MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim Relawan MER-C untuk Misi Afghanistan Kembali ke Tanah Air

Tim Relawan MER-C yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan telah kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta pada Selasa (9/1). MER-C mengirimkan Tim Relawan ke Afghanistan sejak 14 Desember 2023 lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Herat. Tim ini terdiri dari lima orang di antaranya; dr. Tonggo Meaty Fransisca sebagai Ketua Tim, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita (bidan) dan dua orang perawat, yaitu Ade Adrian, SKep., Ners  dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Ketua Tim Tonggo Meaty Fransisca mengaku lega telah kembali ke tanah air dan menyelesaikan misi kemanusiaan di Afghanistan serta menyalurkan bantuan  dari masyarakat Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, makanan juga pengobatan bagi warga terdampak gempa. “Kami lega karena dapat menjalankan tanggung jawab yang diberikan. Donasi masyarakat Indonesia untuk Afghanistan terutama di Herat, Alhamdulillah sudah bisa kita salurkan. Tapi yang pasti masih ada tanggung jawab memberikan hasil atau laporan untuk presidium kemudian bisa memberikan rekomendasi tentang apalagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat Afghanistan berikutnya,’ kata Meaty. Ia juga mengatakan, misi ini dapat terlaksana karena pemerintah Afganistan yang saat ini berada di bawah Taliban cukup terbuka dan mau bekerja sama dengan semua pihak untuk kemajuan Afghanistan.Ia berharap sepulangnya tim ke Indonesia tetap dalam keadaan baik dan sehat sehingga dapat segera menyampaikan laporan misi kemanusiaan ke Afghanistan ini. Gempa bumi berkekuatan 6.3 SR mengguncang Herat Oktober lalu menelan sekitar 4.000 korban jiwa dan sebagian besar warga mengungsi. MER-C mengirimkan Tim Relawannya untuk membantu langsung kondisi pengungsi di Herat yang terdampak gempa. Tim MER-C bertugas di Afghanistan selama hampir satu bulan. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.

MER-C Tambah Jumlah Bantuan Makanan untuk Warga Gaza Jadi 5.800 Porsi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menambah jumlah bantuan makanan untuk warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebelumnya hanya 1.800 kini menjadi 5.800 porsi. Bantuan makanan disalurkan langsung oleh relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu relawan lokal.   “Alhamdulillah sejak hari Ahad, 7 Januari 2024 kita membuat makanan siap saji untuk 5.800 porsi. Biasanya kami hanya membagikan makanan di dua sekolahan tempat pengungsian untuk 1.800 orang. Sekarang kami juga membagikan makanan ke satu sekolahan lainya yang menampung 4000 pengungsi. Jadi total makanan yang dibagikan 5.800 porsi,” kata Reza. “Hari ini Alhamdulillah kami memasak cukup banyak, ada 13 panci besar menu kacang adas untuk dibagikan kepada warga Gaza,” ujarnya. Fikri menambahkan, saat ini jumlah pengungsi dan korban luka-luka di sekolah-sekolah dekat rumah sakit Eropa di Gaza Selatan terus bertambah, karena serangan Israel masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza.Hari Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, serangan Israel kembali terjadi tepat di depan sekolah tempat relawan MER-C mengungsi. “Kami mohon doa dari temen-temen semua semoga kami tim relawan MER-C di Gaza selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyampaikan amanah-amanah dari teman-teman semua. Tentunya kami juga mohon doa agar kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ala” ucap Fikri.

Relawan MER-C: Serangan Israel Terjadi Tepat di Depan Tempat Kami Mengungsi

Relawan MER-C yang saat ini masih di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq melaporkan, serangan Israel Kembali terjadi pada Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, tepat di depan sekolah tempat mereka mengungsi, di Khan Younis, Gaza Selatan.   “Terjadi ledakan yang sangat besar hari senin 8 Januari 2024, didekat sekolahan tempat kami berada. Dan ini sangat dekat sekali dengan sekolahan tempat kami tinggal, hanya berjarak beberapa puluh meter saja atau bahkan beberapa belas meter saja, karena persis di depan tempat kami berada,” kata Fikri. Dalam video yang ia kirimkan, terlihat asap sangat tebal setelah ledakan tersebut. “Dan tadi ledakannya sangat kencang sekali, sampai menggetarkan tempat kami mengungsi dan warga yang sedang berkegiatan mereka langsung masuk ke sekolahan tempat kita berada,” tambahnya. Israel masih terus menggempur Gaza hingga dan kini sudah memasuki bulan keempat. Perang ini telah menyebabkan sedikitnya 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi, menurut angka PBB. Pasukan Israel juga pada November lalu melakukan pengepungan serta serangan ke RS Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, selama berhari-hari. Mereka memerintahkan pengosongan Rumah Sakit yang memaksa tiga relawan MER-C, 550 pasien yang masih dirawat, bersama 200 pekerja medis dan setidaknya 1.500 warga Palestina yang mencari perlindungan harus mengungsi ke Gaza Selatan.

MER-C Kembali Salurkan Bantuan Makanan untuk 1600 Pengungsi Palestina di Gaza Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawannya di Jalur Gaza, membagikan bantuan makanan kepada 1600 pengungsi Palestina, di Khan Younis, Gaza Selatan, Jumat (05/01/2024).   Salah satu relawan MER-C di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengatakan untuk bantuan makanan kali ini, ia bersama relawan lokal MER-C memotong 15 ekor kambing dengan total daging 300 kg dan memasak nasi sekitar 75 kg. “_In Syaa Allah_ hari ini kita akan membuat makan besar untuk pengungsi Palestina di dua sekolah dekat rumah sakit Eropa, karena memang adat warga Gaza setiap Jumat mereka makan besar bersama keluarga, kerabat ataupun teman-teman mereka,” kata Fikri. Fikri mengatakan, sebenarnya orang Gaza biasanya memakan roti. Mereka tidak makan nasi setiap hari. Hanya pada hari Jumat saja saat makan besar ini, mereka makan nasi bersama-sama.  “Namun saat peperangan ini kita makan apa adanya, karena barang yang semakin sulit serta kondisi yang sangat memprihatikan sekali,” tuturnya. Ia mengungkapkan, rencananya mereka akan memotong sapi yang biasa beratnya bisa mencapai 500, 600 kg sampai 1 ton. Namun saat ini stoknya sudah tidak tersedia lagi. Terkahir Fikri mengatakan masih mendapatkan sapi dengan berat 350 kg, yang jika memotong dua ekor sapi jadi berat totalnya bisa mencapai 700 kg.  “Namun kemarin ketika kita ke Rafah hanya ada sapi yang beratnya 180 sampai 200 kg saja. Ini sangat kecil sekali.” ujarnya. “Kita juga mencari daging sapi jadi (yang sudah dipotong) untuk 350 kg awalnya dan satu kilo daging sapi harganya 50 syekel atau 200 ribu rupiah, jadi totalnya 70 juta untuk makan besar dua sekolah tersebut. Namun kita juga tidak mendapatkan dagingnya, jadi kita ganti dengan daging kambing 15 ekor,” tambahnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebelumnya warga Gaza yang mengungsi di sekolah tersebut hanya 1.200 orang. Namun saat ini bertambah menjadi 1600 lebih termasuk korban luka-luka. Program makanan siap saji MER-C di pengungsian Jalur Gaza bagian Selatan telah berlangsung sejak 30 November 2023.  Setiap hari, dua relawan MER-C yang masih bertahan di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu staf lokal berupaya untuk mengadakan program makanan siap saji secara rutin bagi lebih dari 1.200 pengungsi. Serangan Israel ke Jalur Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 22.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 58.400 lainnya. Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60% infrastruktur di daerah tersebut rusak atau hancur, dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Fikri sendiri melaporkan, saat ini drone-drone Israel masih berlalu-lalang di langit Gaza. Suara-suara tembakan antara pejuang Palestina dan pasukan Israel juga masih sering terdengar dari perbatasan-perbatasan. Jarak antara pengungsian yang mereka tempati ke perbatasan hanya 2 km saja sehingga terdengar sangat jelas.

Bantu Korban Gempa Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan

Gempa yang mengguncang Herat, Afghanistan pada bulan Oktober lalu telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Bencana dahsyat ini tak luput dari perhatian MER-C. Meski gempa sudah berlalu selama lebih dari 2 bulan, namun MER-C tetap mengirimkan Tim Medisnya. Kamis/14 Desember 2023 lalu, MER-C memberangkatkan 5 relawan medis ke Afghanistan, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita, Amd.Keb (Bidan), Ade Andrian, Skep., Ners dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Keberangkatan ini dalam rangka membantu korban gempa dan menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia dengan nilai total bantuan lebih dari $ 50,000 (Lima puluh ribu USD). Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Afghanistan, Tim yang dipimpin oleh dr. T. Meaty Fransisca ini akhirnya mendapatkan izin untuk masuk ke Herat. Perjalanan dari Kabul ke Herat ditempuh oleh Tim MER-C melalui jalur darat selama sekitar 48 jam, dengan berhenti di kota Qandahar untuk beristirahat. Tim membawa bantuan obat-obatan dan perlengkapan musim dingin yang telah dibeli di Kabul. Tim MER-C Disambut Baik oleh Gubernur Herat Di Herat Tim kembali berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Tim bahkan diterima secara resmi oleh Gubernur Herat, Syekh Islamic Toples, di rumah dinasnya pada 23 Desember 2023. Tidak mudah bertemu dengan Pimpinan Tertinggi di Herat ini, ditandai dengan serangkaian pengecekan yang harus dilalui Tim. Saat Tim MER-C menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan ke Herat, hal ini mendapat sambutan yang sangat baik. Ia pun memberikan berbagai dukungan serta yang terpenting tentu izin serta keamanan perjalanan. Untuk keamanan Tim, Pemerintah Herat akan memberikan pengawalan sampai ke lokasi terdampak gempa yang masih berjarak sekitar 2 – 3 jam dari kota Herat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Herat juga memberikan apresiasi atas dukungan dan bantuan yang telah MER-C berikan bagi Palestina dan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Bahkan apabila MER-C berencana akan membangun Rumah Sakit Indonesia di Herat, Pemerintah Herat akan memberikan tanah secara gratis. Bantuan Pertama dari Indonesia yang Tiba di Herat Setelah membeli tambahan bantuan perlengkapan musim dingin dan juga roti di Herat, Sabtu/30 Desember 2023, di tengah suhu yang cukup dingin, Tim MER-C menuju lokasi gempa. Perjalanan Tim didampingi oleh NGO local serta pengawalan dari Pemerintah Herat. Ada 4 desa terdampak gempa terparah yang akan dikunjungi oleh Tim MER-C untuk mendistribusikan secara langsung bantuan dari masyarakat Indonesia. Sepanjang jalan yang dilalui adalah bentangan padang pasir, tanah tandus tanpa tanaman, jalanan off road dan tidak ada sinyal internet. Namun warna langit Afghanistan sangat memukau dengan warna birunya yang bersih. Mendekati desa tujuan, mulai terlihat reruntuhan rumah-rumah penduduk dan tenda-tenda pengungsian warga korban gempa bantuan dari NGO atau negara luar. Namun untuk bantuan dari Indonesia, baru Tim MER-C yang tiba langsung di sana. Hal ini tentu membuat kami sangat bersyukur dan terharu bahwa perjalanan panjang ini akhirnya dapat mencapai lokasi bencana yang benar-benar membutuhkan. Satu-persatu paket bantuan perlengkapan musim dingin dan roti diturunkan dari truk pengangkut untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berkumpul ketika Tim MER-C datang. Pada hari itu, dengan bantuan berbagai pihak, Tim MER-C dapat menyalurkan bantuan ke 4 desa yang ditargetkan tanpa kendala apapun. Tim MER-C Serahkan Bantuan Obat-obatan ke Departemen Kesehatan Herat Selain bantuan musim dingin yang langsung dibagikan kepada warga dan sejumlah pengobatan di lokasi, pada Minggu/31 Desember 2023, Tim MER-C menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat USG portable kepada Departemen Kesehatan Herat bertempat di Kantor Pemerintahan Herat. Harapannya bantuan ini dapat bermanfaat bagi pelayanan kesehatan bagi warga Herat. Tim MER-C juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke RS Al Jamie di Herat untuk melihat kebutuhan medis di sana serta mengunjungi panti asuhan untuk sedikit berbagi kepada anak-anak yatim di panti ini. Dukungan dan Donasi bagi Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C: 0811990176   Link dokumentasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan: Pemberangkatan Tim MER-C ke Afghanistanhttps://www.instagram.com/reel/C1ECyMBJjD-/?igshid=MzRlODBiNWFlZA== https://vt.tiktok.com/ZSNpATgdb/ https://x.com/mercindonesia/status/1737346166122229810?s=46 https://www.facebook.com/share/v/6aZKryMaFTP3hpoY/?mibextid=WC7FNe Aktifitas Tim MER-C di Kabul, Afghanistanhttps://www.instagram.com/reel/C1JReS_JC9H/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1738081664465805677?s=46 https://www.facebook.com/share/v/DsXZ5NkiY3o63MoY/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNsjr4GR/ Tim MER-C Bergerak ke Wilayah Pasca Gempa Herat, Tempuh 24 Jam Perjalananhttps://www.instagram.com/reel/C1Jb32xJIGq/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1738107973258641480?s=46 https://www.facebook.com/share/v/a7DmBiFbEWpL71C9/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNsMtULX/ https://youtu.be/gOPXoEOX4r4?si=WE8Ud-h0T9UU1sm5 Misi Kemanusiaan untuk Gempa Afghanistan: Tim MER-C Tiba di Qandaharhttps://www.instagram.com/reel/C1T3MnyLPsl/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1739571817415668079?s=46 https://www.facebook.com/share/v/Gkk1dNC9dKqyaj1q/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNGojPt2/ https://youtu.be/E3CwZxGYZNU?si=tN1Fr4PPkYWVeKYo Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan:Tim MER-C Berbelanja Obat-obatan & Perlengkapan Musim Dingin untuk Korban Pasca Gempa di Herathttps://www.instagram.com/reel/C1YipscJkc1/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://vt.tiktok.com/ZSNtp7PPm/ https://x.com/mercindonesia/status/1740231659453296694?s=46 https://www.facebook.com/share/v/ZZ3gHwnSUdNt1MyG/?mibextid=WC7FNe https://youtu.be/0i14UEJ38RY?si=l8DNZMgDXj0TWzNs  

Climb Rinjani for Palestine

The ongoing aggression and genocide in Palestine by Israeli military forces have prompted many individuals to take tangible actions to help the Palestinian people. Dr. Billal Patel, a Cardiologist, Emin Poljarevic, an Associate Professor of Islamic Studies, and Bilal Buttar, an executive principal of an international Islamic school, all residing in Brunei Darussalam are planning a campaign to raise awareness about the humanitarian crisis in Palestine. All donations will be directly channelled through MER-C Indonesia, an Indonesian NGO that has been active in the Gaza Strip for 14 years. We, MER-C Indonesia, express our gratitude for every humanitarian endeavour dedicated to Gaza and Palestine. Donations will be utilized for MER-C humanitarian aid programs in Gaza, including medicine, ready-to-eat food, winter equipment, etc. Program Description A Support Mission for People of Gaza: Raising Awareness and Funds In December, our small diverse team, consisting of a cardiologist, an Islamic studies professor, and a school principal, will embark on a charity mission: climbing Mount Rinjani in Indonesia. Our mission is twofold: to support global awareness of the humanitarian crisis in Gaza and to raise funds for medical projects through a dedicated charity. The situation in Gaza remains catastrophic, with the healthcare infrastructure destroyed and disabled. This includes the tragic loss of nearly 300 healthcare workers, the bombing of 22 hospitals, and attacks on well over 200 healthcare facilities. Our primary goal is to ensure the world continues to recognize the hardships faced by the people of Gaza. Since October 7, 2023, more than 270 schools in Gaza have been damaged due to the conflict. Israeli occupation forces have targeted various civilian structures, resulting in the complete destruction of more than 62,000 housing units and partial damage to 170,000. Consequently, 1.9 million people are currently displaced from their homes. That’s over 90% of the total population of Gaza! The intention here is to support medical projects through fundraising. We are collaborating with a charity renowned for its direct aid and effective implementation of medical projects in Gaza. This charity has been instrumental in providing care and rebuilding essential healthcare facilities, even amidst overwhelming challenges, such as the bombing and partial destruction of the Indonesian hospital. By combining these objectives, we aim not only to provide tangible assistance but also to keep the spotlight on the ongoing genocide in Gaza. We invite you to join us in this vital effort to make a real difference in the lives of those affected in Gaza. Your support can help heal and rebuild, keeping hope alive amidst the crisis. Lebih dari 70 hari, Palestina telah menjadi saksi perang kemanusiaan yang terus berkecamuk. Jatuhnya banyak korban sipil terutama wanita dan anak-anak, serangan terhadap fasilitas kesehatan dan staf medis, telah menorehkan luka dan duka yang mendalam. Di tengah ketidakberdayaan menyaksikan segala kehancuran ini, sekecil apapun tekad dan langkah kita akan sangat berarti untuk membuat perbedaan bagi mereka. Dalam perjalanan mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Indonesia, kami tidak hanya mengajak Anda untuk menguji batas fisik, tetapi juga turut menggalang dana untuk MER-C Indonesia, lembaga amal pengelola rumah sakit Indonesia di Gaza yang baru-baru ini diserang. Kami berkomitmen untuk mendistribusikan 100% donasi langsung kepada yang membutuhkan. Bergabunglah bersama kami, sebarkan informasi ini, bersama-sama kita akan memberikan harapan dan dukungan nyata kepada saudara-saudara di Gaza. For International Donation, please click this link: Www.totalgiving.co.uk/mypage/mer-c  Regards,Billal Patel, Emil Poljarevic, Bilal Buttar  

MER-C Sambangi Kedubes Uni Eropa Bahas Gencatan Senjata di Gaza Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, sambangi Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta sampaikan masalah krisis kemanusiaan di Palestina, Kamis/14 Desember 2023. Kunjungan ini diterima oleh Anneleen Van Landeghem Sekretaris ke-2 Bagian Politik dan beberapa staf Kedutaan. Dalam pertemuan tersebut, Sarbini menyampaikan apresiasinya atas langkah Uni Eropa yang secara umum telah mendukung upaya gencatan senjata di Palestina. “Kami mengapresiasi Langkah Belgia dan Spanyol serta Uni Eropa secara umum yang mendukung gencatan senjata di Palestina. Uni Eropa telah melakukan hal yang tepat,” ujar Sarbini. Namun ia berharap Uni Eropa sebagai sahabat dan negara yang diperhitungkan oleh Israel dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. “Gencatan senjata permanen harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar di Palestina. Saya yakin, Uni Eropa dengan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Palestina,” lanjutnya. Sementara itu, Sekretaris ke-2 Kedutaan Besar Uni Eropa, Annaleen juga menyampaikan apresiasi, penghormatan dan ucapan terima kasihnya atas apa yang sudah dilakukan MER-C di Jalur Gaza, Palestina. Ia juga menyesalkan korban sipil yang berjatuhan dan penderitaan yang dialami Gaza. Pada pertemuan tersebut, ia mengatakan Uni Eropa melalui perwakilannya di Dewan Keamanan PBB juga terus mengupayakan resolusi gencatan senjata mendesak di Jalur Gaza. Hal ini juga sudah dibicarakan dengan Menteri Luar Negeri RI serta menjadi kesepahaman yang sama antara Uni Eropa dan Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Uni Eropa telah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina sejak lama, termasuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan yang mencapai ratusan juta euro dari tahun ke tahunnya. “Namun bantuan kemanusiaan hanya bisa bermanfaat apabila terjadi perdamaian di dalam Gaza. Dan, Uni Eropa akan mendukung Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” ungkapnya. Ketua Presidium MER-C menyambut baik Langkah-langkah yang telah dilakukan Uni Eropa dan meminta agar Uni Eropa dan negara-negara lainnya di dunia untuk terus aktif menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menciptakan perdamaian serta kemerdekaan bagi Palestina.

Satu Relawan MER-C Dievakuasi dari Jalur Gaza

Sabtu/9 Desember 2023, satu relawan MER-C, Farid Zanzabil Al Ayubi mengikuti proses evakuasi keluar dari Jalur Gaza. Sementara dua relawan MER-C lainnya, yaitu Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih memutuskan untuk bertahan di Jalur Gaza, melanjutkan misi dan bantuan kemanusiaan Amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.   Sabtu sekitar jam 7 pagi waktu Gaza, Farid bergerak ke Gerbang Rafah bagian Gaza diantar oleh relawan. Setelah itu, Farid keluar menuju Gerbang Rafah Mesir bersama dengan para korban luka-luka dan sejumlah warga negara asing lainnya yang telah mendapatkan izin evakuasi keluar dari Jalur Gaza.  Di Gerbang Rafah Mesir, Farid menunggu Tim Evakuasi dari KBRI datang menjemput untuk membawanya ke Kairo dan kemudian kembali ke Indonesia. Sekitar Sabtu jam 8 malam waktu Indonesia atau jam 3 sore waktu setempat, Tim Evakuasi KBRI menginformasikan bahwa mereka sudah bertemu dengan Farid. Farid Zanzabil Al Ayubi adalah relawan MER-C yang telah bertugas di Jalur Gaza sejak Februari 2019. Selama 4 tahun bertugas di wilayah terblokade ini, selain sebagai relawan di MER-C Cabang Gaza, Farid dan relawan MER-C lainnya juga menempuh Pendidikan di Universitas Islam Gaza. Hingga saat ini, MER-C masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI mengenai jadwal kepulangan Farid ke Indonesia serta mengenai rencana keberangkatan Tim Medis dan Kemanusiaan MER-C ke Mesir dan Jalur Gaza untuk memberikan bantuan bagi korban agresi Israel

BANGUN KEMBALI RS INDONESIA DI GAZA – PALESTINA

Bumi Gaza telah menjadi ladang pembantaian, ladang genosida. Sejak agresi hari pertama agresi pada Sabtu/7 Oktober 2023, hingga saat ini jumlah korban jiwa mencapai sekitar 15.000 orang dan 40.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar adalah anak-anak, wanita dan lanjut usia. Pemukiman, masjid, gereja, sekolah, kampus bahkan rumah sakit tak luput menjadi target serangan pasukan penjajah, termasuk RS Indonesia persembahan rakyat Indonesia yang berada di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia dikepung, diserang dan semua penghuni baik tenaga medis, pasien, warga yang mengungsi dan 3 relawan MER-C Indonesia dipaksa untuk keluar dari RS Indonesia. Akibat serangan pasukan penjajah ke RS Indonesia menyebabkan sedikitnya 12 warga meninggal dan ratusan luka-luka. Bangunan utama dan bangunan pendukung RS Indonesia termasuk Wisma Rakyat Indonesia mengalami kerusakan parah !!! Pasukan penjajah bisa saja menghancurkannya, namun rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam. Dengan mengharap pertolongan ALLAH SWT, MER-C INDONESIA dengan dukungan RAKYAT INDONESIA akan membangun kembali RUMAH SAKIT INDONESIA sebagai bukti cinta kasih dan dukungan BANGSA INDONESIA untuk kemerdekaan Palestina. Dukungan dan Donasi: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info Lebih Lanjut:Kantor Pusat MER-CJl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusathttps://bit.ly/merc-gmapCall Center : 0811 99 0176Facebook & Youtube: MER-C IndonesiaInstagram & Twitter: @mercindonesia #StopGenocide#FreePalestine#rsindonesiagaza #bangunkembalirsindonesiagaza#mercindonesia

Di Tengah Serangan, Tim MER-C Salurkan Bantuan Tahap Awal di Gaza

SIARAN PERS Di tengah masih masifnya serangan Israel ke Jalur Gaza, Tim MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia yang berada di Gaza telah bergerak menyalurkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia. Tim MER-C yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu staf local pada Kamis/19 Oktober 2023, telah berhasil menyalurkan bantuan obat-obatan untuk RS Indonesia, pakaian medis dan persediaan makanan bagi tenaga medis RS Indonesia yang beberapa hari terakhir berjibaku tanpa henti menangani para korban serangan yang masih terus berdatangan ke RS Indonesia.   Bantuan ini diberikan sebagai respons atas situasi darurat yang terus berkembang akibat serangan brutal Israel yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.  Fikri Rofiul Haq, salah satu relawan MER-C di Gaza, menyatakan, “Kami bertemu dan berbicara dengan Pihak Manajemen RS Indonesia bahwa bantuan yang mereka perlukan saat ini diantaranya obat-obatan, solar untuk genset serta makanan dan pakaian medis untuk tenaga medis.” Ia megatakan seharian penuh pada hari Kamis lalu Tim MER-C di Gaza mencari obat-obatan yang dibutuhkan RS Indonesia. “Alhamdulillah, sejumlah obat-obatan bisa kami dapatkan di Jalur Gaza. Kami membawa obat-obatan dari supplier obat di Gaza ke RS Indonesia menggunakan ambulans, di tengah serangan yang masih berlangsung.”“Karena hari mulai gelap dan cuaca sudah mulai dingin, serta mempertimbangkan keamanan Tim, pencarian bantuan akan kami lanjutkan esok hari, mohon doanya,” ujar Fikri. Jum’at/20 Oktober 2023, Tim rencana bergerilya kembali di Jalur Gaza khususnya untuk mencari distributor Bahan Bakar Minyak (BBM), bahan pangan/makanan dan perlengkapan musim dingin bagi warga Gaza di tengah stok yang semakin menipis dan sulit didapatkan.  BBM sangat diperlukan untuk genset RS Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan listrik di rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini.   Sementara itu, di tengah berbagai keterbatasan, hingga hari ke-15 serangan RS Indonesia masih terus beroperasi. RS Indonesia juga menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi warga sekitar.Kami mendesak Pintu Perbatasan Rafah dapat segera dibuka untuk dapat masuknya barang-barang bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.  Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua rakyat Indonesia, baik individu, organisasi, perusahaan, komunitas, dsb lintas agama, lintas suku yang telah mendukung upaya kemanusiaan MER-C di Jalur Gaza Palestina yang telah berlangsung selama 14 tahun sejak 2009.  Mari kita semakin menguatkan doa dan dukungan rakyat Indonesia untuk perjuangan dan kemerdekaan bangsa Palestina.*** *MER-C Indonesia*

Silahkan bertanya?