Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan RI Serahkan Bantuan untuk Warga Gaza kepada MER-C

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI hari Kamis (25/1) menyerahkan bantuan untuk warga Gaza, Palestina, kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Bantuan ini diserahkan oleh Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh kepada Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad di Kantor BPKP, di Jakarta. “Hari ini kita memberikan sedikit amanah bantuan dari seluruh rekan-rekan BPKP seluruh Indonesia kepada MER-C, ikut membantu perjuangan MER-C yang kita tahu sangat luar biasa, berada di garda terdepan, untuk membantu korban-korban di perang Gaza,” kata Yusuf Ateh. “Hari ini kita bersyukur bahwa dr. Sarbini dari MER-C berkenan hadir di BPKP dan kami sudah menyerahkan bantuan, amanah dari teman-teman BPKP dari seluruh Indonesia,” tuturnya. “Ini tidak banyak yang kami sampaikan, lebih kepada bentuk kepedulian kami bahwa kami ikut merasakan penderitaan dari rakyat Palestina dan ingin ikut berjuang bersama MER-C. Sebelumnya kami juga menyampaikan bantuan ke MER-C untuk bantuan obat-obatan,” tambahnya. Ia mengatakan, selanjutnya BPKP akan kembali mengumpulkan bantuan dari pegawai BPKP seluruh Indonesia.“Kami tahu perjuangan masih panjang, jadi kami akan terus bertahap mengumpulkan bantuan teman-teman dari BKPK Seluruh Indonesia,” kata Yusuf Ateh. dr. Sarbini dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi BPKP atas kepedulianya kepada warga Gaza, Palestina. “Mudah-mudahan ini menjadi bekal amal soleh yang menjadi pembuka pintu keberkahan bagi BPKP dan mudah-mudahan ini bisa membantu saudara-saudara kita di Gaza. Insya Allah Gaza cepat selesai masalahnya dan kita cepat renovasi Rumah Sakit Indonesia,” ujarnya.
MER-C dan MUI Sumbar Tanda Tangani Kerja Sama Penyaluran Bantuan untuk Warga Gaza
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menanda tangani nota kesepahaman (MoU) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat terkait penyaluran bantuan untuk warga Palestina. MoU ini ditanda tangani oleh Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dan Ketua Umum MUI Sumatera Barat Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. “Amanah ini coba kita salurkan, pertama adalah untuk jangka pendek memberikan bantuan makanan dan jangka panjang kita lakukan pembanguan kembali Rumah Sakit Indonesia,” kata dr. Sarbini. *MER-C Jajaki Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Andalas dan Dewan Dakwah Sumbar* Selain dengan MUI, dalam kesempatan kunjungan ke Sumbar dr. Sarbini juga menjajaki kerja sama dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terkait beasiswa untuk dokter umum Gaza yang ingin mengambil spesialis orthopedi dan anestasi, khususnya dokter umum di Rumah Sakit Indonesia. MER-C juga menjalin kerjasama dengan Dewan Dakwah Sumbar untuk mengirimkan da’i muda ke Siberut, Mentawai, di mana MER-C memiliki program renovasi sekolah, pembangunan mushola serta posko kesehatan di sana. Da’i muda yang dikirimkan Dewan Dakwah nantinya akan dibangunkan tempat tinggal selama mereka bertugas melakukan dakwah dan mengajar di wilayah tersebut. Program renovasi sekolah, pembangunan mushola dan posko kesehatan akan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Hal ini dikarenakan saat ini Tim MER-C masih menunggu proses pengeringan kayu yang telah dipesan yang akan digunakan sebagai bahan bangunan sarana-sarana tersebut. Kayu dipilih karena lebih kuat dan elastis, mengingat Mentawai merupakan daerah yang cukup sering diguncang gempa bumi. Sarbini berharap, rangkai kerja sama yang dilakukan MER-C ini dapat bermanfaat bagi banyak orang, bagi umat dan juga bagi Palestina.
Kajian Musawarah dan Kitabisa Salurkan Bantuan untuk Palestina Lewat MER-C
Kajian Musawarah, komunitas pengajian yang diinisiasi oleh para artis, serta situs inisiatif dan campaign program sosial, Kitabisa, menyalurkan bantuan untuk warga Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rabu (24/1). Masing-masing menyerahkan donasi sejumlah Rp. 126. 195.000 dari Kajian Musawarah dan Rp. 1.576.195.00 dari Kitabisa. Perwakilan Kajian Musawarah Dimas Seto dan Rizal ‘Armada’ mengatakan kunjungan ke MER-C membawa semangat untuk terus berbuat kebaikan lebih peduli terhadap rakyat Palestina. “Kunjungan kami ke MER-C untuk menyalurkan titipan dari teman-teman yang sudah berdonasi lewat kajian Musawarah ini menambah semangat untuk berbuat kebaikan. Semoga Allah juga izinkan kami mewakili teman-teman di Musawarah bisa terus punya spirit yang sama seperti MER-C,” kata Rizal. “Ini takdir Allah kita bisa datang ke sini, banyak hal baru yang kita tahu tentang Palestina dari MER-C. Bener kata mas Rizal, pulang dari sini dapat booster semangat untuk lebih peduli kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita di Palestina dan berharap RS Indonesia bisa beroperasi lagi,” ujar Dimas. “Berkah selalu untuk tim MER-C, dr. Joserizal dan semua yang ada di bawahnya,” ujar keduanya. “Harapannya semoga apa yang diberikan, meski jika dibandingkan apple to apple dengan apa yang dilakukan MER-C tentu tidak sebanding. Tapi spiritnya adalah kami ingin menjadi seperti semutnya nabi Ibrahim. Walaupun kecil tapi keberpihakan kami kepada Al Aqsa dan Palestina jelas,” tambah keduanya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Kitabisa M. Hibatur Rahman mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai penyalur donasi untuk warga Palestina di Jalur Gaza. “Hari ini kami hadir ke MER-C tentunya kami berterima kasih karena MER-C mau menyambut kami dengan baik, menjadi perpanjangan tangan dari orang-orang baik yang menyalurkan donasinya dari Kitabisa, yang menitipkan amanah ini untuk disalurkan ke saudara-saudara kita di Palestina khususnya di Jalur Gaza,” kata Rahman. “Jadi hari ini kami mengantarkan donasi bersama kajian Musawarah, hasil yang sudah dikumpulkan dari ribuan bahkan puluhan ribu orang yang berdonasi lewat Kitabisa,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, pihaknya memilih MER-C sebagai penyalur donasi karena MER-C punya rekam jejak konkret yaitu Rumah Sakit Indonesia. “Track record teman-teman MER-C juga cukup panjang di Palestina, mulai 2009, 2011 dan seterusnya, sehingga kami merasa ini menjadi salah satu hal yang patut kita kolaborasikan bersama. Mewakili orang-orang baik yang sudah menitipkan donasi melalui Kitabisa, semoga ini dapat tersalurkan dengan baik dan lancar. Semoga bantuannya juga bisa dinikmati saudara-saudara kita yang sedang mendapatkan bencana yang sungguh menggetarkan jiwa dan sulit,” ungkapnya.
Program Terus Berlanjut, MER-C Salurkan Bantuan Makanan di Gaza Utara
Program bantuan di Jalur Gaza terus berlanjut, MER-C melalui relawan lokalnya sejak Ahad (21/1) berhasil menyalurkan bantuan makanan untuk warga Palestina di Gaza Utara yang saat ini terisolasi. Bantuan berupa makanan siap saji disalurkan di pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya di Gaza Utara. Saat ini warga Palestina yang terisolasi di Gaza Utara berada di pusat penampungan yang sebgaian besar mereka adalah anak-anak dan perempuan. Relawan MER-C mengatakan, selain makanan mereka juga butuh bantuan, berupa baju anak-anak, baju musim dingin, pampers dan susu. “Kami ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas keberkahan usaha-usahannya yang diberikan untuk rakyat Palestina, baik yang ada di utara dan selatan Jalur Gaza,” kata relawan MER-C. “Semoga, akan ada bantuan yang terus berkelanjutan, seperti yang telah kami salurkan ke warga Gaza yang tengah terisolasi dan mengungsi di pusat-pusat penampungan. Salam hangat untuk Indonesia. Love you full Indonesia. Semoga Allah memberi keberkahan pada kalian semua,” tuturnya. MER-C baru berhasil menyalurkan bantuan ke Gaza utara yang saat ini tersolasi akibat serangan membabi buta Israel. Sebagian besar warga Palestina di Gaza utara telah mengungsi ke Gaza selatan termasuk dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldila. Untuk itu penyaluran bantuan ke Jalur Gaza utara saat ini dilakukan oleh relawan lokal.
MER-C Salurkan Bantuan 2000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza Setiap Harinya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan 2000 liter air bersih untuk warga Palestina di dua sekolah tempat pengungsian di Gaza Selatan setiap harinya, sejak Jumat (12/1). Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan 2000 liter air bersih untuk warga Palestina di dua sekolah tempat pengungsian di Gaza Selatan setiap harinya, sejak Jumat (12/1). “Saat ini selain kami membuat program makanan cepat saji, toilet darurat dan pakaian hangat untuk anak-anak kecil, kami juga Alhamdulillah setiap harinya, in shaa Allah, akan membagikan 2000 liter air minum per hari untuk para pengungsi yang ada di dua sekolahan tempat kami berada,” kata Relawan MER-C di Gaza, Fikri Rofiul Haq. Ia mengatakan, saat ini total ada sekitar 1800 warga yang mengungsi dan lebih dari 100 warga luka-luka yang ada di dua sekolahan tempat mereka mengungsi. “Alhamdulillah antusias warga sangat senang sekali, banyak dari mereka datang langsung untuk mengambil air minum ini,” ujarnya. Ia menegaskan bantuan ini tidak diperjual belikan tapi dibagikan secara gratis, yang disediakan MER-C dari amanah masyarakat Indonesia melalui program MER-C yang ada di Jalur Gaza. Air Menjadi Krisis Utama di Jalur Gaza Lebih lanjut Fikri mengatakan, sampai saat ini air bersih menjadi salah satu krisis utama di Jalur Gaza. “Dari data yang saya dapatkan dari Otoritas Gaza, ada 400 warga yang terkena penyakit baik kulit, diare, pernapasan dan penyakit lainya akibat kekurangan air bersih. Saat ini truk-truk yang masuk ke Gaza masih dibatasi. Kurang dari 100 truk setiap harinya yang bisa memasuki Jalur Gaza, tapi ini jauh dari cukup karena Jalur Gaza membutuhkan setidaknya 1000 truk bantuan untuk menangani berbagai krisis, seperti krisis pangan, air bersih dan tempat tinggal,” tuturnya. Zionis Israel telah memblokade Gaza selama 17 tahun sejak 2006. Semua yang masuk ke Gaza dikontrol dan diatur Zionis Israel, sehingga tidak mudah mengirim bantuan ke Jalur Gaza. Kondisi ini semakin memburuk sejak serangan Israel ke Jalur Gaza 7 Oktober lalu.Zionis Israel telah memblokade Gaza selama 17 tahun sejak 2006. Semua yang masuk ke Gaza dikontrol dan diatur Zionis Israel, sehingga tidak mudah mengirim bantuan ke Jalur Gaza. Kondisi ini semakin memburuk sejak serangan Israel ke Jalur Gaza 7 Oktober lalu. Bantuan Makanan Baru-baru ini, MER-C juga membagikan paket makanan berupa telur dan kentang untuk sekitar 1800 pengungsi di Gaza Selatan. Bantuan makanan ini dibagikan oleh dua relawan MER-C, yang dalam proses pengolahan serta pembagiannya dibantu relawan lokal. Saat ini serangan Israel ke Jalur Gaza masih terus berlanjut. Fikri mengatakan, drone dan pesawat tempur Israel terus melintas di wilayah tempat mereka mengungsi, bahkan tak jarang Israel juga menyasar lokasi yang cukup dekat dengan pengungsian.
MER-C Solo Bersama YISB dan Masjid Raya Fatimah Surakarta Gelar Kegiatan “Palestina Sepanjang Hayat”
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) cabang Solo bersama Yayasan Indonesia Santun Berdakwah (YISB) dan Takmir Masjid Raya Fatimah Surakarta pada hari Jumat (19/1) menggelar kegiatan “Palestina Sepanjang Hayat” berupa bakti sosial pengobatan gratis serta Tabligh Akbar dengan tema “Solo Bersama Palestina”. Ketua MER-C Solo dr. Panji Arga Bintara mengatakan, masyarakat dan jamaah cukup antusias mengikuti acara pengobatan dan tabligh akbar serta acara lainya. Antusias terlihat dengan banyaknya peserta yang berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti cek kesehatan yang disediakan. “Pasien yang kita obati ada 39 pasien pria dan 30 pasien wanita. Adapun pengobatan yang kita lakukan yakni pengecekan tensi, gula darah, kolesterol dan asam urat, serta pemeriksaan fisik dan pemberian obat,” kata Panji. Acara ini diawali dengan sholat Jumat berjamaah, kemudian pembagian makan siang gratis, thibbun Nabawi (bekam dan ruqiyah) serta donor darah bersama PMI Surakarta. Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara yaitu Mantan Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP, yang berbicara terkait peran masyarakat membantu Palestina secara nyata, Presidium MER-C dr Henry Hidayatullah, menyampaikan kondisi terkini RS Indonesia di Jalur Gaza, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Isy Karima KH. Syihabuddin Abdul Muiz, L.c membahas tentang alasan umat Muslim harus mencintai Palestina, kemudian Tokoh Masyarakat KH Abah Muhammad Ali yang berbicara tentang hubungan baik bangsa Indonesia dengan Palestina.
MER-C Kembali Terhubung dengan Dua Relawan di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Kembali terhubung dengan dua relawan di Gaza Palestina, setelah sepekan hilang kontak akibat terputusnya koneksi internet di wilayah tersebut sejak Jumat (12/1). “Alhamdulillah pukul 01.32 dini hari WIB tadi, tim di Gaza akhirnya kirim kabar,” ujar Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Sabtu (20/1). Ia mengatakan, salah satu relawan di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengabarkan internet baru Kembali terhubung di Gaza. Fikri juga langsung memberi laporan bantuan yang telah disalurkan kepada warga Gaza di pengungsian. Agresi Israel telah menyebabkan hilangnya layanan komunikasi setidaknya tujuh kali sejak konflik dimulai pada 7 Oktober. MER-C sebelumnya juga sempat hilang kontak dengan relawan di Gaza selama 10 hari akibat putusnya internet di Jalur Gaza.
Peringati Hari Jadi ke 17, Provices Group Salurkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Provices Group, perusahan yang bergerak di bidang jasa, baru saja memperingati hari jadinya yang ke 17 pada Kamis (18/1/2024). Dalam kesempatan ini mereka memberikan donasi untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebesar 50 Juta rupiah. Syarifudin Ahmad Perwakilan dari Provices Group mengatakan, pihaknya berharap donasi yang diberikan ini dapat meringankan beban warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini sedang berada dalam situasi konflik. “Tujuan dari donasi ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat Palestina khususnya, dan pastinya untuk meringankan beban mereka di sana, yang saat ini sedang berada di bawah penjajahan Israel,” Kata Syarif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai lembaga penyalur donasi, dan mempercayakan sepenuhnya donasi yang diberikan karena MER-C menjadi salah satu lembaga yang cukup concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kenapa memilih MER-C sebagai penyalur donasi, karena setahu kami MER-C merupakan salah satu lembaga atau NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan dan concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di sana,” ujarnya. “Kami berharap donasi ini bisa tersalurkan dan bisa meringankan teman-teman yang ada di Palestina dan semoga masyarakat Palestina bisa terbebas dari kondisi sekarang,” tutur Syarif. “Terima kasih banyak MER-C Indonesia yang telah menjadi lembaga penyalur donasi kami, semoga apa yang kami donasikan bermanfaat dan kami percayakan donasi kami sepenuhnya kepada MER-C Indonesia,” tambanya.
Internet Kembali Terputus, MER-C Kehilangan Kontak dengan Relawan di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali kehilangan kontak dengan dua relawan dan staf lokal yang berada di Jalur Gaza selama hampir sepekan. “Kami terakhir kali kontak dengan relawan di Gaza hari Jumat (12/1), kemudian siang sudah tidak ada kabar dan memang ternyata internet di Gaza kembali terputus. Biasanya mereka update penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan kondisi terkini di sana, tapi sudah hampir sepekan belum ada kabar lagi,” kata Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Kamis (18/1). Rima meminta rakyat Indonesia untuk mendoakan warga Gaza sekaligus relawan MER-C dan staf lokalnya yang berada di Gaza, semoga dalam keadaan sehat dan aman. Saat ini dua orang Relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih berada di Jalur Gaza. Fikri dan Reza bersama petugas medis, pasien serta ratusan warga Palestina yang berlindung di Rumah Sakit Indonesia terpaksa mengungsi ke Jalur Gaza bagian selatan setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara hancur akibat serangan Israel. Di pengungsian, Relawan MER-C dibantu staf lokal terus menyalurkan bantuan berupa makanan dan lainnya dari masyarakat Indonesia kepada warga Gaza. Selama agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, MER-C sudah beberapa kali kehilangan kontak dengan relawan. Sebelumnya, hilang kontak juga pernah terjadi selama 10 hari akibat terputusnya layanan internet. Serangan intens Israel di Gaza tidak hanya menyebabkan kehancuran bangunan-bangunan infrastruktur dan tempat ibadah, tapi juga menghancurkan generator yang menggerakkan divisi utama telekomunikasi sehingga seringkali warga Gaza sulit untuk memberikan informasi.
Dalwa Peduli Sesama Serahkan Donasi Kemanusiaan Palestina 2,1 M Lewat MER-C

Yayasan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menyerahkan donasi sebesar 2.110.000.00 rupiah untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi ini diserahkan langsung oleh perwakilan Dalwa, Habib Hanif bin Abdurrahman Alattas, Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya serta Habib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaf kepada Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Presidium MER-C Ir. Faried Thalib, Kamis (11/1). “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Semoga sedikit yang kita lakukan ini akan menjadi saksi di sisi Allah atas kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina,” kata Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya. Ia mengatakan, donasi yang terkumpul ini dari alumni dan simpatisan Pesantren Dalwa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian dengan Palestina. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C pusat, yang insyaa Allah akan menyampaikan bantuan ini untuk saudara kita di Palestina,” ujarnya. “Kita bertawasul kepada Allah dengan donasi kita yang sedikit ini, Allah buka pintu kemenangan bagi Gaza, Allah kuatkan rakyat Gaza dan diberi ketabahan,” tambahnya. Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengucapkan terima kasih kepada Dalwa Peduli Sesama atas kepercayaannya menyalurkan donasi melalui MER-C. “Terima kasih atas kepercayaannya Pesantren Dalwa Jawa Timur kepada MER-C, untuk bantuan kemanusiaan khususnya di Gaza dan Palestina. Kami akan menyampaikan kepada yang berhak sesegera mungkin, sesuai program-program MER-C yang sudah dijalankan sampai saat ini,” tuturnya.