sering kali memerintahkan mereka tidak membawa apapun saat proses evakuasi. “Semoga peperangan ini selesai dan masyarakat Gaza bisa Kembali membangun kehidupan mereka yang baru,” ucapnya.***

MER-C Kirim Tim ke Mesir untuk Pantau Langsung Proses Pengiriman Bantuan Rakyat Indonesia untuk Gaza

Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan tim sebanyak tiga orang ke Mesir untuk memantau langsung progres pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Tim mengunjungi gudang mitra lokal MER-C di Mesir untuk melihat proses pengadaan dan pengiriman bantuan makanan, air minum, tepung dan obat-obatan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza. “Saat ini kami berada di gudang yang berada di Kairo, di mana ini adalah tempat dari Medics World Wide untuk mengumpulkan dan packing obat-obatan, alat kesehatan serta bantuan kemanusiaan lainya yang dikirimkan menuju Jalur Gaza,” ujar ketua Tim dr. Arief Rachman, SpRad. Ia mengatakan bantuan obat-obatan akan terus bertambah setelah sebelumnya paket makanan sudah dikirimkan dan berhasil masuk ke Jalur Gaza. “Dari sinilah maka ini semua akan dimasukkan ke dalam truk untuk kemudian berangkat menuju ke Jalur Gaza. Jadi kita bisa lihat situasi bagaimana penuhnya barang-barang yang untuk kemudian diberangkatkan ke sana,” kata dr. Arief. “Kami berterima kasih terhadap bantuan yang sudah diberikan oleh saudara-saudara semuanya untuk membantu saudara saudara kita yang mengalami penderitaan di Jalur Gaza,” tuturnya.

Eksklusif dari Gaza Utara : Kondisi RS Indonesia Bantuan MER-C yang Terus Berjalan di Tengah Situasi Gaza Utara yang Memprihatinkan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk warga Gaza yang saat ini berada dalam situasi yang memprihatinkan akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023. Warga Gaza saat ini mengungsi di kamp-kamp penampungan, sekolah-sekolah atau tetap bertahan di rumah mereka yang telah hancur. Mereka kekurangan air bersih, makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainya akibat tindakan Israel yang melarang masuknya bantuan ke Jalur Gaza. Di tengah situasi ini, MER-C melalui relawannya di Jalur Gaza terus membagikan bantuan secara langsung kepada para pengungsi. Saat ini dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldila Kurniawan terus melanjutkan program bantuan MER-C di Gaza bagian Selatan. Keduanya bersama para pasien dan tenaga Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara serta warga yang berlindung di sana terpaksa mengungsi saat Pasukan Israel menyerang dan menghancurkan Rumah Sakit. Namun MER-C akhirnya kembali terhubung dengan relawan lokal yang masih bertahan di Gaza Utara, setelah sebelumnya wilayah ini terisolasi akibat serangan baik darat maupun udara yang dilakukan oleh pasukan Israel. Sejak 21 Januari 2023, MER-C juga dapat menyalurkan bantuan untuk warga Gaza Utara. MER-C terus melakukan komunikasi dengan relawan lokal di Gaza Utara, menanyakan situasi di sana serta kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh para pengungsi. Berikut up date situasi yang disampaikan relawan lokal MER-C; 1. Bagaimana kondisi di Gaza Utara saat ini? Apakah masih ada tentara Israel dan serangan udara atau darat? Situasi di Jalur Gaza bagian utara saat ini sangat sulit untuk mendapatkan makanan. Masyarakat tidak punya uang untuk membeli bahan pangan dan stoknya sudah hampir habis dalam waktu sepekan. Selain itu, harga bahan pokok juga sangat mahal. Harga sekantong tepung adalah 1.200 shekel, satu kilo daging 120 shekel dan beras per kilo mencapai 20 shekel. Tentara Israel sendiri saat ini telah ditarik sepenuhnya dari Jalur Gaza utara, tetapi serangan udara masih sesekali terjadi. 2. Bagaimana kondisi warga dan pengungsian di Gaza Utara? Sebagian besar masyarakat di Jalur Gaza bagian utara saat ini berada di pusat-pusat penampungan dan sebagian lainnya berada di rumah-rumah. Meskipun kondisinya rusak dan hancur namun mereka tinggal di ruangan yang layak huni. Para pengungsi sangat sulit mendapatkan air dan makanan. Kondisi masyarakat di Jalur Gaza sangat tragis. Kami kesulitasn dalam segala hal. Kondisi kami di pengungsian tidak dapat digambarkan. Penyakit menyebar pada anak-anak dan kami kekurangan makanan.3. Bantuan apa saja yang sangat dibutuhkan warga Gaza di pengungsian saat ini? Semua orang di sini membutuhkan makanan, pakaian dan susu untuk bayi serta pakaian hangat 4. Apakah pembagian bantuan makanan ini dapat dilakukan setiap hari? Ya, saya berusaha menghemat lebih banyak uang, agar bisa membantu lebih banyak saudara-saudara yang mengungsi 5. Apa kendala yang dihadapi relawan lokal dalam pelaksanaan program bantuan makanan ini mulai dari pencarian bahan, pengelolaan dan pembagiannya? Karena harga beras dan daging setiap hari naik dan harga satu kilo daging hari ini mencapai 120 Shekel. Sekarung beras mencapai lebih dari 500 shekel 6. Berapa banyak paket makanan yang biasa dibagikan oleh relawan untuk warga Gaza? Saya sekarang membagikan bantuan sebanyak 500 nampan nasi, namun ini tentu tidak cukup untuk semua pengungsi yang ada di satu sekolah. 7. Kemana saja area distribusi bantuan makanan? Saya membagikan makanan di sekolah dekat RS Indonesia yang menjadi tempat pengungsian, di beberapa daerah padat penduduk di sekitar RS Indonesia dan terkadang di Kamp Jabalia. 8. Bagimana kondisi RS Indonesia saat ini? Rumah sakit Indonesia kini ditutup karena pendudukan Israel dengan sengaja menyabotase peralatan medis, menghancurkan total ruang gawat darurat, merusak lantai tiga, menghancurkan ruangan dokter, membakar generator listrik, menghancurkan saluran listrik dan air. Banyak bagian rumah sakit yang hancur, namun kini ditutup dengan pembatas tanah. Memperbaiki dan memulihkan layananya akan membutuhkan banyak usaha dan dana. 9. Bagaimana kondisi wisma indonesia (Wisma dr. Joserizal)? Bagian dalam hancur, semua barang mulai dari meja, kaca dan pintu rumah semuanya rusak. Bangunan di sebelah utara dibom, mobil rusak parah, listrik dan jaringan air telah dirusak. Hampir semuanya hancur. 10. Berapa rumah sakit yang masih bisa beroperasi di Gaza Utara? Kini terdapat dua rumah sakit yang masih beroperasi di Jalur Gaza bagian utara yaitu Rumah Sakit Kamal Adwan dan Rumah Sakit Al Awda, dengan kemampuan yang tentu sangat tidak memadai. 11. Apa pesan yang ingin disampaikan untuk rakyat Indonesia? Saya ingin menyampaikan pesan dari masyarakat Gaza dan menggambarkan situasi kami kepada Anda, saudaraku. Kami telah mencapai titik di mana Anda akan menangis karena tidak mampu memberi anak-anak Anda satu syikal pun atau menyediakan makanan untuk mereka. Sekarang di Gaza, 100 syikal tidak berarti apa-apa dan hanya cukup untuk satu kali makan karena harga yang mahal. Rakyat di Gaza sedang sekarat karena penindasan dan kesedihan. Kami sedang mengalami keadaan di mana tidak ada yang dapat memahaminya kecuali Allah. Bayangkan seorang lelaki tua mendatangi Anda dan meminta makan siang, Demi Tuhan, inilah puncak kehinaan yang telah kami capai saat ini. Tapi kami bersyukur kepada Allah atas apa yang telah menimpa kami dan kami akan diberi pahala, Insya Allah. Insya Allah kami akan berdiri teguh, bersabar dan memenangkan surga, Insya Allah.  Kami berharap syahid di jalan Allah setiap hari, kami tahu pahala kami di sisi Allah. Semoga Allah memberkati Anda karena telah berdiri di samping kami, mendukung kami dan menyediakan makanan untuk orang-orang di Gaza, dan semoga Allah menjadikan ini sebagai pahala atas perbuatan baik Anda. Apa yang terjadi di Gaza, saudaraku, adalah ujian dari Tuhan bagi seluruh dunia dan Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang berbuat baik, sabar, dan tabah. Insya Allah kami akan meraih kemenangan besar, betapapun hancurnya kami dan telah kehilangan orang yang kami cintai. Alhamdulillah atas segalanya. Anak-anak Gaza telah tumbuh dewasa sebelum waktunya dan kesedihan memenuhi wajah masyarakat karena kurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan perempuan mereka. Ya Allah, Rabb semesta alam, kasihanilah kami. Demikian up date terkini dari relawan kami di Gaza Utara. Mohon doa dari saudara-saudara sekalian semoga relawan MER-C serta seluruh warga Gaza senantiasa dalam lindungan Allah  dan semoga mereka diberi kesabaran atas apa yang sedang terjadi.

MER-C Yogyakarta Kirim Tim untuk Bantu Korban Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Cabangnya di Yogyakarta mengirimkan Tim Medis untuk membantu korban banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terjadi akibat tanggul jebol. “Dalam misi pertama ini, MER-C Yogyakarta mengirim tim medis beranggotakan 5 personel yaitu dr. Rais Aliffandy Damroni (Dokter Umum), Hapsah (perawat), Fifi Ariana Himawan, Fakhrur Razi, dan Mohammad Miftahul Alim,” kata Ketua Tim dr. Rais Aliffandy Damroni. Ia mengatakan, Tim MER-C Yogyakarta bertugas selama tiga hari, terhitung dari hari Minggu, 11 Februari 2024 – Selasa, 13 Februari 2024. Saat ini Tim MER-C berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Gajah I untuk mengisi pos kesehatan di posko pengungsian Wilayah Kecamatan Gajah. “Kami melakukan pelayanan kesehatan personal kepada pasien yang datang ke pos kesehatan dan kami juga mendatangi pasien untuk melakukan pemeriksaan di dalam posko pengungsian. Kami bekerja sama dengan puskesmas, menyediakan obat-obatan dasar untuk warga yang memeriksakan diri,” ujar Fandy.Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini warga membutuhkan bantuan-bantuan pokok diantaranya logistik/makanan cepat saji, tikar dan selimut, serta obat- obatan. Kebutuhan lainnya adalah pembalut, pempers anak dan dewasa, MPASI, alat mandi (gayung, handuk, sabun, shampo, pasta gigi, sikat gigi), pakaian dalam, air mineral, obat dan lotion anti nyamuk serta dan sandal. “Berdasarkan pemeriksaan kami, kebanyakan pasien yang memeriksakan diri mengeluhkan nyeri kepala, nyeri otot dan gangguan kulit,” tuturnya. Hujan deras di wilayah Hulu dan debit air yang meningkat mengakibatkan beberapa tanggul di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol. Banjir masih berlangsung dan terus meluas. Menurut data BPBD Terdapat 7 kecamatan dengan total 39 desa yang terdampak dengan warga terdampak sejumlah 84.012 jiwa (22.123 KK). Dari keseluruhan warga yang terdampak, 20.772 jiwa mengungsi di berbagai lokasi. Lokasi pengungsian dikondisikan di beberapa fasilitas umum seperti sekolah, gedung pertemuan, dsb. Ayo bantu kuatkan saudara kita di Demak dengan berdonasi melalui:Bank Syariah Mandiri700-499-5818a.n MER-C DIJ Narahubung:0851 5072 3118 (MER-C Yogyakarta)

MER-C Terus Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji ke Warga Sekitar RS Indonesia di Gaza Utara

MER-C melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza bagian Utara kembali membagikan bantuan makanan siap saji kepada warga di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi. “Kami sekarang berada di depan Rumah Sakit Indonesia. Saat ini kami dalam proses pembagian bantuan kemanusiaan yaitu berupa makanan siap saji,” kata salah satu relawan MER-C. Warga di kamp-kamp pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Terima kasih Indonesia, terima kasih untuk bantuan makan siang dari MER-C. Alhamdulillah jumlahnya bisa mencukupi yaitu setiap orang bisa mendapatkan satu piring. Tentunya ini akan sangat bermanfaat bagi kami, membahagiakan kami di tengah keadaan  kami yang seperti ini. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima amal anda dan memperbaiki kehidupan anda semua,” kata seorang pengungsi. Pengungsi lain yang juga menerima bantuan mengatakan, saat ini mereka tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan MER-C sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, ia mengungkap mereka juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.   “Terima kasih atas bantuan berupa makanan siap saji ini yang sangat membahagiakan kami. Terima kasih untuk Indonesia, terima kasih untuk MER-C kami dapat merasakan kebersamaan rakyat Indonesia di saat negeri-negeri Arab diam saja atas apa yang menimpa kami. Mudah-mudahan kondisi berat ini segera berubah dan Allah rahmati syuhada kami dan menyembuhkan yang sakit dari kami,” katanya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023 .  

Relawan MER-C di Jalur Gaza Salurkan Bantuan Sayuran untuk 1800 Pengungsi

Relawan MER-C di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan menyalurkan bantuan sembako berupa sayuran untuk 1.800 warga Gaza yang ada di pengungsian. “Hari ini kami akan bergerak ke gudang tempat penjualan sayur-sayuran, insyallah kita mau membuat program bantuan sembako sayur-sayuran seperti tomat, timun, cabe dan lainnya,” kata Reza. Reza menambahkan, bantuan sembako ini juga akan ditambahkan gula dan garam karena warga Gaza di pengungsian sering menanyakan apakah mereka memiliki gula. Keduanya berbelanja dan menyiapkan bantuan di tengah agresi yang masih terus berlangsung. Selama menyalurkan bantuan, mereka masih terkendala dengan jumlah uang yang bisa diambil karena dibatasi setiap harinya. Terkadang juga tidak bisa mengambil uang karena kondisi yang memang belum kondusif.  Bahkan saat perjalanan pulang setelah berbelanja sembako yang akan dibagikan, pesawat-pesawat tempur Israel terbang tepat di atas mereka. Mereka mengatakan, meski serangan Israel masih intens terjadi, warga tetap melakukan aktivitas seperti biasa seperti mencuci, berjualan dan saat ini mereka juga selalu berjemur karena sudah 40 hari Gaza masuk musim dingin. “Di pagi hari saja sudah 10 derajat meski siang sudah 21 derajat, tapi anginnya cukup dingin jadi kita harus selalu pakai baju hangat. Insyaallah kita juga akan terus membuat program bantuan pakaian hangat untuk mereka. Akan kita usahakan setiap harinya,” kata Fikri. Fikri dan Reza saat ini berada di pengungsian di Gaza Selatan, setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara diserang Israel dan mereka bersama staf kesehatan, para pasien serta warga Gaza yang berlindung di Rumah Sakit diperintahkan segera pergi.  Meski di pengungsian, dua Relawan MER-C bersama relawan lokal Gaza terus menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia yang diberikan melalui MER-C. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, baju hangat, air bersih serta sembako.

MER-C kembali Salurkan Bantuan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza Utara kembali menyalurkan bantuan berupa makanan cepat saji untuk warga yang berada di Pengungsian. “Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan paket makanan dari masyarakat Indonesia dan MER-C untuk pengungsi kamp Jabaliya yang terisolasi. InsyaAllah setiap harinya akan ada paket makanan untuk para pengungsi di pusat-pusat penampungan,” ujar salah satu relawan MER-C. “Semoga bantuan dari masyarakat Indonesia ini dapat memberikan dukungan kepada kami. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi kalian, juga upaya kalian. Dan kami berharap semoga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat yang tengah terisolasi di sini,” tambahnya. Salah satu pengungsi yang menerima bantuan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C ini. “Terima kasih banyak warga Indonesia, kami haturkan ucapan syukur atas upaya baik yang kalian lakukan. Atas izin Allah semua hal ini akan dicatat sebagai amal kebaikan kalian. Kami rakyat Palestina selalu mengharapkan doa dari kalian. Semoga Allah limpahkan keberkahan-Nya dan Allah berikan kami kekuatan melalui bantuan kalian,” ujarnya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023. Dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sendiri terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan setelah Rumah Sakit Indonesia dikepung dan diserang tentara Israel. Untuk itu, penyaluran bantuan di Gaza Utara saat ini dilakuakan oleh relawan lokal MER-C. Sebelumnya MER-C juga telah menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia di Gaza Utara berupa makanan cepat saji ke pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya.

Sempat Sakit, Dua Relawan MER-C di Jalur Gaza Mulai Membaik

Dua relawan MER-C yang saat ini berada di Jalur Gaza, Palestina, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sempat mengalami sakit sejak Kamis (25/1), namun dalam video yang dikirimkan hari Senin (29/1), mereka mengatakan sudah mulai membaik.   “Kembali lagi dengan kami, relawan MER-C di Gaza, hari ini Senin tanggal 29 Januari 2024, mengingat kondisi kami yang masih sedikit drop, kadang sembuh tapi kadang panas kembali tinggi, juga masih sedikit batuk tapi Alhamdulillah setiap hari semakin membaik,” ujar Fikri. “Tentunya ini berkat doa dari temen-temen semua, kami mengucapkan terima kasih teman-teman yang peduli terus mendoakan kami dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT dan temen-temen juga semoga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT,” tambahnya. Fikri juga mengatakan, saat ini gempuran Israel masih terus terjadi. Tapi di wilayah tempat mereka mengungsi sedikit lebih kondusif, tidak banyak mendengar suara serangan. “Doakan semoga kondisi di Palestina ini terus membaik dan semoga ada genjatan senjata. Dan yang diharapkan warga Gaza adalah berakhirnya perang itu sendiri, jadi genjatan senjata tidak hanya bersifat sementara tapi permanen sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya. Dua relawan MER-C dibantu relawan lokal terus membagikan bantuan masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui MER-C. Bantuan yang diberikan berupa makanan, baju hangat dan air bersih.

Kami, The Saba dan Barokah Indonesia Sumbangkan Hasil Penjualan Produknya untuk Warga Gaza, Palestina

Dua merek modest wear Indonesia Kami dan The Saba bersama dengan Barokah Indonesia menyumbangkan hasil penjualan produknya untuk warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini telah lebih dari 100 hari berada di bawah serangan brutal Israel. Hasil penjualan diserahkan kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada hari Jumat (26/1) oleh founder Kami, The Saba dan Barokah Indonesia di Kantor MER-C, di Jakarta. “Senang uluran tangan kita bisa sampai ke sana walau sekecil apapun. Karena kalau lihat update di sosial media kan Subhanallah, perjuangan bantuan untuk masuk juga susah dan MER-C juga pasti sudah melakukan apa yang bisa dilakukan dari dalam, jadi semoga Allah jaga terus tim MER-C semua tim relawan,” kata founder Kami, Istafiana Candarini dan Afina Candarini serta Maghfira Maulania dari The Saba saat diwawancara usai serah terima donasi Menurut mereka, apa yang terjadi di Palestina saat ini bukan untuk warga Gaza, karena mereka memang dilahirkan dengan kualitas iman yang kuat dan sudah mengalami ini bertahun-tahun. “Apa yang terjadi justru cobaan untuk kita. Jadi sekarang waktunya sama-sama kita berdoa, menyebarkan awareness (kepedulian) yang diperlukan, supaya banyak orang aware apa yang terjadi di sana. Ini belum berakhir,” ujar mereka. Mereka juga mengutip pesan dari Ketua Presidium MER-C sebelumnya Almarhum dr. Joserizal Jurnalis yang mengatakan perjuangan ini sampai akhir hayat, perjuangan seumur hidup. Kami sendiri sudah berdiri sejak tahun 2009 yang saat ini telah memiliki 26 toko offline yang tersebar di sejumlah wilayah mulai Aceh sampai Sulawesi. Kemudian selama masa agresi yang terjadi di Palestina terbentuk The Saba yang mengeluarkan produk jilbab dengan disain bertema Palestina. Sebagai bentuk kepedulian, merek fesyen ini sudah beberapa kali menyumbangkan keuntungan penjualan produknya untuk warga Gaza, Palestina, melalui MER-C.

Peduli Palestina, Bosowa Salurkan Donasi Lewat MER-C

Sebagai bentuk kepedulian terkait situasi tekini di Palestina, perusahaan swasta nasional, Bosowa, menyalurkan donasinya melalu Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh CEO Bosowa Subhan Aksa dan diterima langsung Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad. Subhan Aksa berharap apa yang diberikan dari Bosowa ini dapat diterima langsung masyarakat Palestina dan membantu mengurangi beban mereka yang kini berada di tengah perang dan harus mengungsi dengan situasi sulit. “Kami menyalurkan sumbangan melalui MER-C, karena kami merasa ini salah satu jalur sumbangan yang diberikan perusahan Bosowa dan juga karyawan Bosowa dengan harapan sumbangan tersebut dapat langsung diterima masyarakat yang membutuhkan di Palestina dan menjadi salah satu langkah kami untuk dapat meringankan beban yang dihadapi oleh teman-teman atau masyarakat yang ada di Palestina,” ujarnya. MER-C melalui dua relawannya di Jalur Gaza terus menyalurkan donasi yang diberikan masyarakat Indonesia untuk membantu warga Gaza yang saat ini berada di pengungsian. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, baju hangat. air bersih dan wc darurat.Israel terus melakukan serangan gencar di Jalur Gaza di mana setidaknya 26.257 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan 64.797 orang terluka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

Silahkan bertanya?