MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pembangunan RS Indonesia di Rakhine (Rohingya) Myanmar Terus Berjalan

Sejak dimulai pada bulan November 2017, pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang terletak di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar terus berjalan. Progress pembangunan saat ini sudah dalam tahap back filling (penimbunan tanah) dan compacting (pemadatan). Pembangunan bangunan utama RS Indonesia akan memakan waktu 10 bulan dan diperkirakan selesai pada bulan September 2018. Dua insinyur Indonesia yang sudah berpengalaman membangun RS Indonesia di Jalur Gaza (Palestina) ditugaskan untuk mengawasi seluruh proses pembangunan RS ini hingga selesai. Dukungan dan donasi Sahabat bagi program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik| #RSIndonesiadiRakhineMyanmar #PeduliUntukKemanusiaanYangLebihBaik

MER-C Cabang Gaza Mulai Distribusikan Bantuan Selimut untuk Musim Dingin

y;”> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Gaza, Relawan MER-C Cabang Gaza yang dipimpin oleh Reza Aldilla Kurniawan mulai distribusikan secara bertahap bantuan selimut hangat dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza. y;”>”Seperti sebelumnya, keluarga syuhada, masyarat miskin dan korban agresi milter Israel menjadi kalangan yang diprioritaskan dalam program bantuan musim dingin tahun ini,” ujar Reza, relawan asal Indonesia yang masih bertugas di Jalur Gaza dan masih menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza. Ucapan terima kasih disampaikan warga Gaza kepada para donatur dan rakyat Indonesia untuk kepeduliannya. Kami mengajak masyakat Indonesia untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap perjuangan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, Palestina. Donasi amanah program Kemanusiaan Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee #MERCCabangGaza #ProgramKemanusiaanGaza #BantuanMusimDingin #OurLoveForPalestine Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan bagi Orang-orang yang paling Membutuhkan|

Bantu Deteksi Kanker Payudara, MER-C Sumbang Alat Mammography untuk Gaza

Satu set alat mammography sumbangan rakyat Indonesia tiba di Jalur Gaza, tepatnya pada 13 November 2017 lalu. Alat kesehatan senilai $ 67,500 atau setara lebih dari Rp 900 juta dapat terwujud berkat donasi yang masuk ke amanah Kemanusiaan Gaza. Alat ini akan melengkapi fasilitas kesehatan di Jalur Gaza bagian selatan, yaitu Al Rahma Medical Center di Khan Younis. Menurut dr. Arief Rachman, SpRad, anggota Presidium sekaligus Tim Pengadaan Alat Kesehatan RS MER-C, mammogram adalah alat radiologi yang dapat digunakan untuk screening dan diagnosis kelainan di payudara, terutama kanker.  Selain mammogram, alat radiologi lain berupa CR (Computed Radiography) juga disumbangkan untuk memodernisasi sistem radiologi di fasilitas kesehatan tersebut. Kedua alat kesehatan ini diproduksi dan diimpor langsung dari Eropa melalui supplier lokal di Gaza.  “Dengan sistem digital ini, diharapkan layanan radiologi di Al Rahma Medical Center semakin efisien dan maju,” ujar Arief. Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa dari 3.927 kasus kanker baru pada tahun 2015, kanker payudara menempati urutan teratas, pada wanita kanker jenis ini juga menjadi penyebab kematian tertinggi. “Bantuan alat mammography sangat bermanfaat membantu program kami melakukan penyadaran mengenai kanker payudara dan membantu wanita Gaza mendapatkan akses pemeriksaan untuk deteksi dini kanker” papar Jamal perwakilan dari Al Rahma Charity Association. Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Indonesia untuk bantuan dan dukungan yang telah diberikan. “Bantuan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya kepada warga di Jalur Gaza bagian Selatan,” ujar Jamal. “Kami berdoa kepada Allah SWT semoga menerima kebaikan masyarakat Indonesia dan menjadi catatan di hari akhir,” tambahnya.   Dukungan dan donasi bagi amanah Kemanusiaan Gaza lainnya seperti bantuan musim dingin, bantuan paket sekolah, program ifthar dan bantuan logistik untuk Ramadhan dan Idul Fitri dapat disalurkan melalui: BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 Atas nama : Medical Emergency Rescue Committee     Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia  Call Center : 0811990176   |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|

GAZA DAN TEROR MUSIM DINGIN

Lebih dari 10 tahun sudah Gaza dengan 2 juta warganya hidup dalam penjara Israel bernama blokade, penutupan pintu-pintu perbatasan antara Gaza dan dunia luar telah melahirkan berbagai krisis kemanusiaan dan penderitaan tak berujung. Ratusan terowongan bawah tanah yang selama ini dijadikan alternatif oleh warga Gaza untuk mensuplai barang kebutuhan juga telah dihancurkan.  Hari ini, warga Gaza di Palestina sedang menjalani masa-masa terburuk dalam sejarah penjajahan Israel atas mereka. Tidak berhenti sampai disitu, warga Gaza juga harus menghadapi penderitaan tahunan, sebuah teror  bernama cuaca ekstrim di musim dingin. Saat ini, musim dingin telah tiba. Menguji kesabaran dan ketahanan warga Gaza, para korban kekejaman. Agresi Israel yang telah meluluh lantahkan tempat tinggal mereka. Tidak ada persiapan yang seimbang bagi mereka untuk menghadapi teror musim dingin ini, terutama kalangan anak-anak dan manula yang sensitif terhadap cuaca ekstrim. Bantuan logistik musim dingin yang biasa dikirim oleh negara-negara tetangga (negara teluk) tidak bisa lagi terlalu diharapkan dikarenakan suhu politik dan konflik internal akut yang sedang menjangkiti negara-negara donatur tersebut saat ini. Dan sekali lagi, itu berarti warga Gaza  harus berjuang sendirian untuk mempertahankan eksistensi kehidupan mereka. Dalam kondisi semacam ini, tidak banyak hal yang bisa diharapkan oleh warga Palestina di Gaza yang bisa meringankan beban mereka di musim dingin. Namun, bicara masalah  harapan, bisa dibilang “Indonesia” masih berada di posisi teratas dari sedikitnya harapan yang dimiliki warga Gaza saat ini.   Selain RS Indonesia yang selama 2 tahun ini telah hadir berdiri dengan megah di bumi perjuangan Gaza, Palestina…. Menjadi harapan untuk ikhtiar pengobatan bagi warga Gaza khususnya bagian utara…. Simbol persaudaraan dan dukungan jangka panjang Indonesia untuk Palestina…    MER-C juga akan menyalurkan bantuan selimut untuk bisa meringankan penderitaan dan membantu warga Gaza melalui masa-masa sulit di musim dingin tahun ini. Satu lembar selimut hangat akan menjaga anak-anak Gaza dari ganasnya cuaca dingin yang terus mengintai. MER-C Cabang Gaza akan menyalurkan langsung bantuan Anda untuk warga Gaza yang membutuhkan…   Salurkan kepedulian anda melalui rekening donasi Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 An. Medical Emergency Rescue Committee   Info: Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176   |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk orang-orang yang paling Membutuhkan|

Penggalian Pondasi RS Indonesia di Rakhine Capai 50 Persen

Dalam rangka memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Rakhine State, Myanmar, pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State terus berlanjut. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RSI, melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan bangunan utama RS Indonesia berukuran sekitar 2.100 m2 saat ini dalam tahap penggalian pondasi dengan progress mencapai lebih 50 persen.    “Progress penggalian pondasi rumah sakit sudah lebih dari 50 persen. Lebih dari 100 pondasi sudah selesai dari 200 pondasi yang direncanakan. Pondasi yang sudah dicor sampai dengan hari ini mencapai 10 titik,” terang Ikhwan.   “Para pekerja lokal yang terdiri umat Muslim dan Budha saat ini masih terus merakit besi-besi untuk pondasi, galian pondasi dan pengecoran lantai kerja (lean conrete) untuk lubang pondasi yang sudah selesai,” tambahnya.   Ditanya tentang kendala di lapangan, Nur Ikhwan menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, baik material maupun hal lainnya.   “Material sampai sekarang tidak ada masalah. Seminggu yang lalu besi-besi sudah datang lagi 7 ton. Batu dan pasir juga baru masuk 10 truk.”    Meskipun sempat ada informasi temuan tiga bom di Mrauk U beberapa hari sebelumnya, bahkan satu bom sempat meledak yang menargetkan salah seorang Menteri saat sedang lewat di Mrauk U, namun menurut Ikhwan hal ini juga tidak mempengaruhi proses pembangunan.    “Karena adanya informasi bom tersebut, memang kami sempat didatangi petugas keamanan setempat untuk ditanya identitas dan izin, namun Alhamdulillah kejadian ini tidak mengganggu proses pembangunan, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan.”    Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager) bersama Ir. Ahmad Fauzi (Site Engineer), keduanya adalah insinyur yang ditugaskan untuk mengawasi pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar hingga pembangunan rumah sakit selesai. Para insinyur ini dipercaya untuk mengawal pembangunan RS Indonesia di Rakhine karena keduanya sudah berpengalaman dalam pembangunan RS Indonesia di wilayah perang Jalur Gaza, Palestina. Setiap hari, Ikhwan dan Fauzi mengunjungi lokasi pembangunan untuk mengawasi para pekerja dari kontraktor lokal yang berjumlah 30 – 40 orang per harinya. Pembangunan bangunan utama RS Indonesia diperkirakan memakan waktu hingga 10 bulan ke depan.    Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.1306.833 BCA, 686.028.0009 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info: Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176   |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|

Bentrokan di Gaza Berlanjut, 97 Warga Terluka

Memasuki hari kelima sejak pernyataan Donald Trump terkait Jerusalem, aksi unjuk rasa di Jalur Gaza belum juga reda. Sejumlah aksi unjuk rasa warga Gaza di wilayah perbatasan berbuntut pecahnya bentrokan melawan militer Israel.   Kekuatan tak berimbang antara militer Israel dan para pengunjuk rasa berujung jatuhnya puluhan korban luka dari pihak Palestina.   Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat 97 warga Palestina terluka sejak pagi hingga malam hari Senin (11/12) kemarin. Enam puluh diantaranya menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata. Para korban tersebut langsung mendapatkan perawatan di lokasi bentrokan. Sementara 37 diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena tertembak peluru tajam militer Israel.   Dengan demikian jumlah korban luka dari pihak Palestina sejak melerusnya berbagai aksi unjuk rasa bertambah menjadi 1.795, seperti dikabarkan oleh Bulan Sabit Merah Palestina.   Info: Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176    

Dua Pejuang Palestina Syahid

Dua pejuang Palestina dari Faksi Saraya Al Quds, syahid dalam misi jihad di kota Bait Lahiya, Jalur Gaza Utara, Selasa siang (12/12).   Korban bernama Mustafa Mufid Sultan (30 th) dan Husain Gazi Nasrullah (26 th). Jasad kedua korban langsung dilarikan ke RUMAH SAKIT INDONESIA di Jalur Gaza Utara.     Dengan demikian jumlah korban jiwa di Gaza sejak pernyataan Trump hari Kamis lalu bertambaj menjadi 6 jiwa. Sementara korban luka dari berbagai wilayah Palestina mencapai 1.800.

Berita Langsung dari MER-C Gaza

Pesawat tempur militer Angkatan udara Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi di wilayah utara Jalur Gaza, Jum’at malam (8/12/17). Tercatat tidak kurang dari 25 warga sipil mengalami luka luka.     Para korban dilarikan ke RUMAH SAKIT INDONESIA, rumah sakit utama penduduk Palestina di Jalur Gaza utara khususnya kota kota perbatasan (Jabaliya, Baitlahiya dan Bait hanun).

Bahas Bantuan Medis, MER-C Audiensi dengan Dubes Myanmar di Jakarta

Kamis/23 November 2017, Tim MER-C yang diwakili oleh dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Hadiki Habib, SpPD dan Rima Manzanaris bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Mrs. Ei Ei Khin Aye. Pada pertemuan ini Tim MER-C menyampaikan mengenai sejarah dan progress pembangunan RS Indonesia di Muaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar yang sudah memasuki tahap pembangunan bangunan utama rumah sakit. MER-C juga saat ini menugaskan dua insinyur untuk mengawasi seluruh proses pembangunan rumah sakit hingga rumah sakit ini selesai.  Selain bantuan jangka panjang dalam bentuk pembangunan sarana kesehatan, dr. Yogi Prabowo, SpOT selaku Pendiri dan Relawan Medis MER-C juga menyampaikan rencana pengiriman tim medis MER-C ke Rakhine State, Myanmar.   Dubes Myanmar untuk Indonesia memberikan apresiasi dan tanggapan postif atas pembangunan rumah sakit bantuan dari rakyat Indonesia. Seiring perjanjian repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh, Dubes Ei Ei Khin Aye berpandangan bantuan pelayanan medis yang MER-C tawarkan juga akan sangat dibutuhkan dalam proses ini nantinya. Dubes menyatakan akan mengkoordinasikan hal ini dengan pihak-pihak terkait di Myanmar.  Menanggapi hal ini, dr. Yogi Prabowo, SpOT menyatakan bahwa MER-C siap mendamping proses repatriasi. “Kami telah mempersiapkan lima relawan medis, termasuk saya sendiri dan dr. Hadiki Habib, SpPD. Sisanya adalah relawan dokter umum dan perawat. Tim ini adalah tim pertama dan kami akan siapkan tim selanjutnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan nanti.”

RS Indonesia Myanmar Satukan Berbagai Etnis di Rakhine

Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Myanmar mengumandangkan pesan perdamaian dan menyatukan berbagai etnis di Myanmar. Hal ini terlihat saat acara peletakan batu pertama atau groundbreaking yang digelar hari Minggu (19/11). Acara dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Myanmar, Ito Sumardi dan disaksikan sekitar seribu orang yang berkumpul dari berbagai etnis yang ada di Rakhine. “Sekitar seribu orang berkumpul di RS Indonesia pada saat acara groundbreaking, mereka dari berbagai etnis dan agama bersatu bersama dengan keadaan damai, RSI ini simbol perdamaian di Myanmar” kata Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia di Mrauk U, Rakhine, Myanmar. Pria yang pernah menjadi relawan pada pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina ini mengatakan, bahwa Rumah Sakit Indonesia di Rakhine membawa pesan perdamaian di Myanmar. “Terlihat sekali pesan perdamaian dari program ini, bahkan bukan hanya saat acara, para pekerja yang berada di Rumah Sakit Indonesia ini berasal dari komunitas Muslim dan Budha mereka bekerja bersama tanpa ada sikap saling bermusuhan diantara mereka,” ujarnya. Ikhwan menambahkan bahwa program ini sebagai usaha diplomasi kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C yang merupakan inisiator dari program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, Myanmar. “Ide pembangunan rumah sakit Indonesia ini sudah sejak 2015 yang lalu ketika MER-C untuk kesekian kalinya mengunjungi Rakhine, dan ini merupakan bentuk diplomasi kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C” lanjutnya. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak mendirikan RS Indonesia di Gaza, Palestina. Khusus wilayah konflik Myanmar dimulai dengan misi pertama MER-C ke Rakhine pada tahun 2012 dan dilanjutkan dengan assessment ke lokasi lahan RS Indonesia di Mrauk U pada Agustus 2015. Saat itu, didampingi oleh staf KBRI, Tim langsung melakukan pembelian (pembebasan lahan karena tanah adalah milik negara), tepatnya di Mrauk U, Rakhine State. Setelah pekerjaan tahap pertama pembangunan pagar dan penimbunan lahan selesai pada Agustus 2017 lalu, MER-C menunjuk salah satu kontraktor lokal terbaik di Myanmar guna melanjutkan pembangunan bangunan utama. Meskipun pembangunan diserahkan kepada kontraktor lokal, namun MER-C tetap menempatkan relawan insinyur di lapangan untuk mengawasi seluruh proses pembangunan RS Indonesia di Rakhine State sampai pembangunan selesai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab kepada masyarakat Indonesia yang telah mendanai program ini.   Dukungan dan donasi bagi program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State Myanmar dapat disalurkan melalui: Mandiri 124.000.8111.982 BSM 700.1306.833 BCA 686.028.0009 Semua rekening atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info: www.mer-c.org 0811990176

Silahkan bertanya?